Procrastination” merupakan istilah yang mungkin masih asing di telinga beberapa orang. Namun, siapa sangka, banyak dari kita sering melakukan kebiasaan ini. Mulai dari anak kecil, remaja, maupun orang dewasa pasti pernah melakukannya.

Sebagai mahasiswa, kita pasti pernah melakukan kebiasaan menunda mengerjakan tugas. Menunda tugas dengan mengerjakannya mepet dengan tenggat waktu yang ditentukan. Tapi, apa hubungannya procrastination dengan hal itu?

Procrastination adalah kegiatan menunda-nunda suatu pekerjaan di menit terakhir atau bahkan sudah mepet tenggat waktu. Dalam hal menunda-nunda pekerjaan kita semua pasti pernah melakukannya, iya kan? Entah itu hanya sekali atau bahkan tiap hari. Maka dari itu, procrastination sering dibilang lumrah.

Dalam kehidupan mahasiswa, sering kali procrastination ini terjadi. Bahkan hal ini sudah menjadi kebiasaan atau budaya bagi sebagian besar mahasiswa. Mereka sering menganggap remeh suatu tugas sehingga tidak mengerjakannya secara langsung.

Alasan lain karena tenggat waktu yang terbilang cukup lama sehingga mereka menunda untuk mengerjakannya. Sebagai salah satu contoh kecil, kamu diberikan tugas yang bisa dibilang mudah. Lalu kamu menunda untuk mengerjakannya karena merasa dapat menyelesaikan dengan waktu singkat.

Sering kali kita sebagai mahasiswa juga merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan kuliah yang ada. Jadi saat punya tugas tidak langsung dikerjakan. Bisa juga karena adanya kegiatan lain yang lebih asik daripada sekadar mengerjakan tugas, sehingga jadilah procrastination ini.

Budaya procrastination ini seperti sudah mendarah daging dalam kehidupan mahasiswa. Sebagian besar dari mereka merasa bahwa dengan mengerjakan tugas yang sudah dekat tenggat waktu akan memacu otaknya untuk berpikir.

Tak sedikit mahasiswa berpendapat bahwa ia akan lancar berpikir kalau udah dekat deathline. Hal inilah yang membuat budaya procrastination melekat pada mahasiswa. Mahasiswa pun selama ini merasa aman karena tugasnya masih dapat selesai tepat waktu.

Apapun alasannya tidak dapat membenarkan budaya procrastination ini. Budaya procrastination dalam kehidupan mahasiswa dapat membawa beberapa dampak buruk. Dampak buruk ini nantinya akan merugikan mahasiswa itu sendiri.

Lalu, apasih dampak dari procrastination bagi mahasiswa? Daripada kepo, mari kita simak bersama-sama.

Tugas makin menumpuk

Apabila seorang mahasiswa melakukan procrastination secara terus menerus, hal yang pasti akan terjadi adalah menumpuknya tugas. Ini dapat terjadi karena tugas lampau hari belum juga dikerjakan namun sudah muncul tugas yang baru.

Sebagian besar mahasiswa menganggap kalau tugas bisa dikerjakan dekat tenggat waktu. Namun, mereka lupa kalau dalam jangka waktu tersebut juga akan bermunculan tugas yang lain. Hal ini mengakibatkan adanya tugas yang menumpuk dalam satu waktu.

Mengerjakan tugas dengan tergesa-gesa

Seorang mahasiswa yang mengerjakan tugas mepet deathline pasti akan merasa tergesa-gesa. Ia akan merasa bahwa waktu yang tersisa tidak akan cukup untuk mengerjakan tugas yang ada. Hal ini lumrah terjadi karena mahasiswa meremehkan tugas dengan melakukan procrastination.

Tidak serius dalam mengerjakan tugas

Procrastination membuat waktu dalam mengerjakan tugas menjadi singkat. Tak jarang mahasiswa mengerjakan tugas dengan tergesa-gesa. Hal ini mendorong mahasiswa mengerjakan tugasnya dengan tidak serius.

Banyak kalangan mahasiswa yang melakukan procrastination mengejakan tugasnya dengan asal-asalan. Mereka menganggap kalau hal terpenting adalah tugasnya selesai, entah itu benar atau salah.

Tugas tidak maksimal

Ini adalah dampak terakhir dari procrastination pada mahasiswa, yaitu tugas menjadi tidak maksimal. Tugas yang tidak maksimal akan berdampak pada nilai mahasiswa tersebut. Mereka acap kali menyesali perbuatannya, namun pada keesokan hari akan mengulangi lagi.

Penutup

Dari beberapa hal yang sudah dipaparkan, benar adanya jika procrastination membawa dampak buruk. Dampak buruk ini akan merugikan mahasiswa yang masih melakukan procrastination menjadi kebiasaan.

Hobi menunda-nunda pekerjaan atau procrastination ini dianggap jadi kegagalan seseorang dalam memanajemen waktunya. Hal ini menawarkan dampak negatif namun tak banyak yang menghiraukannya. Bahkan banyak dari mereka selalu mengulangi hal yang sama.

Apabila budaya ini masih melekat pada diri mahasiswa, maka akan berdampak pula di kehidupan selanjutnya. Jika sudah bekerja nanti, maka ia pasti akan suka menunda pekerjaannya. Hal ini pasti akan berdampak buruk juga bagi pekerjaannya.

Pekerja yang masih terbiasa melakukan procrastination seperti saat kuliah akan dinilai sebagai orang yang kurang bertanggung jawab. Penilaian ini pasti akan berdampak pula pada jenjang kariernya.

Banyaknya dampak yang ada membuat kita tersadar bahwa budaya ini memang tidak menguntungkan. Kita sebagai mahasiswa akan lebih baik apabila menghilangkan budaya ini. Perlahan mengubah kebiasaan buruk dengan mulai mengerjakan tugas jauh sebelum tenggat waktu.

Segala kebiasaan buruk yang ditinggalkan pastinya akan membawa dampak positif. Selama kita ada kemauan untuk berubah, hal seperti ini akan dapat dengan mudah dihilangkan. Semua itu diharapkan dapat membawa perubahan baik untuk diri sendiri di kemudian hari.