Guru adalah komponen yang sangat penting dalam pendidikan. Tanpa guru, pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. Maka dikatakan guru yang baik akan menimbulkan murid yang baik juga.

Menjadi seorang  guru bukanlah profesi yang mudah. Guru dituntut untuk menjadi pengajar serta pendidik bagi semua muridnya. Tugas guru tidak hanya sebatas memahamkan murid tentang apa yang diajarkannya, tetapi lebih dari itu.

Seorang guru bertanggung jawab atas pahamnya murid tentang suatu hal yang diajarkannya serta memastikan seluruh murid dapat menerapkan ilmunya di keseharian.

Dengan segala hal yang membebani guru dalam menjalankan tugasnya, maka timbul pertanyaan bagaimana menjadi guru yang baik ?. Bahkan lebih dari itu timbul pernyataan jadilah guru yang bukan sekadar guru.

Untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan itu, maka diperlukan klasifikasi bagaimana menjadi guru yang baik dan ideal untuk para siswanya.

Setidaknya ada 6 klasifikasi yang mungkin membantu kita untuk menjadi guru yang baik bagi para siswanya.

Pertama, guru yang baik adalah guru yang mengajar serta mendidik siswanya. Mendidik sudah pasti mengajar, tetapi mengajar belum tentu mendidik. Ini adalah salah satu pernyataan yang menggambarkan betapa pentingnya pendidikan yang diberikan guru pada muridnya.

Gambaran sederhana yang dapat kita terapkan adalah seorang guru pendidikan agama Islam yang tidak hanya mengajarkan tentang salat, tetapi bagaimana menjadikan seorang murid betul-betul meresapi makna salat itu dalam kehidupannya.

Singkatnya, mendidik adalah peresapan dan pengimplementasian sesuatu yang kita dapatkan kepada kehidupan sehari-hari. Sedangkan mengajar hanya sampai kepada memahamkan seseorang terhadap sesuatu tanpa adanya penanaman rasa lebih dari itu.

Kedua, seorang guru harus menjadi contoh yang baik bagi para muridnya. Menjadi contoh lebih susah daripada memberi contoh. Seorang guru yang menjadi contoh yang baik akan membuat siswa lebih bersemangat dalam mempelajari hal-hal yang disampaikan oleh guru tersebut.

Faktanya, seorang murid akan lebih menghormati guru yang dapat menjadi contoh yang baik daripada seorang guru yang hanya bisa memerintah tanpa mencontohkan apa yang diperintahkannya.

Ketiga, seorang guru harus menjadi motivasi belajar bagi siswanya. Kita menyadari bahwa siswa adalah seorang yang sedang dalam masa-masa menempuh pendidikan. Sudah menjadi kewajiban para guru agar memberikan motivasi terhadap para siswa agar tidak menyerah dalam menuntut ilmu.

Berilah motivasi, kalau tidak bisa memberi motivasi, maka jadilah motivasi. Dan perlu kita sadari bahwa motivasi terbesar bagi seorang murid bukan lah ucapan dari guru, tetapi guru itu sendirilah motivasi terbesar bagi seorang murid. Seorang guru dicontoh dan dijadikan motivasi oleh para siswanya. Maka dari itu, jadilah contoh dan motivasi yang baik untuk muridnya.

Keempat, seorang guru harus memahami setiap keadaan murid nya. Murid bukanlah seseorang yang bisa kita sama ratakan. Sudah menjadi hal biasa adanya murid yang pintar dan murid yang bodoh, murid yang rajin dan murid yang malas, bahkan ada murid yang sedang dalam keadaan sehat dan murid yang dalam keadaan kurang memadai dalam mengikuti pelajaran.

Dengan keadaan murid yang bermacam-macam, maka para guru dituntut untuk memahami itu semua. Semua murid berhak mendapatkan satu hal yang sama, yaitu pendidikan yang sempurna dari setiap gurunya. Maka para guru harus mulai untuk sedikit demi sedikit dalam memahami setiap keadaan dan karakter murid nya.

Tentu saja hal ini bukan perkara yang mudah. Para guru bahkan dibebani dengan suatu hal yang bahkan tidak pernah di temukannya sebelum mengajar. Akan tetapi segala hal yang kita upayakan itu akan terbalas dengan senyum yang tergambar di setiap wajah-wajah murid yang akan sukses di kemudian nanti.

Kelima, seorang guru harus memiliki banyak metode ajar untuk setiap pelajarannya. Bahan ajar yang kita sampaikan kepada siswa terkadang tidak bisa dipahami seluruhnya oleh semua siswa. Oleh karena itu dibutuhkannya lebih dari satu metode ajar. Tujuannya agar seluruh siswa dapat memahami apa yang kita sampaikan kepada mereka.

Banyaknya metode ajar akan menjadikan siswa yang sudah paham menjadi lebih paham, dan siswa yang belum paham menjadi paham akan materi tersebut.

Keenam, seorang guru harus bisa menjadi orang tua murid ketika mereka berada di sekolah. Guru adalah orang tua di sekolah. Pernyataan ini menggambarkan tugas guru yang sangat mulia dan berdampak besar untuk kehidupan para siswanya. Terlebih sosok orang tua yang paling penting dalam pertumbuhan anak-anaknya.

Guru harus bisa menjadi tempat berkeluh kesah para muridnya, guru harus bisa memahami pertumbuhan-pertumbuhan pada muridnya, guru harus bisa menyayangi murid nya seperti dia menyayangi dirinya sendiri dan beberapa hal yang dilakukan para wali murid terhadap para anak-anaknya.

Semua hal yang guru korbankan semata-mata untuk kemajuan dan kesuksesan murid-muridnya. Dari semua hal ini, maka benarlah sebuah pernyataan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, guru adalah orang tua kedua kita. Tentu saja pernyataan itu hanya untuk guru-guru yang menjalankan tugasnya dengan baik dan benar pula.