Setiap orang pasti ingin bahagia dan setiap orang pasti selalu mencari cara untuk mendapatkan kebahagiaan. Mendapatkan kebahagiaan itu sederhana yaitu dengan bersyukur. Bersyukur atas apa yang kita punya dan berterima kasih atas segala yang Tuhan berikan.

Mengucap syukur ketika bahagia tentu terasa sangat mudah. Namun, ketika kita sedang merasa sedih, gagal, kecewa, dan saat semua orang tidak peduli, bersyukur terasa sangat berat. Padahal, ketika kita merasa sangat terpuruk, satu hal yang dapat mengangkat kita untuk kembali semangat adalah rasa syukur.

Merasa bersyukur sebenarnya mudah, tapi sering dilupakan. Banyak tantangan yang setiap hari kita lewati dan jika tidak hati-hati maka kita sendiri akan tenggelam dalam ketidakbahagiaan yang berujung depresi.

Rasa syukur adalah obat dari ketidakbahagiaan yang kita rasakan. Dengan bersyukur, kita dapat menghargai apa yang kita punya dan mengalihkan perhatian dari apa yang kita tidak punya. Rasa syukur dapat menjauhkan kita dari emosi, depresi, dan toxic lainnya.

Seseorang yang bisa bersyukur secara rutin, maka dia akan lebih sehat secara psikis, optimistis, happy, dan murah hati. Lalu bagaimana cara melatih rasa syukur itu?. Cara kecil melatih rasa syukur adalah dengan menulis tiga hal yang dapat kita syukuri setiap hari.

Tulisan tersebut dapat berupa ucapan terima kasih untuk diri sendiri ataupun apa yang sudah kita didapatkan hari ini. Ucapan syukur bisa dimulai dari bangun tidur, ketika Tuhan masih memberikan kesempatan menghirup nafas, maka bersyukur. Ungkapan syukur lainnya, seperti :

“Terima kasih hari ini, telah berusaha yang terbaik”

“Terima kasih telah bekerja dengan baik dalam kelompok, hingga teman-teman dan dosen memberikan apresiasi pada presentasi hari ini”

“Tuhan , terima kasih karena telah memberikan panca indera yang berfungsi dengan baik sampai detik ini”

Jika mencari tiga hal yang dapat disyukuri terasa sulit, kita dapat mencari satu hal yang dapat kita syukuri setiap harinya. Karena, sejatinya rasa syukur ibarat otot. Semakin dilatih maka akan semakin kuat.

Cara melatih rasa syukur adalah dengan melihat kehidupan orang-orang di bawah kita. Melihat orang-orang yang kehidupannya jauh dari kata enak, tetapi mereka dapat bersyukur. Satu pengalaman yang menjadi pelajaran dalam hidup saya ketika saya bertemu seorang kakek penjual kacang.

Saya bertemu dengan kakek tersebut, ketika saya pergi berbelanja. Di depan toko tempat saya belanja, saya melihat seorang penjual kacang yang usianya bisa terbilang sudah tua. Selesai belanja, saya menghampiri kakek tersebut sekedar bertanya dan membeli jualannya.

Panggil saja kakek tersebut, Kek Amir. Usia kakek tersebut kurang lebih sudah 70 tahun, tetapi masih berjalan jauh untuk berjualan. Saya sempat bertanya, mengapa di usia yang seharusnya sudah beristirahat di rumah, Kek Amir masih berjualan.

Kurang lebih saya bertanya seperti ini :

“Maaf sebelumnya Kek Amir, jika saya boleh tau kenapa Kek Amir masih jualan, kenapa tidak ikut anak atau beristirahat di rumah untuk menikmati masa tua?”

Kek Amir menjawab :

“Saya berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup saya nak, tidak enak jika merepotkan anak-anak saya. Saya mempunyai anak, tetapi tidak ada dari mereka yang perhatian kepada saya. Saya hanya hidup sendiri karena istri saya sudah meninggal.”

Perasaan terkejut mendengar jawaban Kek Amir sekaligus ada rasa marah ketika mendengar seorang anak yang tidak memberikan perhatian kepada ayahnya. Kehidupan saya terbilang cukup, namun rasa syukur saya masih sangat jauh dari rasa syukur Kek Amir.

Meskipun kehidupan yang dijalani Kek Amir berat, tetapi rasa syukur mengalahkan rasa khawatir akan kehidupan yang dijalaninya. Kek Amir percaya bahwa rezeki sudah diatur Tuhan, tinggal bagaimana hamba-Nya menjemput rezeki tersebut.

Bahagia bukan berasal dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang bisa kita syukuri. Ketika setiap hari hanya melihat kehidupan orang yang jauh lebih enak dari kita, maka tidak akan ada bahagia. 

Hanya perasaan iri dan tidak puas yang akan dirasakan ketika hidup hanya menatap pada apa yang orang lain miliki. Bagaimanapun kehidupan kita pasti akan ada orang yang kehidupannya jauh sulit dari kita. 

Bersyukur ketika masih memiliki keluarga lengkap, karena jauh dari kehidupan kita ada yang merindukan keluarganya yang terlebih dahulu meninggalkan. Bersyukur karena masih diizinkan memiliki rumah, karena banyak di luar sana yang tinggal tidak menetap, di depan toko atau di bawah jembatan.

Bahagia itu sederhana. Salah satunya dijemput dengan bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini. Hidup ini indah, asal kita dapat menghargainya. Menghargai kehidupan adalah dengan tidak menghabiskan banyak waktu untuk mengeluh dan membandingkan hidup kita dengan orang lain.

Mengeluh dan membandingkan apa yang kita miliki dengan yang orang lain miliki hanya menjadikan kita tertekan. Bersyukur akan membawa kita pada kebahagiaan. Hidup yang baik berawal dari pikiran yang baik.

Terkadang kita perlu mengambil waktu sejenak untuk berpikir bahwa sebenarnya kita lebih beruntung dari orang lain di luar sana. Sesulit apapun yang kita lalui dan seberat apapun cobaan yang kita jalani ketiak masih diberikan kesempatan hidup, berarti Tuhan masih sayang dengan kita.

Berterima kasih dan terus bersyukur karena tidak semua orang diberikan kesempatan itu. Setiap hari memang tidak selalu baik, tetapi pasti ada kebaikan setiap harinya yang dapat kita syukuri. Ketika dihadapkan pada kesulitan, bersyukurlah karena di situlah kita akan bertumbuh.

Ketika kita merasa tidak mampu, bersyukurlah karena itu akan memacu untuk lebih maju. Ketika dihadapkan masalah, bersyukurlah karena itu cara Tuhan mendewasakan kita. Ketika berbuat kesalahan, bersyukurlah karena itu akan memberikan pelajaran berharga.

Bahkan ketika gagal pun, tetap bersyukur karena itu cara Tuhan mengajarkan arti kesungguhan. Jangan menunggu bahagia untuk bersyukur, tetapi bersyukurlah maka kita akan bahagia.