Aku bersimpuh dalam duka
Aku merintih karena dalamnya luka
Tiada hari tersenyum yang bisa ku sapa
Semua mata berbalik dengan kesombongannya

Dunia berperan kasar pada keberagaman
Yang mengundang tangan bertindak sewenang-wenang
Aku bukan penjajah kebenaran
Tapi, aku hanya punya pilihan

Pilihan yang kumulai dengan pertimbangan
Membulat dengan satu arah kepada tujuan
Dengarkan aku dan sumpah yg berserapah
Aku punya pilihan yang berjalan lurus pada tujuan

Dunia dan jasadku didalamnya
Memang tak ada yang sempurna
Namun inilah segala bentuk nyata, Dunia.
Diri ini pun tak bisa mengelakkannya

Selamat ulang tahun kebosanan!
Terima kasih kau banyak mewarnai pengalaman
Yang diriku pun tak mau melupakan
Karena tak adanya alasan membungkam keindahan

Aku tetap pada warna keindahan awal
Yang banyak mengumbar tulus kepastian
Begitu juga balasan yang kulontarkan
Aku tetap pada satu keindahan, meski kebosanan kembali mengundang

Kebosanan adalah kaki-kaki jembatan kalimat bentuk rasa
Kebosanan bukan untuk mengganti keindahan
Tetapi kalimat kebosanan bergelora dalam karsa

Berubah lah wahai kebosanan.
Tahun selanjutnya kau harus menjadi tonggak kebahagiaan.