Seiring perkembangan zaman, Hampir semua orang saat ini tak terkecuali generasi milenial membutuhkan yang namanya internet. Internet tentu mengandalkan adanya sebuah jaringan yang lancar yang bisa didapat dengan provider 2 .

Sementara provider memasang jaringan mereka sesuai perkembangan teknologi yang ada dengan bantuan Kominfo. Mengikuti perkembangan zaman sekarang, jaringan 2G/3G sudah sangat langka dan ketinggalan. Namun jaringan 4G/5G belum bisa merata. Sampai saat ini Kominfo masih banyak protes dari masyarakat dikarenakan jaringan 4G didaerah mereka belum berfungsi.

Dalam 5 tahun terakhir masih ada beberapa daerah yang belum bisa dijangkau oleh kominfo untuk memberi jaringan 4G. daerah – daerah yang terpencil dan terpelosok masih sangat ketinggalan untuk menikmati perkembangan zaman yang ada.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengakui banyak mendapat keluhan mengenai masih banyaknya daerah yang belum tersentuh jaringan sinyal komunikasi (blank spot). Pemerintah, Johnny mengatakan, menerima banyak permintaan dari masyarakat dan pemerintah daerah berkaitan dengan kebutuhan digitalisasi dan dukungan untuk transformasi digital nasional.

"Saya mendapat permintaan permohonan dan harapan dari seluruh pelosok tanah air, bahwa di banyak wilayah masih blank spot, masih belum tersedia layanan sinyal 4G,” ujar Johnny dalam siaran pers saat Rapat Kerja Nasional Akselerasi Transformasi Digital Kementerian Kominfo, Rabu (24/2).

Blank spot sendiri adalah kondisi di mana suatu tempat tidak tersentuh atau tercover sinyal komunikasi. Baik untuk komunikasi analog seperti jaringan telepon atau komunikasi digital seperti jaringan internet. 

Bila suatu tempat terjadi blank spot, maka akan sulit terjadi komunikasi dua arah. Adanya blank spot tentu akan sangat merugikan sebagian pihak. Bukan hanya kerugian materi saja, tetapi juga bisa saja kehilangan data-data penting. Blank spot di Indonesia biasanya disebabkan oleh letak geografis serta kondisi cuaca yang tidak sama.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, terutama bagi pihak penyedia layanan komunikasi dan pemerintah. Cara tersebut di antara lain bisa dilakukan dengan memperkuat sinyal atau dengan menggunakan layanan VSAT.

Memperkuat sinyal

Memperkuat sinyal adalah pilihan yang paling banyak digunakan oleh penyedia layanan komunikasi untuk memperkuat sinyal yang ada. Cara yang dilakukan biasanya masih konvensional, yakni dengan membangun menara-menara BTS untuk mendistribusikan sinyal. 

Kemudian cara lainnya adalah dengan membangun kabel fiber optik. Kabel optik dinilai mampu lebih baik ketika mendistribusikan sinyal kepada pengguna, namun masih terkendala dari segi biaya karena cukup mahal.

Menggunakan layanan VSAT

Cara berikutnya yang bisa dilakukan oleh perusahaan, instansi, hingga pemerintah dalam menjangkau sinyal dan menghindari blank spot adalah menggunakan VSAT. 

VSAT merupakan akronim dari Very Small Aperture Terminal atau stasiun penerima sinyal dari satelit menggunakan antena. Keunggulan dari VSAT ini selain jangkauannya yang luas hingga mencakup setengah dari permukaan bumi, juga pemasangannya yang cepat.

Untuk mengatasi keluhan – keluhan yang ada, pemerintah menargetkan hingga akhir tahun ini untuk lebih dari 12.000 desa di Indonesia dapat tersambung ke jaringan 4G hingga dua tahun mendatang, demi mendorong transformasi digital.

Karena berdasarkan catatan yang ada per tahun 2022 ada 12.548 desa atau kelurahan di Indonesia yang belum terjangkau sinyal 4G, dengan rincian 9.113 lokasi yang berada di daerah terdepan, tertinggal dan terluar (3T).

Masyarakat Indonesia berhak untuk mendapatkan transformasi teknologi digital seperti yang sudah tercantum di dalam UUD 1945 tentang melindungi bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum dengan upaya meningkatkan Pembangunan infrastruktur seperti digital.

Kemudian untuk saat ini, daerah Jawa Timur sendiri untuk tahun 2022 ini, ditargetkan 3 Kabupaten yang tersebar di 10 Kecamatan meliputi 21 desa. Kabupaten tersebut yaitu Sumenep dan Tulungagung, dengan rincian Kabupaten Sumenep ada di Kecamatan Giliginting Desa Lombang, Kecamatan Talango Desa Jombang, sedangkan untuk Kabupaten Tulungagung ada di Kecamatan Tulungagung Kelurahan Kampung Dalem yang bekerjasama dengan 4 Provider untuk mengaliri jaringan internet di beberapa desa yaitu Telkomsel 5 desa , XL 10 desa, Indosat 4 desa dan Smartfren 2 desa.

Untuk provider Telkomsel sendiri berkomitmen dalam pembangunan Desa Non 3T sebanyak 5 Desa dengan target selesai tahun 2022. 5 Desa tersebut semua di Kabupaten Sumenep, 2 sudah tercover 4G yaitu Desa Sakala Kecamatan Sapeken, Desa Masakambing Kecamatan Masalembu dan 3 belum tercover dengan kendala supporting transmisi yaitu Desa Karamian, Desa Suka Jeruk dan Desa Masalima Kecamatan Masalembu.

Dari data yang ada. Jawa Timur termasuk dalam kategori daerah yang sudah banyak terjangkau oleh jaringan 4G ini. Terutama di kota – kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. 

Pada tahun 2015 Provider XL sudah mulai bisa di nikmati di daerah Surabaya, tahun 2016 Provider Smartfren di mayoritas daerah, tahun 2018 Provider Telkomsel membuat gerakan yang bertajuk “4G Everywhere” dengan lebih dari 2000 titik mendapatkan jaringan 4G LTE yang hingga saat ini tersisa 13,7% pelanggan yang belum bermigrasi ke jaringan 4G LTE.

Sampai saat ini, pemerintah sudah terus berusaha untuk mengupayakan agar semua daerah blank spot dapat terjangkau sinyal yang baik dan dapat mengikuti perkembangan dunia sekarang. Serta provider – provider yang ada membantu dengan terus mengajak dan memberi informasi untuk segera memperbarui jaringan mereka ke 4G LTE.