Mahasiswa
1 bulan lalu · 74 view · 4 min baca menit baca · Budaya 68403_99492.jpg

Bobroknya Indonesia = Bobroknya Pancasila?

Indonesia? Apa yang terlintas dalam benak kalian ketika membaca kata tadi? Pasti jawaban yang akan terlintas adalah sebuah negara. 

Benar, Indonesia adalah sebuah negara, tetapi negara yang seperti apa? Apakah negara yang makmur? Apakah negara yang bobrok? Apakah negara yang ber-Pancasila? Sekilas pertanyaan ini hanya sekadar basa-basi belaka, namun pertanyaan ini sebenarnya memiliki arti yang mendalam.

Sekarang ini Indonesia tengah mengalami kebobrokan, ditandai dengan degradasi moral besar-besaran. Hal ini berasal dari dalam negeri kita sendiri. Rakyat-rakyat mulai kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpinnya. Para pemimpin mengambil hak-hak rakyat yang diwakilinya. Kaum mayoritas menindas kaum minoritas. 

Yang lebih parah lagi, rakyat saling menyerang satu sama lain hanya karena berbeda pilihan. Bagaimana mungkin Indonesia disebut negara yang makmur? Bagaimana mungkin Indonesia disebut negara yang adil? Mana Pancasila yang menjadi dasar negara kita?

Sebagai sebuah negara, Indonesia seharusnya memiliki citra ataupun esensi yang membuatnya berbeda dari negara lain. Namun, apakah citra yang ingin kita wujudkan dalam Indonesia ini? 

Sudah seharusnya kita membuat citra yang baik bagi bangsa kita ini. Citra yang mampu membuat Indonesia memiliki kesan tersendiri di mata dunia. Namun, dengan berbagai kejadian yang ada saat ini, apakah Indonesia memiliki kesan yang baik? Kita malah menciptakan kesan bahwa Indonesia adalah negara yang bobrok dari segala sisi.

Kebobrokan negeri ini dapat kita atasi dengan menanamkan kembali nilai yang sesungguhnya dari dasar negara kita, yaitu Pancasila. Namun pertanyaan yang paling mendasar adalah apakah itu Pancasila? Pancasila adalah dasar dan pandangan hidup dari bangsa Indonesia. 

Namun sekarang ini banyak rakyat Indonesia yang tidak memahami dan salah dalam mengartikan esensi dari Pancasila. Jangankan memahami, hafal Pancasila pun tidak. Padahal sebagai pandangan hidup, Pancasila memiliki arti penting bagi setiap warga di dalamnya.


Pancasila memiliki lima nilai yang mendasari negara Indonesia. Lima nilai yang mampu membuat Indonesia menjadi negara yang hebat. Lima nilai tersebut adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Namun, bagaimana bisa lima nilai ini mampu mengatasi kebobrokan yang tengah dialami bangsa kita?

Nilai yang pertama, yaitu Ketuhanan, nilai yang memberikan citra bahwa Indonesia mempercayai adanya Tuhan yang menciptakan semesta dan isinya. Dengan adanya nilai ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang religius dan rakyat yang ada didalamnya mengikuti aturan-aturan religi di dalamnya. 

Namun, ada beberapa masyarakat yang cenderung salah dalam mengartikan nilai ini. Mereka berdemo habis-habisan dan membantai sesama dengan asumsi bahwa mereka melakukan kebaikan bagi bangsa ini dan menjalankan ajaran tuhannya. Padahal, di setiap agama pasti diajarkan kebaikan untuk saling mengasihi dan menuntut keadilan tanpa membantai satu sama lain.

Nilai Ketuhanan berkaitan erat dengan Nilai Kemanusiaan. Bagaimana mungkin orang yang mempelajari ilmu agama atau religi dapat berbuat jahat terhadap sesamanya meskipun terdapat perbedaan? Menghargai keyakinan masyarakat lain juga akan terwujud jika kita sanggup melaksanakan sikap adil bagi sesama kita yang memiliki perbedaan kepercayaan.

Masyarakat harus menjunjung sikap adil agar tercipta kesatuan antarwarga negaranya. Jika setiap masyarakat merasa diperlakukan adil oleh masyarakat lainnya, maka akan tercipta suatu persatuan yang diinginkan. Tidak ada lagi perselisihan bahkan pembantaian di dalam bangsa ini hanya karena terjadi perbedaan keyakinan ataupun pilihan. 

Semuanya akan saling menghargai dan menjaga satu sama lain. Moral-moral kemanusiaan dapat kembali ditegakkan jika Nilai Kemanusiaan dapat tertanam dengan baik pada setiap warga negara Indonesia, sehingga Nilai Persatuan pun dapat tercipta.

Demokrasi merupakan makna dan hakikat terpenting dalam sila keempat Pancasila. Demokrasi dalam arti umum yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. 

Apabila dijabarkan, demokrasi yang dimaksud adalah melibatkan seluruh bangsa dalam pemerintahan. Rakyat menentukan para wakilnya untuk duduk di pemerintahan dengan tujuan untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Kemudian esensi selanjutnya adalah pemusyawaratan. Artinya, mengusahakan putusan secara bulat, dan sesudah itu diadakan tindakan bersama. Bulat dalam artian hasil yang mufakat, artinya keputusan itu diambil dengan kesepakatan bersama. Dengan demikian berarti bahwa penentu demokrasi yang berdasarkan Pancasila adalah kebulatan mufakat sebagai hasil kebikjasanaan.

Esensi dari sila keempat Pancasila telah disalahgunakan oleh para pemimpin. Para wakil yang telah mengemban amanah dari rakyat justru membuat keputusan untuk keuntungan mereka sendiri. Mereka mengatasnamakan Pancasila ketika memimpin dan mengambil keputusan. 

Pemerintahan menjadi cenderung otoriter dan mengabaikan suara rakyat. Sehingga rakyat justru menderita dan kehilangan rasa percaya terhadap Pancasila. Inilah yang menyebabkan Pancasila dianggap bobrok.

Sebagai seorang pemimpin yang baik, sudah seharusnya tertanam nilai Pancasila yang sesungguhnya, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan mampu membawa kebaikan bagi rakyat. Ketika demokrasi telah mampu ditegakkan, Nilai Keadilan dapat dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia. 


Dengan memperbaiki esensi dan pemahaman masyarakat terhadap nilai Pancasila, kebobrokan yang terjadi di bangsa ini dapat dipulihkan kembali.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, memang tidak dapat dihindari terjadinya masalah ataupun munculnya goncangan. Namun, seperti halnya dalam membangun rumah, demikian juga dengan negara, negara harus didirikan dengan fondasi yang kokoh agar saat terjadi goncangan negara tidak akan goyah bahkan runtuh. 

Bagaimana menciptakan fondasi yang kokoh bagi Indonesia? Caranya, dengan mendalami setiap nilai yang terkandung dalam Pancasila dan merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Mungkin hal ini terlihat sepele, namun jika seluruh rakyat Indonesia mengamalkan hal tersebut, Pancasila akan berakar kuat dalam diri bangsa Indonesia dan memberikan kekuatan bagi bangsa untuk menghadapi setiap permasalahan yang ada.

Artikel Terkait