Menjadi mahasiswa baru angkatan “CORONA” sudah pasti ada sukadukanya. Sukanya adalah dapat kenal dengan teman baru dari berbagai wilayah dan latar belakang yang berbeda walaupun via online, belajar berorganisasi dengan mengikuti kepanitiaan, dan memperoleh ilmu baru dari bapak/ibu dosen.

Mari kita kesampingkan terlebih dahulu sukanya dan mari kita bahas duka kuliah daring. Jika dilihat dari dukanya, kita diharuskan kuliah setiap hari di depan layar monitor. Apalagi jika terkendala koneksi dan juga perangkat yang kita gunakan tidak memadai sehingga membuat kita badmood.

Kendala ini pasti sering dirasakan saat kuliah online. Kondisi internet tentu berbeda di setiap daerah. Bagi yang tinggal di  perkotaan hal ini mungkin tidak menjadi masalah besar, namun bagi yang tinggal di daerah yang minim akses internet, pasti menjadi masalah yang sangat mengganggu proses perkuliahan.

Terlepas dari berbagai duka dalam menghadapi beratnya perkuliahan online bagi kita semua bukan hanya mahasiswa baru, tapi untuk semua mahasiswa baik yang sedang KRS, menyusun proposal, penelitian, tugas akhir dan skripsi. Ternyata terdapat juga keuntungan yang dapat diperoleh dari kuliah online tersebut.

Keuntungan dari kuliah online antara lain perkuliahan bisa dilakukan kapan pun dan di manapun kita berada, dapat belajar berbagai teknologi, bisa lebih hemat waktu dan tenaga, lebih efisien dan yang paling enak adalah bangun tidur tidak perlu mandi cukup dengan menggosok gigi dan mencuci muka.

Sekarang kita harus kembali mengingat tujuan awal berkuliah. Apa tujuan kita ?, Apa yang ingin kita dapatkan? Siapa yang ingin kita bahagiakan ? Saya selalu ingin menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi orang lain, mempelajari hal-hal baru, memiliki softskill yang baik, dan menjadi kebanggaan kedua orang tua.

Kuliah mungkin berat, apalagi dimasa pandemi seperti saat ini kita diharuskan berkuliah secara daring setiap hari. Akan tetapi apabila kita bertekad dan bekerja keras degan giat belajar, memperluas relasi, meminta doa kepada Allah dan orang tua maka berkuliah bukanlah hal yang sulit untuk kita jalani.

Tahun 2021 merupakan tahun yang sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Segala kegiatan di berbagai sektor harus merombak ulang kebijakan agar sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak terkecuali sektor pendidikan pun harus menerapkan sistem daring demi meminimalisir penyebaran COVID-19.

Hal ini juga berdampak pada mahasiswa dan calon mahasiswa di semua perguruan tinggi, termasuk  saya sendiri sebagai mahasiswa baru di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pada saat ini saya dan keluarga sangat merasakan dampaknya karena keluarga saya bekerja di sektor pertanian.

Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi karena pertanian merupakan salah satu pemasok utama bahan pangan. Akan tetapi turunnya daya jual masyarakat, menjadikan bahan baku makanan tersebut tidak terbeli. Sehingga terjadi penurunan ekonomi pada sektor pertanian. 

Maka dari itu saya sebagai mahasiswa perlu kreatif dan inovatif dalam membantu keluarga dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian. Ada banyak usaha yang bisa dijadikan acuan agar kita bisa bertahan di tengah pandemi seperti ini. 

Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah menanam rempah-rempah. Kita tahu bahwa tanaman rempah rempah banyak dicari sebagai bahan baku jamu, obat-obatan dan bumbu masakan karena manfaatnya bagi kesehatan.

Permintaan rempah-rempah di seluruh dunia pun meningkat dan harga jualnya juga stabil sehingga prospek  budidaya rempah-rempah sangat bagus kita usahakan. Ada banyak jenis rempah rempah yang dapat kita budidayakan seperti jahe, kunyit, merica, pala, bawang merah, dan masih banyak lagi.  

Di masa pandemi seperti sekarang ini selain untuk bumbu masakan, rempah rempah juga bisa digunakan untuk membuat aneka minuman penghangat tubuh baik nantinya kita konsumsi sendiri atau bisa juga kita jual sebagai jamu tradisional. 

Tidak perlu khawatir, pada zaman modern ini kita dapat memanfaatkan berbagai media online untuk memasarkan produk yang telah kita buat tersebut. Ada banyak situs situs online untuk kita berjualan misalnya instagram, facebook, tokopedia, bukalapak dan lain lain.

Ada banyak sekali jenis rempah-rempah yang masing-masing memiliki ciri khas dan manfaat tersendiri bagi tubuh. Beberapa orang menggunakan rempah-rempah sebagai minuman alternatif yang dipercaya dapat membantu menaikkan suhu  tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh. 

Rempah-rempah tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga merangsang sirkulasi darah, membuang kelebihan air dari tubuh, menurunkan glukosa dalam darah, menangkal infeksi virus dan bakteri, dan juga memperkuat sistem imun tubuh. 

Dari situ kita dapat menghasilkan uang selama pandemi ini untuk memenuhi kebutuhan  kita sehari-hari. Jangan biarkan pandemi menjadi alasan untuk kita bermalas malasan. Jika kita  menjalankan usaha ini dengan serius, pandemi  tidak akan lagi mengganggu pekerjaan kita atau mempengaruhi situasi perekonomian.