Penikmat Kopi Senja
1 tahun lalu · 60 view · 3 menit baca · Politik 92024_15147.jpg
travel.detik.com

Bersyukur Memiliki Indonesia

Saya dilahirkan bukan dari keluarga bangsawan dan hartawan namun saya bersyukur dilahirkan di Indonesia. Setelah lahir langsung memiliki utang, sebuah kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan. Walaupun yang berhutang para pejabat negara saat itu namun saya percaya itu demi kelangsungan hidup Indonesia.

Saya bersyukur hidup dinegeri yang dianugerahi ragam bahasa, suku, dan agama. Keragaman itu membuat saya banyak bersyukur, setidaknya dua bahasa daerah bisa saya kuasai. Teman-teman saya pun tidak semuanya se-agama, dalam hal ini saya juga sangat bersyukur karena menambah keimanan saya pada agama yang saya anut.

Saya bersyukur banyak koruptor di Indonesia, mengapa? Korupsi merupakan kejahatan besar, itu artinya Tuhan memberi amanah kepada kita untuk melakukan kebaikan besar guna mengalahkan kejahatan besar.

Saya bersyukur memiliki Indonesia, sebuah negeri kaya akan sumber daya alam. Kalaupun hari ini sumber daya alam masih dikuasai Asing, hal itu menjadi tugas kita bersama merebutnya kembali. Itu artinya perjuangan belum berakhir, peluang menjadi pahlawan masih ada.

Sebagai sebuah negara yang akan menjadi super power, wajar bila rintangan terus datang memenuhi teras dan ruangan Indonesia. konsekuensi itu harus dihadapi Indonesia bukan dihindari dengan memecah belah negara. 

Persoalan kemiskinan, pengangguran, korupsi, gizi buruk, banjir, macet, kriminalitas, dan ribuan persoalan lainnya merupakan gejala umum yang pernah dirasakan semua negara. Lalu ada negara yang berhasil mengatasinya dan menjadi negara maju. Ada pula yang kalah, dan akhirnya menjadi negara pecundang sekaligus boneka negara tamak.

Persoalan-persoalan yang dihadapi Indonesia hari ini akan memberi pilihan pada kita; menjadi negara maju atau negara pecundang. Bila ingin menjadi negara pecundang maka isu perbedaan harus dibesarkan bahkan dijadikan dalil untuk saling benci hingga saling bunuh. Selain itu, ikut berperan aktif dalam melakukan korupsi, keculasan dan perbuatan-perbuatan jahat lainnya.

Namun bila ingin Indonesia menjadi negara pemenang, negara maju bahkan super power maka tularkan, viralkan, sebarkan, semai, tumbuh dan kembangkan kebaikan. Kita harus melihat perbedaan sebagai peluang sekaligus kekuatan kita sebagai sebuah negara berdaulat, merdeka, dan akan menjadi pusat studi peradaban dunia nantinya.

Sekolah dan Universitas di Indonesia nantinya akan menjadi destinasi pelajar, doktor, bahkan professor untuk belajar. Mata uang Indonesia akan menjadi mata uang terkuat, kebijakan ekonomi dunia akan bergantung kebijakan ekonomi negara kita.

Tekhnologi dan sains kita menjadi rujukan negara-negara didunia. Peralatan militer kita menjadi yang terbaik sehingga setiap bulannya selalu ada pemesannya. Kita juga menguasai tekhnologi luar angkasa, tekhnologi handphone, komputer, dan peralatan harian yang digunakan manusia.

Saya percaya masa itu akan datang, lalu kapan? Pertanyaan ini harus kita jawab bersama, menjawabnya dengan sikap dan perbuatan serta kerja nyata untuk merancang masa depan Indonesia. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan bersyukur memiliki Indonesia. Lalu mencintai Indonesia sehingga kita rela berkorban demi Indonesia.

Manifestasi cinta dapat kita wujudkan dengan mencintai penghuni Indonesia, apapun suku dan agamanya. Rasa cinta itu akan memberi kita semangat persatuan demi bangsa dan negara. Bersama-sama merancang dan mempersiapkan masa depan bangsa. 

Para pemecah belah bangsa harus dijadikan musuh bersama, mereka adalah virus yang menyebabkan bangsa "sakit". Para koruptor harus kita beri sanksi, tak cukup dengan hukum negara. Hukum sosial, adat, harus kita berikan kepada mereka yang melakukan korupsi.

Sembari mengatasi semua persoalan bangsa, kita harus siapkan generasi penerus dengan sebaik mungkin. Generasi yang cinta sesama, tidak teracuni hoaks, generasi yang bersyukur memiliki Indonesia dan mencintai tanah airnya.

Kita berharap sekolah-sekolah kita ikut menyiapkan generasi tersebut. Tentu tak boleh hanya menjadi tanggung jawab sekolah, orang tua dan lingkungan punya tanggung jawab yang sama. Mari bersyukur memiliki Indonesia, negeri yang kaya wacana dari pada tindakan nyata.

Indonesia harus kita banggakan dengan menjadikannya sebagai negara terbaik didunia. Negara paling damai, aman, sejahtera dengan terciptanya masyarakat adil dan makmur. Butuh rasa syukur yang dibarengi cinta agar Indonesia dapat sejajar bahkan melebihi negara lain.

Indonesia punya segalanya, jangan dianggap remeh. Indonesia punya potensi mengalahkan negara mana pun diatas muka bumi ini. Saya bersyukur memiliki Indonesia, anda bersyukur memiliki Indonesia, mereka juga demikian. Lalu mengapa kita harus saling hujat, caci, maki, bentrok, dan tindakan kekerasan lainnya.

Mari menjadi pribadi, kelompok, dan bangsa yang cerdas. Bangsa yang tak mempan diprovokasi merusak dengan dalil apapun. Seorang pribadi yang akan melawan provokasi dengan senyum dan argumen cerdas. Jika kita ingin menjadi negara pemenang maka rasa syukur mutlak kita miliki karena dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia. Aku bersyukur memiliki Indonesia, bagaimana dengan anda?