Tulisan ini merupakan sebuah analisis ringan dari tesis yang ditulis oleh Nur Latifah, mahasiswi Pascasarjana IAIN Madura, dengan judul Penerapan Strategi Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time (BCCT) dalam Pengembangan Agama dan Moral Anak Usia Dini di TK Islam Terpadu ABFA Pamekasan dan TK Islam Terpadu Al-Uswah.

Tulisan tersebut berhasil mengungkap tiga komponen yang sebenarnya mempunyai kajian berlanjut. Di antaranya adalah pelaksanaan, penilaian, dan faktor penghambat serta pendukung strategi BCCT.

Penelitian yang dilakukan di TK Islam Terpadu ABFA Pamekasan dan TK Islam Terpadu Al-Uswah tersebut menggunakan pendekakan kualitatif dengan harapan penelitian ini dapat menyajikan secara langsung mengenai hasil penelitian yang peneliti lakukan, baik yang berhubungan antara peneliti dengan subjek dan objek yang diteliti.

Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian komparatif, karena membandingkan strategi beyond centers and circle time (BCCT) dalam pengembangan agama dan moral anak usia dini di dua lembaga, yaitu TK Islam Terpadu ABFA Pamekasan dan TK Islam Terpadu Al-Uswah Pamekasan.

Kehadiran peneliti ke lapangan menjadi suatu yang urgen untuk memperoleh sumber data yang lebih akurat dan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Jenis data yang digunakan oleh peneliti adalah pertanyaan yang disampaikan kepada informan sesuai dengan perangkat pertanyaan yang diajukan oleh peneliti yang berpedoman pada fokus penelitian dengan tujuan mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Dalam penelitian ini, sumber datanya dapat dibagi menjadi dua, yaitu sumber data manusia dan sumber data non-manusia.

Langkah yang dilakukan peneliti adalah melakukan pengamatan terhadap kegiatan strategi pembelajaran terkait dengan guru, anak didik, warga sekolah, dan kepala sekolah. Selanjutnya, untuk mendapatkan data, maka peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Dalam mengecek keabsahan data menggunakan teknik Perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan, dan triangulasi.

Strategi Beyond Centers and Circle Time (BCCT) merupakan penyelenggaraan PAUD yang berfokus pada anak yang dalam proses berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran dengan menggunakan empat jenis pijakan (scaffolding) untuk mendukung perkembagan anak, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan selama main, dan pijakan setelah main.

Pada pijakan lingkungan main, guru menyiapkan bahan dan alat main sesuai rencana dan jadwal kegiatan yang telah disusun. Pijakan sebelum main, guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini, guru mengasosiasi dan berkomunikasi mengenai tema.

Pijakan selama bermain, mengenalkan keaksaraan mengenai tema. Hal ini dibutuhkan kerja sama dengan sesama teman dengan cara sosialisasi melalui dukungan hubungan teman sebaya dan cara mengembangkan potensi daya imajinasi yang dimiliki anak.

Pijakan setelah main diisi dengan kegiatan Recalling. Artinya, guru menanyakan kembali kepada semua anak hal ini merupakan menumbuhkan daya ingatan anak, dan anak dibiasakan untuk membereskan mainan dan mengembalikan pada tempat semula.

Dmpat pilar BCCT ini menunjukkan bahwa bermain salah satu cara yang paling efektif untuk mengembangkan potensi dan multiple intelligences anak karena melalui kegiatan bermain ia akan lebih mudah menyerap informasi dan pengalaman.

Bermain merupakan jendela perkembangan anak. Lewat kegiatan bermain, aspek perkembangan anak bisa ditumbuhkan secara optimal dan maksimal. Efektivitas pembelajaran sambil bermain dengan pendekatan saat sentra merupakan sebuah konsep pembelajaran yang tepat bagi perkembangan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak usia dini, khususnya anak usia taman kanak-kanak.

Konsep belajar sambil bermain ini sangat tepat digunakan dalam mengarahkan setiap pembelajaran anak sampai kepada tahap menemukan pembelajaran yang bermakna.

Selain memahami empat pilar strategi tersebut, tentu ada bagia lain yang perlu diperhatikan. Sebut saja sistem penilaian dan faktor penghambat serta pendukung suksenya penerapan strategi BCCT.

Teknik penilaian yang digunakan menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi dan menuliskan cheklist indikator dengan keterangan Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), Berkembang Sangat Baik (BSB).

Penilaian ini sebenarnya tidak hanya berfungsi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anak. Melainkan juga untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas dan efesiensi penerapan strategi pembelajaran BCCT tersebut.

Memahami faktor pengahalang dan pendukung dalam penerapan strategi BCCT menjadi urgen sebagai bentuk kewaspadaan tutor untuk menghadapi hal yang terjadi di luar rencana pembelajaran.

Faktor penghambat permainan anak di antaranya adalah kesehatan, perkembangan motorik, intelegensi, jenis kelamin, lingkungan, dan jumlah waktu bebas. Tutor perlu memperhatikan enam faktor ini untuk mempersiapkan diri nantinya dalam mengambil tindakan.

Faktor pendukung dari penerapan strategi ini berada pada diri tutor itu sendiri. Tutor harus mempunyai kesiapan yang matang, penuh semangat, dan niat yang tulus. Selain hal tersebut, ada faktor eksternal tutor yang juga urgen untuk keberhasilan pembelajaran yaitu pihak warga sekolah.

Kaitannya dengan temuan peneliti tentang penggunaan strategi Beyond Centers and Circle Time (BCCT) di di TK Islam Terpadu ABFA Pamekasan dan TK Islam Terpadu Al-Uswah berhasil mengungkap beberapa komponen yang pernah disebutkan sebelumnya. Untuk penjelasnnya perhatikan keterangan berikut!

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, Penerapan BCCT di ABFA dan di Al-Uswah sama, yaitu menggunakan 4 pilar dalam penerapan strategi BCCT. Dalam perkembangan agama dan moral anak sangat diutamakan yang didasari pembiasaan terlebih pada sentra ibadah yang memang semua kelas melaksanakan sentra ibadah di hari yang sama.

Sedangkan pelaksanaan strategi pembelajaran BCCT di TKIT Al-Uswah dalam perkembangan agama dan moral anak inklut disemua sentra yakni melalui membiasakan anak-anak untuk berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan, membiasakan anak untuk mengucapkan salam setiap berjumpa dengan guru, dengan teman-temannya.

Teknik penilaian yang digunakan guru di lembaga TK Islam Terpadu ABFA menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi dan menuliskan cheklis indicator yang muncul, yaitu BB, MB, BSH, BSB. Untuk mengetahui perkembangan agama dan moral anak, dapat dilihat dari segi penilaian yang dilakukan guru, yaitu ketika guru melakukan observasi (pengamatan) pada setiap anak dan dilakukan secara otentik dan transparan.

Untuk penilaian Beyond Center and Circle Time (BCCT) di TK Islam Terpadu Al-Uswah pada perkembangan agama dan moral adalah penilaian pengamatan (observasi) yang dilakukan setiap hari ketika proses pembelajaran berlangsung dan dilakukan secara transparan.

Hasil penilaian perkembangan anak didokumentasikan beberapa teknik, yaitu observasi, percakapan, penugasan. Teknik penilaian menggunakan checklist dengan keterangan belum berkembang (BB), mulai berkembang (MB), berkembang sesuai harapan (BSH), dan berkembang sangat baik (BSB).

Faktor penghambat di TK Islam Terpadu ABFA adalah kurangnya fasilitas permainan di setiap sentra dan juga kurangnya ruang sentra ibadah dan sentra alam.

TK Islam Terpadu Al-Uswah adalah media yang belum terpenuhi secara sempurna dan faktor yang lain adalah dari anak didik itu sendiri dimana tingkat daya konsentrasi anak yang tidak sama.

Faktor pendukung di TK Islam terpadu ABFA adalah mendapatkan dukungan penuh dari pihak kepala sekolah, dan dari para tutor dalam kegiatan sentra. Di TK Islam Terpadu Al-Uswah semangat guru dan kompetensi guru dalam menerapkan Beyond Centers and Circle Time (BCCT).