Siapa yang tidak mengenal bapak proklamator bangsa ini, dialah salah satu orang yang berteriak bahwa negara ini haruslah mandiri dalam segala sisi, salah satunya dari sisi ekonomi. 

Pemikiran ekonominya dijadikan sebagai haluan ekonomi bangsa Indonesia. Selain dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia, Hatta juga dikenal dengan pemikiran ekonomi kerakyatannya.

konon katanya ekonomi kerakyatan itu adalah jalan tengah yang diambil Hatta, ketika ramai orang berdiskusi (discourse) tentang sistem ekonomi kapitalis dan juga sosialis.

Siapa sangka, dalam pemikiran ekonomi kerakyatan yang dituangkan Hatta itu, dipengaruhi oleh tiga tradisi yaitu tradisi Minangkabau, tradisi Islam dan tradisi Eropa (Disertasi Fadli Zon).

Sekilas Profil Bung Hatta 

Bung Hatta dilahirkan di Bukittinggi 12 Agustus 1902 dengan nama lengkap Mohammad Athar, beliau dilahirkan di keluarga Minangkabau yang kental dengan nuansa agama Islam.

Ibunya bernama Siti Saleha dan ayahnya bernama H. Mohammad Djamil. Ayahnya merupakan seorang keturunan ulama di Batuhampar Payakumbuh, sedangkan ibunya keturunan pedagang asal Bukittingi.

Hatta sendiri memulai pendidikan dasarnya di sekolah Melayu fort de kock kemudian melanjutkan pendidikan nya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang.

Hatta mulai aktif di dunia politik ketika ia bergabung bersama organisasi pergerakan Jong Sumatranen Bond region Padang, saat ia duduk di bangku pendidikan Meer Uirgebreid Lagere School, sekolah menengah pertama.

Ia kemudian melanjutkan studinya di negara Belanda, semasa kuliah di Belanda lah beliau kemudian aktif dan sempat menjadi ketua di organisasi perkumpulan pelajar tanah air yang dikenal sebagai Indische Vereeniging. 

Berbicara tentang biografi Hatta sendiri tidak akan ada habis-habisnya, karena Lika-liku kehidupan dan perjuangannya yang sangat panjang, dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bung Besar Dan Refleksi Ekonomi Kerakyatan 

Pada pasal 33 UUD 1945 adalah bukti gagasan ekonomi kerakyatan nya Hatta. Gagasan atas dasar asas kekeluargaan dan juga usaha bersama, adalah nilai-nilai luhur dari budaya demokrasi moyang Indonesia (Demokrasi Kita).

Konsep ekonomi kerakyatan sendiri adalah tanggapan Hatta atas kegagalan sistem ekonomi liberal, dan juga sistem ekonomi sosialis marxis yang di praktekkan.

Menurutnya, konsep ekonomi suatu bangsa tidak selamanya harus diserahkan pada sistem pasar global saja, tetapi harus juga ditinjau dalam aspek pembangunan yang semuanya itu haruslah berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Jika melihat lebih jauh lagi konsep ekonomi kerakyatan Hatta, konsep ekonomi nya sangatlah menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan yang itu berobjek pada kesejahteraan rakyat.

Dari konsep ekonomi kerakyatan inilah, lahir konsep koperasi yang menjadi poin penting dalam tulang punggung pemulihan ekonomi bangsa.

Koperasi sendiri adalah langkah strategis Hatta, dalam penerapan aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia yang berdasarkan pada budaya luhur bangsa.

Hatta sendiri menentang sistem ekonomi yang individualistik dan fundamentalis, karena menurutnya konsep itu bukanlah budaya dari bangsa Indonesia.

Pandemi Covid 19 Vs Ekonomi kerakyatan

Sudah setahun lebih Covid 19 menjadi momok bangsa ini.  Dari aspek kesehatan, sampai pada perekonomian nasional nyatanya menjadi darurat dihajar oleh pandemi ini.

Slavoj Zizek filsuf sekaligus psikoanalis sendiri  meramal dunia setelah pandemi corona,  "Dunia tersudut pada dua pilihan: komunisme baru atau barbarisme"(Pandemic!). 

Ini artinya sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, bahwa pandemi ini adalah akal-akalan dari sistem kapitalis yang bermain pada skema barang yang itu berorientasi pada tujuan tertentu.

Dilain sisi, ekonomi kiranya menjadi taruhan. Penuntasan pandemi ini membutuhkan banyak biaya, Sementara perekenomian nasional yang tak stabil lagi kini menjadi tugas pemerintah.

Masyarakat Indonesia sendiri, menjadi korban dari setiap kebijakan yang diambil pemerintah dalam menyeimbangkan aspek kesehatan dan aset perekonomian bangsa.

Jika kita selaraskan dengan wasiat bung Hatta  yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945, tentang penerapan perekonomian nasional, pemerintah kiranya telah gagal menjalankan tugas Nya. 

Kenapa tidak, pesan Hatta yang juga tertuang dalam sila ke lima Pancasila, kini dijadikan bahan olokan dan juga candaan kebanyakan orang kepada pemerintah.

Dalam penuntasan kasus pandemi ini, langkah strategis pemerintah kini hanya bersandar pada vaksinisasi dan penerapan pembatasan aktivitas masyarakat yang berkelanjutan.

untuk strategi pemulihan ekonomi nasional sendiri pemerintah bersandar pada investasi yang tertanam di negeri, alhasil masyarakat dijadikan budak hanya untuk mencari sesuap nasi.

Di Halmahera Tengah provinsi Maluku Utara,  terdapat saham investasi dari negara China, PT Indonesia Weda industrial park namanya, kehadiran perusahaan ini menciptakan dogma dari kalangan masyarakat, dimana pendidikan dinilai lagi tak penting. Kebanyakan masyarakat awam disana beranggapan  lebih baik untuk menjual harapan dan juga tenaga pada perusahaan tersebut.

Ini adalah salah satu bukti dari serangkaian bukti bahwa kebijakan perekonomian Indonesia sendiri tanpa efek pandemi saja sudah melenceng jauh dari cita cita ekonomi mandiri bung hatta.


Sumber : 

Demokrasi Kita karya Mohammad Hatta cetakan ke sembilan : 2018 (Sega Arsy)

Pandemic! Karya Slavoj zizek : 2020