Indonesia memiliki banyak suku, bangsa, dan bahasa yang beragam dari Sabang sampai Merauke. Tercatat ada 1340 suku bangsa dan 742 bahasa yang tersebar di Nusantara. 

Suku Jawa menduduki peringkat pertama kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dengan populasi mencapai 95,2 juta jiwa. Kawasan utama yang menduki suku Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Lampung. Selain itu, suku Jawa tersebar di beberapa negara, di antaranya New Caledoania dan Suriname.

Berbicara tentang Jawa, maka kita juga berbicara tentang budaya Jawa. Karena seperti yang kita tahu bahwa Jawa sangat kental dengan budaya dan adat istiadatnya. Budaya Jawa juga terkenal dengan bahasa dan keseniannya.

Bahasa Jawa terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu ngoko (kasar), madya (biasa), dan krama (halus). Tingkatan dalam bahasa Jawa digunakan untuk menyesuaikan kepada siapa si penutur berbicara. 

Bahasa Jawa ngoko merupakan salah satu tingkatan bahasa Jawa yang digunakan si penutur kepada lawan bicara yang lebih muda dari si penuturnya. Bahasa Jawa madya merupakan campuran bahasa Jawa ngoko dan krama. Biasanya bahasa Jawa madya ini digunakan si penutur kepada lawan bicara yang tingkatannya sederajat atau sepantaran dengan si penuturnya.

Sedangkan bahasa Jawa krama merupakan tingkatan bahasa Jawa tertinggi, karena bahasa Jawa krama ini digunakan si penutur kepada lawan bicara yang lebih dihormati atau lebih tua dari si penuturnya.

Budaya Jawa juga terkenal dengan keseniannya, di antaranya ada tarian, pertunjukan wayang, dan musik gamelan. Jawa memiliki banyak tarian tradisional di setiap daerahnya. Ada tari Endhel dari Tegal, tari Serimpi dari Yogyakarta, tari Rancak Denok dari Semarang, dan tari Baladewa dari Banyumas.

Wayang merupakan seni tradisional Indonesia yang berasal dari Jawa. Pertunjukan wayang dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, yang diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. 

Dalang memainkan wayang di balik kelir. Dalang yang terkenal di Jawa, yaitu salah satunya Ki Enthus Susmono dengan wayang goleknya yang bernama Luphit dan Slentheng.

Musik gamelan Jawa umumnya dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang atau pada acara-acara resmi seperti upacara keraton, pernikahan, atau syukuran. Gamelan juga biasanya diiringi dengan nyanyian jawa dengan gabungan yang disebut Karawitan. Alat musik dari gamelan di antaranya ada bonang, gong, kenong, slenthem, kempul, kendang, dan saron.

Seiring dengan berkembangnya zaman di era globalisasi, budaya Jawa mulai terkikis apalagi dengan banyaknya penduduk asli jawa yang berurbanisasi ke kota-kota besar seperti Jakarta maupun kota besar lainnya.

Namun sangat disayangkan, penduduk Jawa yang tinggal di wilayah perkotaan besar sekarang mulai kehilangan budaya dari nenek moyangnya. Seperti kurang minatnya mempelajari warisan budaya Jawa di lingkup perkotaan. 

Hal itu dikarenakan kondisi penduduk perkotaan yang mayoritas dihuni oleh pendatang dari berbagai wilayah, sehingga budaya Jawa di perkotaan sering kali terkesampingkan oleh banyaknya budaya yang masuk di kota tersebut.

Sebagai kaum pelajar, maka dengan adanya masalah sosial dan budaya tersebut, perlu adanya wadah untuk bisa menjaga budaya daerah itu sendiri. Seperti adanya komunitas atau organisasi daerah. 

Mengikuti organisasi daerah itu sangat perlu, minimal dalam dunia perantauan kita punya komunitas sepersamaan identitas berupa daerah. Selain poin silaturahmi yang didapat, manfaat komunitas sebagai tempat sinau dan genau juga dapat dilakukan.

Organiasasi daerah ada sebagai sarana kontribusi untuk mengembangkan dan memajukan daerah di tengah-tengah keberadaan kita semua. Sisi positifnya secara individual bisa membantu mengembangkan potensi diri dari mereka yang ikut serta dalam organisasi daerah tersebut, dan pengembangan karakter. 

Dari sinilah yang akhirnya sikap kepedulian yang timbul untuk mengembangkan sekaligus memajukan daerah tempat di mana ia berada dengan kegiatan-kegiatan ataupun program-program yang membantu masyarakat sekitar lebih mengenal budaya.

Organisasi daerah juga hadir menjaga nilai-nilai budaya ditengah arus modernisasi dan menjaga semangat cita-cita. Tujuan kita semua untuk membangun daerah kita yang berkemajuan. Berbagai cara dalam rangka menjaga eksistensi budaya di tanah perkotaan atau tanah rantau salah satunya dalam organisasi daerah kita menggunakan bahasa ibu untuk berkomunikasi. Selain itu, spesifikasi di bidang seni dan budaya. 

Kita bisa mengadakan kegiatan ataupun acara-acara di perkotaan untuk memperkenalkan tari-tarian daerah, memperkenalkan bahasa lewat puisi, dan memperkenalkan budaya daerah lewat drama. Yang mana diharapkan kegiatan seperti pegelaran budaya tersebut diadakan secara rutin setiap tahunnya.

Budaya dan bahasa merupakan satu kesatuan yang harus dilestarikan. Baik di daerah sendiri maupun di luar daerah, seyogianya kita membudayakan bahasa yang berasal dari nenek moyang kita dengan mengutamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan pelajari bahsa asing. Dan juga membudayakan budaya daerah tanpa menolak adanya budaya dari daerah lain.