Industri drama Korea memang tidak pernah kehabisan akal untuk mengeksplorasi ide cerita dari berbagai lini kehidupan. Setelah hingar bingar Squid Game yang membuat saya penasaran selesai ditonton, seminggu kemudian saya beralih ke drama yang sudah dirilis hampir setahun yang lalu. Birthcare Center, sebuah drama yang menyajikan tentang perempuan dan pengalamannya.

Terkadang kehidupan bisa memberikan kejutan yang tidak kita inginkan. Begitulah kiranya perasaan Oh Hyun Jin yang diperankan oleh Uhm Ji Won ketika mendapati dirinya hamil di usia 42 tahun dan tengah berada di puncak karirnya sebagai direktur pelaksana termuda di perusahaan pemasaran. Kehamilan tidak diinginkan saat itu seakan membuatnya nelangsa.

Mau tidak mau, tubuhnya harus menerima kehadiran buah hati tersebut dan tetap berkutat dengan kesibukannya menjadi wanita karir. Serial 8 episode ini mengambil perspektif Oh Hyun Jin yang membagikan pikiran dan perasaannya lewat monolog saat akan dan sudah menjadi seorang ibu.

Setelah menontonnya kita bisa menyimpulkan bahwa kehamilan yang dialami oleh Oh Hyun Jin dapat dikategorikan sebagai KTD atau Kehamilan Tidak Diinginkan. Meskipun ada monolog yang mengatakan bahwa dirinya mengharap kehamilan dan promosi jabatan namun ia tidak berharap keduanya datang bersamaan. Dokter mengatakan kehamilan dirinya adalah sebuah keajaiban. Sebab di usia yang tidak lagi muda untuk orang hamil sel telur Oh Hyun Jin tidak tersisa banyak untuk bisa melakukan pembuahan.

Kasus pada Oh Hyun Jin, sejalan dengan apa yang dikutip oleh Ismarwati (2017) dalam jurnalnya  yang menyebutkan ada banyak faktor penyebab terjadinya KTD diantaranya umur tua, pemerkosaan, kehamilan diluar nikah, anak sudah banyak, kondisi sosial ekonomi yang rendah, kegagalan alat kontrasepsi, suami tidak bersedia menerima kehamilan lagi, kondisi kesehatan ibu, dan lain sebagainya.

Melansir Kompas.com dari United Nations for Fund Population Activities (UNFPA) menyebutkan ada perkiraan 15 juta kehamilan tidak diinginkan secara global selama pandemi Covid-19. Hal tersebut disebabkan karena sulitnya akses program kontrasepsi di tengah pandemi Covid. Selain itu kepala BKKBN, Hasto Wardoyo pada Januari 2021 silam dikutip dari Antaranews mengatakan sebanyak 12 persen pasangan suami istri di Indonesia memiliki anak tanpa terencana atau tak diinginkan.

Pada kasus KTD sangat mempengaruhi kesiapan seorang perempuan untuk menjadi ibu. Pendidikan prenatal dinilai penting sebagai bekal dasar. Oh Hyun Jin sering bergolak dengan pikirannya sendiri bahwa hamil dan melahirkan adalah proses yang menyiksa. Disinilah peran Serenity nama sebuah Birthcare Center yang menjadi wadah untuk menaungi ibu-ibu pasca persalinan.

Jika di Indonesia Serenity hampir serupa Posyandu atau pos pelayanan terpadu. Hanya saja Posyandu tidak memiliki fasilitas selengkap Serenity di Birthcare Center. Drama ini cukup mewakili kenyataan tentang pengalaman perempuan dan reaksi orang-orang di sekitarnya pasca melahirkan. Dunia perempuan jungkir balik hingga 180 derajat saat mendapati dirinya telah menjadi ibu dan memiliki bayi kecil.

Sama halnya dengan apa yang dirasakan Oh Hyun Jin, dia yang sebelum melahirkan adalah seorang wanita tangguh dan cerdas lalu berubah menjadi wanita ‘gelas kosong’ yang butuh asupan pengetahuan untuk jadi ibu yang baik.

Banyak hal yang disorot oleh Birthcare Center. Karakter seperti Eun Jeong yang diperankan oleh Park Ha Sun adalah seorang perempuan yang terobsesi menjadi ibu yang sempurna. Ia menjadi magnet bagi ibu-ibu di sekitarnya karena dinilai sudah profesional dalam mengurus anak.

Kemudian ada Lee Roo Da yang diperankan Choi Ri, menjadi perempuan paling muda di Serenity. Kehamilannya juga tidak terencana. Sehingga setelah melahirkan ia tidak begitu mau membebani dirinya untuk terlalu fokus mengurus bayinya seperti memberi ASI eksklusif.

Tidak jarang pula para ibu di Serenity saling adu mulut dan berdebat untuk menentukan apa yang terbaik bagi sang buah hati. Mulai dari menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga, ASI atau Susu formula, hingga ‘perang’ mencari pengasuh.

Untuk mereka yang sudah punya anak menonton serial Birthcare Center mungkin bisa menjadi kilas balik yang menarik. Sedangkan bagi yang belum punya anak, Birthcare Center akan menjadi sejumput bekal yang bermanfaat. Pasalnya pengalaman-pengalaman yang dipaparkan dalam cerita cukup dekat dengan kenyataannya.

Seperti pengalaman fase menyusui, Oh Hyun Jin cukup merana karena ASI-nya tidak selancar ibu-ibu lainnya. Belum lagi ketika dia mengalami mastitis atau infeksi pada jaringan payudaranya. Padahal kita tahu ASI adalah makanan terbaik bagi bayi setidaknya hingga ia berumur enam bulan. WHO juga tidak merekomendasikan pemberian susu formula pada bayi jika bayi tidak mengalami indikasi medis tertentu dimana bayi tidak bisa mencerna ASI.

Pada akhirnya semua yang dibutuhkan ibu setelah melahirkan adalah lingkungan yang suportif. Para ibu di Birthcare Center datang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mereka semua memiliki impian. Meskipun harus ditangguhkan karena memiliki anak.

Birthcare center juga penting untuk ditonton laki-laki, terlebih bagi mereka yang berencana memiliki anak. Tokoh Kim Do Yoon (suami Oh Hyun Jin ) yang di perankan Yoon Park seperti menjadi sosok ideal seorang suami yang siap memiliki anak. bertanggung jawab tidak hanya sekadar finansial tetapi selalu mencoba membersamai istrinya yang sedang di masa sulit.

Akan tetapi melihat bagaimana nyamannya fasilitas yang disediakan Serenity. Tetap saja jika ada tempat demikian di kenyataan maka hanya kalangan menengah ke atas yang bisa mengaksesnya. Artinya secara realita bagi ibu-ibu dengan keterbatasan ekonomi hanya bisa membayangkan nikmatnya saja.

 Lebih dari itu drama ini sukses membawakan pesan-pesan yang perlu diambil bagi penonton. Bahwa memiliki anak artinya kita juga akan menciptakan dunia baru dan kita perlu bertanggung jawab dengan baik. Karena itulah yang dikatakan Kahlil Gibran dalam puisinya “Anakmu Bukanlah Milikmu, Mereka adalah anak-anak kehidupan"