Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, kata-kata yang sering kali kita dengar. Sebuah pertemuan di mana dua orang atau lebih mulai bertemu, berinteraksi, dan saling mengenal satu sama lain. Biasanya sering disebut dengan istilah pdkt.

Sebuah pertemuan memang indah, ditambah dengan adanya rasa simpati serta ketertarikan satu sama lain. Munculnya rasa itu ditumbuhkan dari kenyamanan yang tercipta saat berinteraksi maupun menciptakan suatu momen bersama.

Suatu momen yang sulit dilupakan dan selalu tersimpan dalam ingatan. Momen itu dapat menjadi kenangan.

Nyaman itu sederhana, bahkan sangat sederhana. Tidak perlu memperhatikan seluruh aspek secara berlebihan. Kenyamanan itu tumbuh dengan sendirinya, perlahan dan berproses. 

Kenyamanan tidak bisa dipaksa, karena muncul dari hati yang paling dalam. Hati tidak bisa dibohongi.

Rasa suka tak bisa dihindari, rasa itu dapat datang kapan saja dan di mana saja. Datangnya pun tidak bisa diperkirakan, kadang datang dengan tiba-tiba atau yang dikenal dengan istilah cinta pada pandangan pertama. 

Namun, sebuah rasa juga dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Misalnya, dua orang yang sudah lama kenal ataupun dekat maka lama-kelamaan tidak bisa dipungkiri akan ada perasaan yang tumbuh di antara keduanya, seperti ada suatu magnet bukan?

Magnet itulah yang membuat dua orang tidak bisa saling jauh, selalu menginginkan dekat dengan orang yang disukai. Rasanya rindu jika tidak bertemu.

Namun, ada sebuah kata-kata yang menarik. Nyaman itu jebakan, benarkah? Benar nyaman itu jebakan. Jebakan yang membuat seseorang bimbang serta gelisah. 

Terkadang kenyamanan itu dapat menyiksa pikiran dan hati seseorang. Rasanya selalu memikirkan dan selalu ingin bertemu setiap saat. Terkadang merasa ada yang kurang jika belum mendengar suaranya.

Kenyamanan dapat menimbulkan berbagai rasa, salah satunya yaitu munculnya rasa suka atau ketertarikan satu sama lain. 

Jika dua orang sudah merasa nyaman dan ingin berkomitmen serta memulai suatu hubungan, jangan lupakan beberapa hal penting berikut, yaitu :

1. Se amin, tetapi tak se iman?

Hal ini merupakan hal terberat yang pernah penulis alami, pilihan yang sangat sulit. Pada satu sisi kita ingin bersamanya, tetapi di sisi lain ada benteng besar di antara kami. Benteng yang sangat tinggi, bahkan mustahil untuk ditembus. 

Kita boleh mencintainya, tetapi jangan ambil dia dari Tuhannya. Melepaskan seseorang yang kita cintai bukan hal yang mudah. 

Ikhlas itu bohong, yang benar adalah terpaksa lalu terbiasa. Terpaksa melepaskan kemudian terbiasa tanpa dirinya. Sebelum makin dalam, ingatlah poin pertama ini.

2. Restu orang tua

Tidak perlu diragukan lagi, restu orang tua sangatlah penting dalam memulai sebuah hubungan. 

Mulailah terbuka dengan kedua orang tua mengenai hubungan yang akan dijalani, karena rida Allah tergantung pada rida orang tua. Jika orang tua sudah merestui akan terasa nyaman dalam membangun suatu hubungan.

3. Kesiapan berkomitmen

Jangan menjadikan hubungan sebagai sebuah permainan belaka. Semakin dewasa seharusnya kita dapat memutuskan jika memulai sebuah hubungan, artinya kita sudah siap untuk meluangkan waktu, siap untuk saling support satu sama lain, dan siap berkomitmen untuk terjalinnya sebuah hubungan.

Tiga hal di atas sangat penting dipersiapkan dalam memulai sebuah hubungan. Sebenarnya masih banyak aspek lain yang harus diperhatikan sebelum memulai hubungan. 

Intinya, persiapkan dengan matang. Di usia yang makin dewasa, hubungan bukan untuk main-main. Tumbuhkanlah rasa komitmen mulai dari sekarang.

Saat menjalani hubungan, tidak akan semulus yang kita bayangkan. Pastinya banyak cobaan dan rintangan. Kuncinya adalah saling menghadapi masalah tersebut dengan cara yang tepat, jangan mencari pelarian sesaat.

Hubungan yang terjalin lama belum tentu menentukan. Belum tentu dia adalah jodoh kita. Benar kata orang, jodoh tidak ada yang tahu. Sejauh apapun kita berusaha mempertahankan suatu hubungan kalau bukan jodoh, kita bisa apa?

Terkadang ada rasa egois yang muncul pada diri seseorang, dalam hatinya berkata harus memiliki orang itu. Sikap inilah yang sedikit berbahaya, karena dapat mengarah kepada pemaksaan. 

Di era sekarang ini sering kita dengar istilah toxic relationship. Secara singkat, toxic relationship merupakan hubungan yang tidak sehat.

Dalam kondisi ini seseorang dapat merasa tertekan bahkan stres berlebihan karena situasi hubungan mereka yang kurang baik.

Parahnya jika terdapat tindak kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan kita. Hal itu jelas tidak sehat dan menyiksa diri sendiri. 

Banyak orang yang memilih keluar dari zona toxic ini demi mendapatkan ketenangan. 

Tidak ada salahnya melepaskan sesuatu di mana kita sudah tidak merasa nyaman. Jika sudah tidak dapat diperbaiki, maka pilihan tersebut sudah tepat.

Pada awal pertemuan banyak hal yang kita inginkan, rencana demi rencana yang telah tersusun dengan sangat rapi.

Akan tetapi, jika Tuhan tidak menghendaki, kita tidak dapat memaksakan. Takdir Tuhan itulah yang terbaik untuk kita, percayalah rencana-Nya adalah sebaik-baik rencana yang telah dituliskan sebelum kita lahir.

Hujan memang membawa kenangan. Akan ada pelangi setelah hujan, akan ada kata happy setelah datangnya kesedihan. 

Setiap pertemuan ada perpisahan, hal yang tidak dapat kita hindari. Percaya tidak percaya pasti terjadi.