“Kita layak bermain di Asian Games 2022, dan kita beda level dengan tim tim lain di Asia Tenggara”

Setelah mendapat mendali emas di SEA Games 2019 dan 2021, kini timnas voli putra Indonesia memperoleh kembali mendali emas di SEA Games 2022. Dengan hasil yang memuaskan, tim bola voli putra Indonesia bisa mempertahankan mendali emas yang didapat pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

Timnas voli Indonesia mampu mencuri perhatian banyak orang di SEA Games 2022, sebab dominasi timnas Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

Kemenangan timnas Indonesia ini membuat merah putih mendapat 12 mendali di kanca SEA Games. Manajer tim bola voli Indonesia Loudry Maspaitella bahkan sempat mengungkapkan beberapa kritikan yang sempat menarik perhatian banyak pihak.

Menurutnya timnas Indonesia sudah tak perlu berbicara banyak di kancah Asia Tenggara. Dengan kemampuan timnas sekarang yang berkembang pesat, tim voli Indonesia seharusnya layak untuk berlaga di kancah Asia.

“Melihat permainan tadi di final SEA Games 2022 dan prestasi tim voli putra Indonesia yang berhasil mempertahankan emas, kami layak tampil di Asian Games” kata Loudry

“SEA Games harus dibentuk dari tim yang diisi pemain muda sehingga regenerasi terus berlanjut, tim ini biarlah bermain di Asia dan kami beda levelnya dengan tim tim lain di Asia Tenggara, saat ini” lanjutnya.

Hal senada disampaikan salah satu pemain, Hernanda Zulfi. Pemain yang biasa disapa Nanda itu sejak awal seudah mengungkapkan bahwa mereka yakin tim voli putra Indonesia akan mampu mempertahankan mendali emas.

“Kami bermain dengan antusias, tidak ada ketegangan sama sekali, kami percaya emas sejak awal. Kami sekarang memikirkan Asia, bukan Asia Tenggara” sahut Nanda

“Di final berbeda dengan Filipina tahun 2019, tidak ada tekanan dari penonton. Tidak ada tekanan karena penonton diam dan tidak ada dukungan untuk tuan rumah” pungkasnya.

Timnas voli Indonesia mendapat bonus yang fantastis dari PBVSI atas kemenangannya di SEA Games.

Untuk kemenangan tim bola voli di SEA Games 2022, tim bola voli nasional telah dijanjikan bonus oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).

Ketua Panitia Pelaksana PBVSI Busan Imam Sujarwo mengatakan bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan bagi pemain bola voli yang membela Indonesia di SEA Games. Imam Sujarwo tidak merinci jumlah yang akan diberikan. Namun, ia menekankan bahwa apresiasi ini merupakan percikan semangat untuk kinerja yang lebih baik di acara berikutnya.

“kami setiap ajang apa pun selalu memberikan apresiasi untuk memberikan semangat, kali ini juga sama. Namun, saya belum bisa menyebutkan besarnya” kata Imam

“kami sudah minta rekening masing-masing pemain dan dalam saru dua hari mereka akan menerima bonus dari PP PBVSI” tambah Imam

Selain bonus uang, Imam akan terus menawarkan promosi bagi polisi dan atlet yang tergabung dalam TNI.

“karena atlet ini adalah pahlawan olahraga. Mereka membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar di Vietnam” katanya

“ketika SEA Games 2019 di Filipina juga kami mengusulkan kenaikan pangkat” ujar Imam menambahkan

Bahkan dengan persiapan yang sangat minim. Atlet Indonesia mampu mengikuti ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Imam mengucapkan terima kasih kepada para atlet, pelatih dan pemangku kepentingan atas upaya mereka untuk melakukan yang terbaik di SEA Games Vietnam.

Tak hanya bonus yang fantastis, kini pemain voli Indonesia banyak yang digandrungi oleh klub klub luar.

Kemenangan ini membuat Rivan Nurmulki dan kawan-kawan menunjukan betapa tangguhnya mereka karena sukses mempertahankan mendali emas. Atas performa timnas yang mendominasi jalanya pertandingan, tidak heran kalau ada beberapa pemain voli Indonesia yang ditarik untuk bermain ke klub luar.

Rivan Nurmulki adalah pemain voli Indonesia pertama yang bermain di Liga Jepang. Seperti yang diketahui, pemain Samator Surabaya ini dikontrak oleh VC Nagano Tridents untuk bermain di Liga Bola Voli Jepang atau V League Division 1.

Pemain bola voli muda Farhan Halim ternyata juga pernah bermain di klub luar seperti Hatta Club Dubai di Uni Emirat Arab (UEA). Open spike Jakarta Pertamina di Proliga 2022 akan bermain untuk klub dari Dubai pada tahun 2020/2021

Doni Haryono juga pernah bergabung dengan klub luar negeri di Bahrain. Pemain voli berusia 22 tahun ini membela Al Nasser pada 2020/2021. Outside Hitter Bogor LavAni ini juga pernah bermain untuk Jakarta BNI 46 dan Jakarta Pertamina Energi.

Rendy Tamamilang juga pernah bergabung dengan klub luar negeri di Bahrain pada 2020/2021. Namun dia tidak membela lb yang sama dengan Doni Haryono, melainkan klub Al Ali. Baik Al Ali maupun Al Nasser sama-sama masuk ke kompetisi kasta tinggi di Bahrain yakni First Division League.