2 bulan lalu · 89 view · 5 min baca menit baca · Seni 43824_38402.jpg
(Karya Pribadi)

Berkreasi dengan Kertas atau Plastik di Sekitar Kita

Berkreasi seni dapat dilakukan dengan media apapun, termasuk bahan-bahan yang bisa ditemukan di sekeliling kita. Plastik dengan bahan yang lembut, misalnya plastik kresek atau pita jepang dapat kita bentuk seperti bunga-bunga yang sangat cantik.

Pada saat kita masih sekolah di tingkat SD ataupun SMP, kita sudah diajarkan aneka keterampilan termasuk juga dengan menggunakan pita jepang misalnya, pita tersebut bisa kita bentuk seperti bunga dengan peralatan-peralatan yang cukup sederhana.

Karya Pribadi

Kita hanya membutuhkan pita jepang berukuran 1 meter dengan harga seribu rupiah, isolasi dengan harga sepuluh ribu rupiah untuk satu gulungan penuh,  kita juga dapat menggunakan tusukan kayu untuk tangkai bunga, katakanlah untuk satu tusukan makanan seharga seribu rupiah, tak lupa kita juga membutuhkan isolasi berwarna hijau yang harganya sepuluh ribu rupiah untuk satu gulungan penuhnya. Modal awal untuk membuat satu tangkai bunga adalah Rp 22.000,- dengan 2 buah isolasi yang masih dapat digunakan untuk membuat bunga-bunga selanjutnya.

Karya Pribadi

Jika isolasi tersebut kita habiskan dalam membuat bunga, kira-kira dapat dibentuk sekitar 10 bunga, sehingga kalkulasi normalnya adalah Rp 10.000,- dibagi dengan 10 menjadi Rp 1.000,- per tangkai bunga  dan kita bisa mengkalkulasikan  biaya per satuan bunga adalah hanya sebesar Rp 4.000,-. Biaya yang sangat murah, bukan?

                                                              Karya Pribadi

Membuat satu tangkai bunga juga tidaklah sulit, kita dapat berkreasi sesuka hati, apakah kita hendak membuat bunga dahlia, mawar atau bunga cempaka, dll? Cara pembuatannya juga tidak terlalu rumit sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh siapapun.

Untuk membuat bunga, kita potong pita jepang sepanjang satu meter tersebut menjadi beberapa bagian dengan ukuran kira-kira 5 cm, kemudian kita tentukan jenis bunga yang hendak kita buat, apabila kita ingin membuat bunga Dahlia, maka kita memerlukan jarum untuk menusuk bagian tengahnya beberapa bagian tanpa terputus pada ujungnya masing-masing jaraknya adalah  1 cm saja. Kemudian kita tekuk menjadi dua dan sematkan pada isolasi, lakukan seterusnya sampai potongan pita jepang tersebut habis.

Karya Pribadi

Kalau kita ingin membentuk bunga cempaka, potongan pita jepang itu kita suir-suir sampai ke ujungnya dan kita sematkan satu per satu pada isolasi dan lakukan berulang sampai potongan pita tersebut habis.

Jika kita ingin membentuk bunga mawar, maka potongan pita jepang tersebut kita gunting di bagian pinggirannya sehingga hampir menyerupai kelopak, lantas pada ujung atasnya kita lintasi dengan api yang bisa berasal dari lilin atau obat nyamuk sehingga pinggirannya akan membentuk seperti kelopak mawar, kemudian kita susun diisolasi satu persatu sampai habis.

Pada bagian finishing untuk jenis bunga apapun sama, yaitu: dengan menyematkan lidi atau tusukan makanan pada bagian isolasi dan menggulungnya perlahan-lahan sehingga terbentuklah bunga dahlia, cempaka dan mawar. Kita hanya tinggal mengulungnya dan merekatkannya lagi berkali-kali dengan isolasi agar tidak lepas. Kemudian, kita balut menggunakan isolasi hijau sehingga menyerupai tangkai bunga. Begitu mudah, bukan?

Selain pita jepang, kita juga dapat menggunakan bahan plastik kresek untuk membuat bunga, atau kertas origami yang dapat kita praktekan dengan cara yang sama ketika kita membuat bunga dari pita jepang.

Kita juga bisa membuat pohon cemara dengan kertas origami tersebut. Banyak kreasi yang dapat kita lakukan dengan kertas, misalnya; kertas koran pun dapat kita bentuk seperti mawar dengan cara melinting-linting potongan kertasnya dan membentuk bunga mawar, namun memang tingkat kesukarannya yang dirasa lebih tinggi di dalam proses berkreasi seni ini sehingga tidak semua orang bisa dengan mudah membuatnya.

Sebagai seorang seniman dan preferensi pribadi saya lebih suka menggunakan media kertas karena kertas dapat dibentuk apa saja serta peralatan penunjangnya juga tidak susah, seperti:  membuat bunga mawar, kita hanya membutuhkan gunting dan isolasi saja, tidak terlalu banyak dan sulit untuk menemukan bahan-bahan pelengkapnya itu.

Biaya yang dikeluarkan juga tidak mahal, satu buah koran seharga misalnya Rp 3.000,- dan isolasi seharga Rp 10.000,-, jadi modal awalnya kira-kira Rp 13.000,- untuk menghasilkan banyak bunga mawar dari kertas koran tersebut.

Kita bisa komparasikan antara plastik dengan kertas yang relatif lebih gampang, kendati biaya dari plastik hanya Rp 4.000,- per satu tangkai dengan bahan pita jepang tersebut, tapi kita harus melengkapi dengan isolasi biasa dan yang berwarna hijau, gunting, serta tusukan, bahan-bahan pelengkapnya itu bisa lebih banyak daripada kertas.

Jika dihitung dengan kalkulasi di atas pun secara kuantitas jumlah bunga yang dihasilkan menggunakan kertas koran akan lebih banyak dengan jumlah biaya Rp 13.000,- tersebut itu sebenarnya jauh lebih murah ketimbang dengan plastik, meskipun mungkin secara kualitas outputnya tergantung pada preferensi atau selera masing-masing.

Kertas juga dapat dijadikan media apa saja, menjadi seperti tanah liat yang dapat dibentuk dengan keahlian tangan kita, kita bisa menggunakan bubur kertas sebagai penggantinya, dengan bahan; sobekan kertas, lem dan air. Cukup sederhana, bukan? 

 Sebagai pelengkap bunga, kita dapat membuat pot bunga dengan bahan kertas atau plastik. Disini kita tentu memerlukan bahan plastik yang lebih kuat, misalnya; pada bekas botol  minuman atau botol air mineral.

Kita memerlukan aneka bahan pendukungnya yang lebih mahal lagi, misalnya; gunting yang besar untuk memotong botol minuman seperti bentuk pot yang kita inginkan, kita juga membutuhkan  cat air atau minyak untuk membentuk warna-warni pada pot yang telah kita gunting sesuai dengan bentuk harapan kita.

Apabila kita menggunakan media kertas untuk membuat pot atau vas bunga, lagi-lagi yang perlu kita kedepankan adalah keahlian atau keterampilan tangan kita dalam membentuk suatu kreasi dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah dan relatif lebih murah itu.

Dengan bubur kertas, kita hanya membutuhkan adonan air, lem dan bubur kertas yang dibentuk menjadi vas bunga dan kemudian dikeringkan untuk beberapa waktu, kemudian di cat dengan cat air atau minyak.

Jadi, berkreasi dengan plastik atau kertas adalah sama menariknya dan tentunya memiliki tingkat kesulitan tersendiri, namun sekali lagi apabila saya harus memilih, saya lebih menyukai berkreasi dengan menggunakan media kertas yang bisa menjadi subsitusi bahan-bahan lainnya sehingga eksplorasi kita dalam berkreasi seni menjadi semakin luas.

Namun, apabila lebih dalam lagi kita menelisik kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan melihat pada realita bahwa tingkat pencemaran lingkungan saat ini sangat tinggi serta kebiasaan buruk masyarakat di dalam membuang sampah sembarangan, termasuk sampah-sampah plastik. Maka, perlu dilakukan upaya kita bersama untuk mereduksi plastik yang tidak bisa terurai oleh alam.

Di banyak tempat, seperti: beberapa supermarket sudah meniadakan penggunaan plastik sebagai wadah belanjaan, itu merupakan salah satu upaya dalam mengurangi jumlah sampah plastik di bumi ini, namun kenyataannya jumlah sampah plastik masih sangat massive sehingga apapun bentuk upayanya diperlukanlah kreasi-kreasi seni  yang lebih banyak lagi dengan mengunakan bahan-plastik agar nantinya plastik tidak berakhir menjadi sampah bagi lingkungan.

Karya penulis dengan media kertas dan plastik dapat dilihat pada instagram : @birukish

Artikel Terkait