Di tengah banjir bandang arus informasi yang menerpa kita saat ini -- di zaman Twitter dan Facebook -- kadang membuat kita bingung. Semacam dilema.

Di saat media dakwah Islam yang lain sudah bergerilya dan aktif mewartakan khotbah dan kampanye moralnya di linimasa Twitter dan beranda Facebook, mayoritas yang lain masih terjebak memakai cara lama.

Masih mempercayai cara bertatap muka dan sistem klasikal sebagai satu-satunya cara, padahal zaman sudah berbeda. Masih memakai cara formal. Target khotbah saat ini paling banyak didominasi oleh generasi millennial yang mengandalkan gawai mereka untuk mendapat informasi (dan pesan-pesan moral ). Untuk itu saya akan membagi sedikit insight.

Berikut tips dan trik berdakwah di media sosial

1. Mulai!!!

Dunia media sosial memang luas, tapi jangan takut. Bagaimanapun jangan takut. Memang pada awalnya timbul rasa ragu "Mau posting apa ya?", but you have to start somewhere.

2. Sabar dan istiqomah!!!

Imam Bukhori butuh berpuluh-puluh tahun untuk menyelesaikan kitab kumpulan hadits-nya. Banyak yang awalnya bingung ketika memakai media sosial. Jangan sampai diselimuti rasa frustasi. Semuanya butuh waktu, termasuk dalam hal menyampaikan ujaran kebaikan sekalipun.

3. Fokus!!!

Cari channel media sosial yang dirasa natural untuk dipergunakan. Twitter OK!, OA LINE pun tak kalah yahud!!. Jika menggunakan banyak platform, jangan lupa untuk ditautkan ke channel yang dijadikan sebagai 'primary'.

4. Sharing is caring!

Jika menemukan konten yang cocok untuk isi dakwah, jangan lupa di-share.

5. Hindari 'Social Media Blindness'

Jangan share konten yang belum diketahui. Share konten yang telah 100% dipahami. Memang ada godaan untuk share semua informasi yang berkaitan dengan topik. Hal ini selain membuat jengkel followers, juga bisa menurunkan tingkat kredibilitas.

Misalnya, akan sungguh memalukan bila ada seorang followers yang menanyakan tentang konten dakwah, tapi si pembuat konten tidak bisa menjawabnya, bahkan tidak tahu sama sekali. Hindari!

6. Meminta saran

Ada tips rahasia untuk menjalin ikatan dengan target dakwah/followers, yaitu meminta saran ke followers sekaligus memberi jawaban ke isu-isu yang bertebaran di media sosial. Ini adalah cara yang bagus untuk memulai topik dialog dengan followers baru.

7. Ucapkan "Terima Kasih"

Ya, ucapkan rasa terima kasih

8. Beri perhatian!

Jika ada tokoh yang kamu follow post sesuatu yang berhubungan dengan misi khotbah, telusuri. Ini berkaitan dengan keberlanjutan dan keterhubungan di media social.

9. Ajak followers untuk RT dan berbagi

Apabila menggunakan twitter, sisakan ruang  untuk followers berpendapat. 120 karakter untuk satu cuitan adalah ukurannya, syukur-syukur lebih sedikit. Dorong followers untuk share apa yang yang telah dicuitkan.

10. It's all about you!

Tidak ada seorang pun yang menyukai spam. Ketika followers memutuskan untuk follow, mereka akan menelisik akun yang mereka follow secara seksama. Mereka akan mencari tahu apakah topik-topik yang dibagikan sesuai dengan ketertarikan dan kepentingan mereka.

Selamat ibadah Jumat!!!!