Tak terasa tahun 2016 sudah kita lewati. Secara umum, perekonomian global mulai membaik, terutama di Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai penggerak ekonomi dunia. Membaiknya perekonomian AS menyebabkan suku bunga The Fed dalam tren yang meningkat dan cukup berpengaruh terhadap penyesuaian suku bunga negara-negara lainnya termasuk Indonesia.

Selain itu, gejolak politik di AS dan beberapa negara maju lainnya juga menimbulkan volatilitas di pasar global. Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 diperkirakan cukup baik di kisaran 5% di mana tingkat konsumsi dan investasi masih tetap kuat, didukung ekspor yang juga meningkat seiring dengan perbaikan ekonomi negara-negara mitra dagang dan membaiknya harga komoditas dunia.

Tahun 2016, perekonomian global diwarnai dengan peristiwa yang sempat meningkatkan volatilitas pasar keuangan global. Namun pertumbuhan ekonomi global di tahun ini semakin membaik didorong oleh perekonomian Amerika Serikat dan Tiongkok.

Di AS, kejutan terjadi saat Donald Trump yang akhirnya memenangkan Pemilu Presiden sempat membuat pasar finansial global bergejolak. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi AS mengalami perbaikan yang didorong oleh peningkatan konsumsi, peningkatan investasi nonresidensial, penguatan sektor tenaga kerja dan peningkatan inflasi. Hal tersebut menyebabkan The Fed menaikkan Fed Fund Rate (FFR) pada bulan Desember 2016 sebesar 25bps.

Di lain pihak, pertumbuhan ekonomi negara-negara maju di Uni Eropa masih cenderung terbatas dan dibayangi resiko politik oleh ketidakpastian setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Ditambah pula dengan hasil referendum Italia yang tidak menyetujui reformasi konstitusi, menyebabkan Perdana Menteri-nya mundur dan dikhawatirkan akan membuat perekonomian Italia memburuk.

Ekonomi Tiongkok mengalami pertumbuhan yang positif dipengaruhi oleh konsumsi swasta dan investasi. Konsumsi swasta di Tiongkok berasal dari penjualan otomotif dan properti yang meningkat pasca pelonggaran kredit dan pemberian subsidi oleh pemerintah. Sementara investasinya didukung oleh infrastruktur yang baik. 

Tantangan Indonesia di tahun 2017 adalah risiko global yang perlu diwaspadai, antara lain berasal dari ketidakpastian arah kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh Presiden AS yang baru, terutama terkait dengan kebijakan fiskal dan perdagangan internasional serta proses penyeimbangan ekonomi, pemilu di beberapa negara maju di Eropa dan penyehatan sektor keuangan di Tiongkok.

Dari dalam negeri, risiko meningkatnya suhu politik dalam negeri kenaikan inflasi dan perkembangan program amnesti pajak periode terakhir akan menjadi hal-hal yang akan dicermati pasar.