3 tahun lalu · 1896 view · 2 menit baca · Ekonomi Santriwati.jpg
Foto: minhaajurrosyidiin

Bisnis Kaum Santri

Pondok pesantren selama ini identik dengan pendidikan agama. Asumsi ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Pada awalnya memang pondok pesantren didirikan dan dikembangkan dalam rangka memberikan kesempatan kepada kaum muslimin untuk memperdalam agama Islam. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu dan kebutuhan masyarakat, pondok pesantren berhasil memperluas kiprahnya diberbagai bidang, termasuk bidang sosial ekonomi.

Penelitian saya tahun 2010 yang lalu menunjukan temuan bahwa pondok pesantren juga memiliki kiprah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Propinsi Jawa Timur.

Pesantren ini selain berhasil membangun sistem pendidikan dinniyah salafiyah, juga telah berhasil membangun dengan baik ekonomi dan pengembangan masyarakat. Salah satu tolok ukur keberhasilan Sidogiri membangun ekonomi pesantrenya adalah laporan keuangan koperasi pondok pesantren tahun 2015 sebesar Rp. 1,3 Trilyun.

Keberhasilan Sidogiri dalam bidang ekonomi ini menarik untuk kita diskusikan dalam tulisan singkat ini dari beberapa aspek, diantaranya aspek pendidikan, aspek manajemen dan aspek sosial. Dalam aspek pendidikan, Sidogiri telah berhasil memasukan muatan kurikulum ilmu ilmu ekonomian pada pendidikan madrasah dinniyahnya.

Madrasah dinniyah Sidogiri membagi jenjang pendidikan ke dalam tiga jenjang yaitu Ula, Wustho dan Ulya. Pada jenjang Ulya atau Aliyah, santri dijuruskan ke dalam tiga fan atau jurusan yaitu syariah (hukum Islam), dakwah, dan mu'amalah (ekonomi Islam). Jurusan mu'amalah inilah yang dikader untuk mengembangkan koperasi pondok pesantren sebagai organisasi bisnis.

Dari aspek manajemen, pesantren Sidogiri telah berhasil membangun sistem manajemen yang cukup baik. Pesantren telah memberdayakan civitas pondok untuk berkontribusi pada pengembangan pondok pesantren terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Salah satu peran yang penting dilakukan oleh para Kyai.

Selain mengasuh santri dalam belajar ilmu agama, Kyai juga menjadi penggerak, pengawal  dan pengawas roda ekonomi pondok pesantren. Salah satunya motor penggerak manajemen ekonomi pondok pesantren ini adalah KH. Mahmud Ali Zain.

Selain peran pengasuh, para guru, pengurus pondok, santri dan alumni juga berkontribusi dalam pengembangan perekonomian pondok. Salah satu keberhasilan yang diperoleh dari usaha ini koperasi pondok pesantren ini ditetapkan sebagai koperasi pondok pesantren terbaik di Indonesia selama lima tahun ini.

Dalam bidang sosial, pesantren ini telah berhasil membangun jaringan ekonomi, pendidikan dan dakwah. Cabang cabang lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Sidogiri tersebar di seluruh Indonesia. Begitu juga dengan lembaga bisnisnya. Koperasi pondok ini memiliki ratusan cabang di seluruh Indonesia yang dapat menyerap tenaga kerja, menggerakan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Belajar dari Sidogiri ini, maka kita dapat memutus anggapan yang salah selama ini, bahwa pesantren dan kaum santri tidak bisa berbisnis. Sidogiri telah berhasil membuktikan kepada masyarakat, bahwa kaum sarungan ini bisa berbisnis sejalan dengan mengaji dan berdakwah. Bisnis, mengaji dan berdakwah, bisa dilakukan dengan seiring sejalan, sebagaimana dicontohkan oleh pondok pesantren ini. Semoga menginspirasi.