Komunitas kulit hitam (The Black Community) tidak selalu merupakan kelompok rentan terhadap Covid-19, jika kebanyakan dari kita beranggapan begitu. Akan tetapi, jika itu disebabkan Anda mendengar pemberitaan tentangnya, hal ini karena Komunitas Kulit Hitam telah tidak sejajar (unequal) terhadap akses kesehatan, bahkan sejak beberapa dekade. 

Beberapa kasus yang terjadi sebab dokter-dokter yang memeriksa di Rumah Sakit (RS) tidak percaya dengan indikasi penyakit atau simptom yang mereka derita atau periksakan.

Permasalahan layanan dan jaminan kesehatan yang buruk di Amerika Serikat, bagi komunitas kulit hitam di AS telah menjadi sorotan berbagai pihak, tidak hanya di Amerika Serikat akan tetapi juga di negara-negara lain. Padahal, di dalam Hukum HAM Internasional, hak atas kesehatan telah diatur.

Dokumen dari Artikel 12 dari ICESR, yang menjadi referensi penting artikel ini, menjelaskan bahwa the right to health atau hak untuk sehat bukanlah berarti hak untuk menjadi sehat. Akan tetapi lebih luas dari itu dalam konteks Hak Asasi Manusia, yakni tidak hanya hak akses terhadap kesehatan akan tetapi juga meng-underlying aspek-aspek penentu di dalam kesehatan, termasuk akses akan air bersih yang aman dan portabel, sanitasi memadai, kondisi kerja dan lingkungan hidup yang sehat serta pendidikan dan informasi terkait kesehatan.

Selain itu, dokumen lain yang mendukung hak atas kesehatan dapat ditemukan dalam perjanjian internasional International Labour Organization (ILO). Secara spesifik hak atas kesehatan diatur oleh Hukum HAM Internasional, Hukum Nasional (konstitusi), dan dari Hukum Internasional secara umum. Selain itu, Arikel 11 (1) dan 12 (1) dari ICESCR. Artikel 14 (2) dari Konferensi CEDAW menyebutkan:

"State parties shall take all appropriate measures to eliminate discrimination against women in rural areas in order to ensure, on a basis of equality of men and women, that they participate in and benefit from rural development and, in particular, shall ensure to women the right: (h) To enjoy adequate living conditions, particularly in relations to housing, sanitation, electricity, and water supply, transport, and communication(1)"

Senada dengan Artikel 24(2)(c) dari CRC yang juga menyebutkan bahwa: 

"State parties shall take appropriate measures to combat disaes and malnutrition, including within the framework of primary healthcare, through, inter alia,....the provision of adequate nutritious foods and clean drinking water".

Konsekuensi dari artikel ini kemudian adalah hak atas air juga merupakan bagian dari hak atas kesehatan.

Oleh sebab itu ketika berbicara tentang Black Lives Matter (BLM) (2) kita sedang berbicara lebih jauh daripada hanya persoalan tindakan brutal kepolisian. Kita berbicara tentang layanan dan jaminan kesehatan, rumah, dan tempat tinggal, pendidikan, dan ekonomi (3).

Diskriminasi rasial khususnya perbedaan warna kulit adalah salah satu persoalan yang muncul di Amerika Serikat, secara otomatis berhubungan dengan aspek ekonomi serta politik. Diskriminasi rasial, yakni diskriminasi berdasar warna kulit telah berlangsung sejak lama bahkan sejak tahun 1619(4). 

Tragedi penculikan seorang kulit hitam, seorang Angolan oleh orang kulit putih keturunan Portugis. Peristiwa ini telah menjadi simbol dan dianggap menjadi akar kekerasan warga kulit putih terhadap kulit hitam atau apa yang disebut sebagai African-American slavery roots (5). 

Pada tahun 2020, muncul gerakan berskala internasional, Black Lives Matter (BLM). Gerakan BLM ini adalah suatu gerakan yang diinisiasi Patrisse Culors (6) dengan Co-Founder Alicia Garza dari BLM, hal ini pertama kali muncul setelah peristiwa pembunuhan George Floyd oleh anggota kepolisian Amerika yang kini berstatus sebagai tahanan (7).  

Budaya dari law enforcement yang buruk di Amerika Serikat menempatkan polisi pada posisi dimana tidak semestinya. Polisi tidak seharusnya menjadi "first responders” dari semua krisis dan mereka tidak seharusnya mengambil reaksi paling pertama. 

Pekerja sosial (social workers), dokter, dan orang-orang di sektor pelayanan publik harusnya bisa menggantikan posisi yang kini dipegang oleh Polisi AS dan menyelesaikan isu-isu seperti masalah kesehatan mental (mental health crisis), kekerasan rumah tangga (domestic violance), dan kecanduan narkoba serta permasalahan tunawisma (homeless). Bagaimana untuk menciptakan realitas ini?

Prinsip Hak Asasi Manusia Universal mengakui kesetaraan antara manusia. Instrumen ini mendukung secara langsung apa yang dikatakan John Locks yang mengatakan bahwa setiap manusia, secara lahiriah bersifat bebas, setara dan mandiri sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh kekuasaan politik orang lain, tanpa keinginan dan persetujuannya. 

Instrument HAM internasional, yakni Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) tahun 1948 serta Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa (Piagam PBB) 1945 adalah sekaligus hukum internasional yang berlaku dan mengikat secara Universal. Ketentuan di dalam DUHAM(8).

Lock's Second Treatics of Civil Government reasoned that since nature law, determined that the individual's right to life, liberty, and prosperity were at the center of social existence, the powers of the ruler should be limited to enacting laws that protected these rights. In exchange for obedience to the ruter, the souvereign individual was offerred the condition to pursue private interests unhindered within civil society. The role of government is therefore to act the guardian of liberal rights, to protect the citizen from threats that impede the excercise of freedom in the private sphere, and to secure the operation of the market. (Antonim Wagner. "Redifining Citizenship for the 21st Century: From the National Welfare & state to the UN - Global Compact"(9). 

Lebih jauh fungsi dari Deklarasi HAM Universal adalah untuk mengartikulasikan norma-norma dasar etis yang memberi keutamaan pada aktivitas ekonomi yang tidak dapat dipisahkan, tidak dapat dicabut. Konseptualisasi “manusia” dalam Hak Asasi Manusia juga mencerminkan mode produksi yang dominan. 

Semakin banyak organisasi non-pemerintah yang berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Dimana PBB telah memberikan prioritas tertinggi, menawarkan bukti paling nyata dari elemen “bantuan kemanusiaan” yang dibutuhkan tersebut. 

Antonio Gramsci juga mendorong konsep moral universal ini. Menurut Gramsci, ada hubungan antara dominasi kelas, moral universal dan dalam konsep hegemoni. Meskipun penggunaan koersif atau kekerasan digunakan. Hal itu tidak menjamin suatu keberlangsungan hegemoni. 

According to Gramsci, the long term prospect for class domination depend upon creating a consensual order to which the general popular sibscribed, while coercive forces remains a vital uncescion alone cannot guarantee a hegemon's longefity (10).

Dominasi sumber produksi oleh Anglosaxon atau kelompok masyarakat kulit putih mengakibatkan dominasi alat produksi dan menyebabkan terjadinya eksploitasi kapitalis. Dimana kelas-kelas pekerja yang dahulunya ditempati oleh penduduk atau lebih banyak masyarakat kulit berwarna dan kulit hitam menempatkan mereka untuk tidak memiliki opsi selain menerima aturan-aturan dan juga pertukaran barang dan jasa yang men-support kepentingan-kepentingan capital (11). 

Cara yang dapat diambil adalah dengan apa yang disebut sebagai de-prioritoze law enforcement. Penjalasannya adalah dengan mengakhiri militerisasi berlebihan atas Komunitas Kulit Hitam (Black Community) dengan cara mengakhiri Departement of Defense 1033, COPS (Community Oriented Polizing Service) yang disponsori oleh Byarne JAG (Justice Assistant Grant) (13).

Beberapa usaha yang dilakukan para demonstran adalah menurunkan simbol-simbol kekerasan terhadap komunitas kulit hitam. Upaya masyarakat AS di luar penuntutan Kongres Amerika agar dapat melakukan de-policizing komunitas kulit hitam melalui pembubaran tugas Departemen Kepolisian 1033 adalah dengan melakukan aksi protes. 

Untuk pertama kalinya patung Colombus diturunkan di Amerika Serikat (14). Berlangsung sejak 25 Juli 2020. Colombus yang lebih sering disebut di ATLAS untuk siswa Sekolah Dasar sebagai penemu Benua Amerika sebenarnya adalah simbol penjajahan orang kulit putih atau Anglosaxon terhadap kulit berwarna di kala itu, yakni penghuni asli Benua Amerika, yakni Suku Indian. 

Suku Indian sebagai penduduk asli dan kini sering disebut sebagai native, terdiri dari bersuku-suku atau tribe. Mereka digolongan ke dalam kulit berwarna atau kulit hitam seperti keturunan African-American dalam perjuangan kelas #BlackLivesMatter yang kini didengar di seluruh dunia. Mereka senasib dan mengalami beban yang sama dalam menghadapi tekanan pemerintah federal dan diskriminasi rasial terstruktur di Negara Paman Sam. 

Perusahaan kosmetik L'Oreal Paris, asal Prancis mengumumkan bahwa mereka menghapus kata-kata seperti whitening (memutihkan) dari produk-produknya (15). Kebijakan ini sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan #BlackLivesMatter. L'Oreal mengikuti perusahaan multinasional lainnya seperti Unilever, Johnson, dan Mars yang menanggapi Gerakan Black Lives Matter (BLM). Demonstrasi George Floyd bertajuk Black Lives Matter (BLM).

Saya agak emosional mendengar berita ini. Sebab, maenstreaming "kulit putih" yang didukung oleh produk-produk kosmetik dengan promosi mengandung whitening lebih dulu ada bahkan sejak saya belum dilahirkan. Ini terjadi dalam obrolan masyarakat kita dan di masyarakat orang Jawa sekalipun, bahwa maenstream cantik adalah kurus, tinggi, langsing (kutilang) dan putih. 

Sementara perawakan orang Jawa dan Nusantara pada umumnya yang hidup di daerah tropis adalah tidak kurus, tidak tinggi, dan langsing, serta tidak putih (kulit coklat, berwarna, atau sawo matang). Terutama lagi orang Timur pun juga orang Papua. Revolusi ini adalah sangat besar dan menyentuh hati banyak orang. 

Mengacu pada analisis dan pernyataan Gramsci, bahwa tidak selalu penggunaan koersif atau kekerasan dapat melanggengkan suatu sistem hegemonik. Selain itu adanya jaminan keadilan dan kesetaraan yang diatur oleh Hukum Internasional dan Hukum HAM Internasional. Kita patut optimis pada gerakan #BlackLivesMatter ini. 


[1] Jeffrey F.Addicott. 2012. Globalization, International Law, and Human Rights. Oxford Press. Hlm 22.

(2) Black Lives Matter. https://blacklivesmatter.com/news/. Diakses 2 Agustus 2020.

(3) Ibid

(4) History. 2020. Black History Milestones: Timeline. Dalam https://www.history.com/topics/black-history/black-history-milestones. Diakses 2 Agustus 2020.

(5) Ibid

(6) Patrisse Culors adalah pendiri Gerakan Black Lives Matter. Gerakan ini dikenal melalui tagar #blacklivesmatter di berbagai kanal media sosial seperti Instagram dan Twitter. Patrisse Culors sempat mengalami bullying dan persekusi oleh orang-orang kulit putih yang memanggilnya teroris. Lihat Youtube. Times. 2018. Patrisse Culors On The History of Black Lives Matter Movement and Iis Political Future. Dalam  https://www.youtube.com/watch?v=nwFq_MnaGds.  Diakses 3 Agustus 2020.

(7) Ibid. 

(8) ACLU. 2020. Congress: End Police Militarization and Over Policing In Our Communities Now. Dalam https://action.aclu.org/send-message/congress-end-police-militarization-and-over-policing-our-communities-now. Diakses 2 Agustus 2020.

(9) Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. 2020. Lihat http://gardan-indo.tripod.com/duham.html. Lihat Deklarasi Universal Hak Asasi (DUHAM). 2020. Komnasham Press. Lihat https://www.komnasham.go.id/files/1475231326-deklarasi-universal-hak-asasi--$R48R63.pdf. Diakses 2 Agustus 2020.

(10) Tony Evans. Human Rights in the Global Political Economy Critical Process. Oxford Press. 

(11) mengatakan bahwa manusia dilahirkan bebas dan setara dalam martabat dan hak. Semua manusia berhak atas hidup, kebebasan, dan keamanan pribadi. International journal of Social Welfare 13 (2004). Tony Evans Human Rights in the Global Political Economy Critical Process.  

(12) Ibid 

(13) Ibid

(14) Aksi Protes Membuahkan Hasil, Dua Patung Colombus Diturunkan. 2019. Dalam https://www.kompas.com/global/read/2020/07/25/070120670/aksi-protes-membuahkan-hasil-dua-patung-columbus-diturunkan. Diakses 2 Agustus 2020.

(15) Kompas. 2020. "Dukung Gerakan Black Lives Matter, L'Oreal Hapus Kata Whitening di Produknya". Dalam https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/global/read/2020/06/28/150720270/dukung-gerakan-black-lives-matter-loreal-hapus-kata-whitening-di. Diakses 3 Agustus 2020.