Memiliki pasangan (pacaran atau menikah) yang seorang pencinta hewan, terutama kucing, itu rasanya greget banget karena tingkahnya aneh-aneh. 

Sebagai pasangan yang baik, tentu harus bisa saling menyesuaikan dan mendukung kesukaan masing-masing, walaupun ada juga pasangan yang tetap kekeh tidak menerima pasangannya yang seorang pencinta kucing.

Tapi, mari kita lupakan sejenak yang kontra dengan pencinta kucing. Berikut ini saya coba gambarkan keseruan mempunyai pasangan pencinta kucing.

1. Ngomong sendiri, jawab sendiri

Nah, ini agak horor ya. Si dia ngomong sama kucing-kucingnya, terus dia jawab sendiri seolah-olah kucingnya yang menjawab. Padahal kucingnya cuma ngeliatin dia ngomong doang, kadang-kadang juga ditinggal tidur. 

Tapi, terkadang kucingnya menjawab apa yang dikatakan oleh dia loh, jadi kayak diskusi antar dua makhluk yang saling mengerti dalam bahasa dan pikiran yang berbeda. Nah, lebih aneh lagi, kalau saya ikut nimbrung percakapan mereka, si kucing malah langsung diem tak peduli.

2. Ngelus kucing sudah jadi kewajiban

Mengelus bisa saya simpulkan menjadi tindakan sapaan terhadap kucing. Setiap hari si dia pasti harus ngelus kucing. Bukan hanya kucing yang di rumah, tapi setiap kucing yang dijumpai pasti harus dielus-elus. 

Kalau ada kucing yang tidak mau karena biasanya ada kucing yang takut sama manusia, si dia akan terus mencoba sampai bisa kucing itu dielus. Kucingnya juga suka datang mengeluskan badan mereka ke si dia, apalagi kalau mereka merasa kurang disapa.

3. Marah-marah gak jelas

Selayaknya orangtua yang suka ngomel dengan kelakuan anaknya yang bandel, begitulah si dia dengan kucing-kucingnya. Kalau ada kucing yang bandel, pasti marah-marah gak jelas dengan si kucing. 

Si kucing juga kok bisa kayak mengerti lagi diomelin. Dia pasti diam merasa bersalah tapi ya diulangi lagi. Misalnya, si kucing sangat suka mencakar jok sepeda motor sampai seluruh jok penuh dengan bekas cakarannya. Diomelin hari ini, nanti ya diulangi lagi! 

Lebih seru lagi, kalau si dia lagi ngomelin kucing jantan yang lagi mau kawin sehingga jarang pulang sampai kejar-kejaran dengan kucing betina, si kucing biasanya tidak menghiraukan lagi dimarah dan dari raut mukanya seolah-olah berkata, “apa sih marah-marah gak jelas si mami/papi.” Pokoknya di rumah gak pernah sepi.

4. Gak rela pergi lama-lama

Ini hal yang paling susah jika berpasangan dengan pencinta kucing. Kalau ada rencana pergi agak lama, misalnya liburan, pasti rencana pertama yang harus diselesaikan adalah si kucing. Mau tidak mau harus dititipkan ke penitipan atau jika kucingnya ada orang yang dipercayakan untuk mengurus mereka. 

Kalau masalah penitipan selesai, selama pergi atau di tempat liburan, kucing-kucingnya akan selau di pikirannya. Biasanya dia akan video call atau menelepon untuk mengetahui kabar mereka.

5. Si kucing jadi tempat curhat

Jadi tempat curhat? Si dia kalau lagi sedih atau kesel sama seseorang akan curhat dengan kucing-kucingnya. Lebih banyak curhat ke kucing daripada ke pasangannya. 

Kalau dari yang saya lihat, si kucing biasanya mendengar dengan antusias curhatannya sampai mereka berdua tertidur bareng. Apalagi kalau si dia sampai menangis, maka si kucing akan lebih mengerti keadaan hati tuannya. Biasanya si kucing akan mendengkur di tubuh tuannya, mungkin untuk menenangkan hatinya. 

Saya sangat takjub, seekor hewan bisa menjadi sahabat yang luar biasa walaupun tidak ada memberikan solusi terhadap masalah-masalah tuannya melainkan hanya kehadirannya. Setelah curhat dengan si kucing, si dia akan ceria kembali.

6. Ngurus kucing kayak ngurus anak

Mungkin, dari semua yang saya sebutkan di atas, bisa disimpulkan bahwa mengurus kucing sudah seperti mengurus anak sendiri, biasanya mereka menyebut kucing sebagai “anabul” (anak bulu). 

Bayangkan saja, mulai dari makan sampai tidur, semua harus dikontrol. Makan kucing-kucingnya harus minimal tiga kali sehari ditambah vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh mereka dari berbagai penyakit. Bahkan walaupun si kucing sudah makan, mereka masih mengganggu ketika si dia makan dan akhirnya mereka makan bersama lagi. 

Saya cuma bisa geleng-geleng melihat mereka. Setelah makan, mereka akan dimandikan, tetapi tidak setiap hari. Lah, di sini hal yang paling lucu, karena si kucing paling sebel ketika dimandikan dan selalu berusaha kabur. 

Terakhir, waktu tidur pun akan dipantau oleh si dia walaupun ada sebagian kucing yang bandel tidak mau tidur. Benar-benar seperti mengurus anak sendiri. Terkadang saya juga iri si dia lebih sayang kucing daripada saya.

Saya menyadari banyak pasangan yang tidak setuju pasangannya adalah seorang pencinta kucing dan pada akhirnya ya harus mengalah demi keutuhan hubungan yang telah dibina. 

Sebagai pasangan, sebaiknya kita selalu mendukung apa yang menjadi kesukaan pasangan kita, selagi itu hal yang baik dan tidak merugikan orang lain. Saya yang awalnya bukanlah seorang pencinta kucing, sekarang ikut suka kucing dan juga menyayangi kucing dan hewan lainnya; itu tidak merugikan bahkan sangat menyenangkan. Bahkan semua makhluk hidup dan lingkungan sangat membutuhkan orang-orang seperti kita yang bisa hidup saling berdampingan.

Baca Juga: Kucing Garong