Dalam kehidupan sehari-hari di dunia pendidikan akan selalu membutuhkan kertas karena di situlah salah satu media siswa maupun guru untuk menuangkan ide maupun gagasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Siswa pastilah sangat membutuhkan kertas untuk menulis, membaca, menggambar maupun berkreativitas memotong kertas tersebut sehingga terbentuk sesuatu yang unik bahkan melipat kertas-kertas tersebut membentuk sesuatu yang sering kita sebut origami bahkan kertaspun bisa di daur ulang kembali untuk di ambil manfaatnya..

Siswa sangatlah tidak jauh dari kertas karena media tersebutlah membuat siswa menambah wawasan dan ilmu dengan  berbagai cara atau metode yang telah di pandu oleh Bapak atau ibu guru dikelas mapun dari diri sendiri mencoba-coba dan terkandang mencotoh temannya melakukan beberapa kreatifitas.

Dalam tumbuh kembang siswa selalu ingin mempraktikan dan selalu senang apabila sesuatu yang dia buat dengan media kertas dalam berkreatifitas berhasil di kerjakan atau berfungsi sebagaimana mestinya. Kesenangan dan kreatifitas itulah yang mengembangkan insting untuk berpikir menyelesaikan dan mecoba terus mencoba dan mencoba sampai berhasil  di situlah yang dikatakan dengan melihat kemudian berpikir dan akhirnya mempraktikan kreativitas dengan media kertas salah satunya.

Guru pada Kurikulum 2013 harus mengembangkan Literasi untuk selalu memajukan siswa dalam ilmu pengetahuan dengan berbagai cara maupun metode. Siswa diajak Bapak atau Ibu guru ke perpustakan untuk membaca dimana tempat tersebut banyak buku-buku bacaan dengan berbagai judul dan karangan dan bahan dari buku tersebut sebelum tercetak adalah dari sebuah kertas yang akan nantinya buka jendela dunia akan wawasan siswa akan pendidikan.

Guru juga harus memiliki beberapa administrasi guru berupa Kalender pendidikan, program tahunan, program semester, jam efektif mengajar, jadwal pelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran, silabus, Kreteria ketuntasan minimal, buku harian, jurnal, absensi kelas, bank soal, buku nilai, raport atau hasil belajar yang dibagikan ke siswa setiap semester dan lain lain yang tercetak dalam kertas pada umumnya.

Guru juga mengembangkan wawasan dengan salah satunya yaitu membuat artikel, PenilitianTindakan Kelas, Opini, Cerpen, Esai, karangan dan lain-lain dan ide-ide tersebut kemudian di dokumenkan dalam bentuk tulisan dan di cetak dengan kertas.

Siswa dari  satuan tingkatan Taman kanak-kanak  (Tk ), Sekolah Dasar ( SD ), Sekolah Menengah Pertama ( SMP ), Sekolah Menengah Atas ( SMA ) atau Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK )  maupun Mahasiswa Perguruan Tinggi sangatlah membutuhkan kertas untuk menulis, menggambar, merangkum materi-materi yang telah di berikan oleh Bapak atau Ibu guru, dosen  dalam pembelajaran sampai dengan membuat penelitian, skripsi, penelitian tindakan kelas, karya ilmiah yang tentunya semuanya di dokumenkan dalam bentuk buku salah satunya dan pasti membutuhkan kertas untuk mencetak dokumen tersebut.

Siswa menulis dalam buku tulis apa yang di tulis meniru atau mencotoh apa yang ditulis oleh bapak atau Ibu guru atau dosen di papan tulis atau di bacakan secara langsung materi yang di sampaikan kemudian siswa sampai menulisnya dan merangkumnya di buku tulis tersebut. Itulah kertas sangatlah penting sebagai media salah satunya dengan menulis kita bisa belajar di dunia  pendidikan pada umumnya sehingga dapat meraih cita-cita .

Pada pelajaran menggambar siswa sangat membutuhkan kertas gambar. Kertas gambar inilah sangat berperan menuangkan pikiran imajenasi siswa untuk di tuangkan atau di gambar dalam kertas gambar berupa gambar pemandangan, gambar bunga atau yang lainnya. Maka itulah kertas gambar sangat berguna dalam mengembangkan kreatifitas psikomotorik anak dalam mempraktikan sesuatu pelajaran.

Sampai dengan mahasiswa pun membutuhkan kertas gambar dari rancangan gedung, rancangan jembatan, rancangan rumah, rancangan mesin, rancangan kapal sampai dengan untuk merancang sebuah pesawat yang tentunya di tuangkan dalam kertas gambar sebelum mengerjakannya agar rancangan tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan yang di buat para arsitek pada umumnya.

Apa lagi yang memiliki pekerjaan atau hoby sebagai seorang fotografer hasil  foto bidikkan kamera yang menurut mereka indah, bagus dan menarik kebanyakan pasti mereka cetak di kertas foto dan foto-foto tersebut di dokumentasikan dalam album foto maupun media cetak seperti halnya Koran, majalah, tabloid dan lain sebagainya untuk di informasikan melalui berita. Dari kertas gambar bisa menuangkan imajenasi sampai mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dari kreatifitas maka sangat di butuhkan untuk keperluan sehari-hari.

Dengan kertas karton, manila,  siswa sangatlah senang selain warna-warna yang menarik Siswa dapat memotong-motong kertas tersbut dengan pola-pola tertentu yang di minta oleh Bapak atau Ibu guru untuk membentuk sesuatu contohnya Bintang, bentuk salah satu hewan, pohon atau yang lainnya dan siswa pajang di dinding kelas untuk menghiasi ruangan mereka sehingga terlihat indah, menarik untuk di lihat agar siswa nyaman di dalam kelas dalam melalukan pembelajaran yang disampaikan oleh bapak ibu guru.

Dengan kertas juga Siswa Menengah Kejuruan membuat pola apa yang telah ditentukan  dalam pembelajaran untuk membuat pola-pola pakaian meliputi pola lengan, pola saku, pola kra baju, pola badan, pola celana, pola jas dan lainnya yang terbuat dari media kertas kemudian  pola tersebut di tiru ke kain dan jahit untuk  buat baju, pakaian, jas dan lainnya. Dengan memotong kertas yang menarik dan penuh warna-warni siswa dapat membuat laying-layang, undangan pernikahan, undangan ulang tahun, undangan acara-acara  lainya sampai membuat ucapan selamat hari raya idul fitri, ucapan hari raya natal, ucapan tahun baru dengan kertas yang di potong menarik tersebutlah siswa dapat membuatnya.

Hal tersebut juga sangat berguna dalam mengembangkan kreatifitas psikomotorik anak dalam mempraktikan sesuatu pelajaran dengan media kertas tersebut. Pasti ingat apa itu kliping dimana siswa mendapatkan tugas dari bapak atau ibu guru mengenai sesuatu pelajaran atau tema tertentu kemudian kita potong kertas dari berbagai media cetak Koran, tablod, majalah dan lainnya kemudian kita temple ke buku yang sudah di jilid.

Dengan memotong-motong media kertas siswa dapat mengembangkan kreativitas dangan bantuan dan bimbingan bapak atau ibu guru maupun yang ahli di bidang nya sehingga mereka dapat di persiapkan dalam dunia kerja akan nantinya.

Oigami sangatlah di sukai siswa dimana ini merupakan seni melipat kertas. Seni melipat kertas dengan media kertas yang meniru sesuatu bentuk contohnya berupa pesawat terbang apabila siswa behasil membuatnya kemudian siswa terbangkan dan berhasil terbang sangatlah senang siswa  dalam bermain di lapangan.

Membuat burung dari lipatan kertas, membuat bunga dari lipatan kertas, membuat amplop dari lipatan kertas, membuat katak dari lipatan kertas, membuat gajah dari lipatan kertas, membuat bola dari lipatan kertas, membuat kubus dari lipatan kertas, membuat kamera dari lipatan, membuat perahu dari lipatan kertas  dari bimbingan bapak atau ibu guru atau yang ahli pastilah siswa sangat senang untuk berkreatifitas apalagi mainan yang di buat merupakan dari hasil jerih payah mereka dalam membuatnya dan terkadang ada siswa simpan maupun di fungsikan bahkan untuk bisa siswa mainkan bersama dengan teman-teman untuk bersosialisasi. Origami dengan media kertas dalam melakukan kreatifitas sangatlah penting dalam tumbuh kembang siswa di dalam pembelajaran pada umumnya.

Ingat akan kretifitas membuat topeng dari kertas bekas di mana kertas di rendam di air beberapa hari sampai lebur dan di kasih lem kertas yang kemudian di buat topeng dari cetakan tanah dari bubur-bubur kertas tersebutlah siswa dapat membuat topeng. Dari bubur kertas siswa juga dapat membuat pigura untuk menaruh foto, dari bubur kertas siswa dapat membuat mobil-mobilan, dari bubur kertas siswa dapat membuat vas bunga, dari bubur kertas siswa dapat membuat binatang dan lain sebagainya. Itulah manfaat kertas sampai bisa di daur ulang kembali setelah di pakai.