Situasi pandemi covid-19 di Indonesia semakin genting. Jumlah kasus harian covid pada tanggal  24 Juni 2021 mencetak rekor jumlah kasus terbanyak sepanjang pandemi, 20.574 kasus. Jumlah kasus ini menduduki peringkat 2 se-Asia setelah India. Provinsi yang memiliki jumlah kasus paling tinggi adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kondisi yang semakin parah ini menyebabkan penuhnya berbagai rumah sakit di berbagai daerah. Di Kota Bandung, hampir semua rumah sakit rujukan covid terisi penuh. Di Jawa Tengah, rumah sakit di  beberapa kabupaten seperti di Rembang, Purwokerto dan Pati juga menunjukkan hal serupa. Hal ini menyebabkan banyak pasien tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah kasus covid adalah beredarnya berita hoax yang semakin hari semakin parah. Di tengah kondisi masyarakat yang mulai jenuh, kondisi ekonomi yang tidak stabil, membuat masyarakat lebih mudah mengikuti berita hoax.

Berita hoax yang beredar di masyarakat yang menyatakan jika virus covid-19 tidak ada, hanya konspirasi yahudi, menyebabkan longgarnya penerapan protokol kesehatan. Banyak masyarakat yang enggan menggunakan masker saat keluar rumah, tidak menjaga jarak saat berada di kerumunan orang atau tidak mencuci tangan. Seperti salah satu video viral di instagram. Video itu menunjukkan cuplikan operasi penertiban masker oleh satpol PP di DKI Jakarta, terdapat seorang pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan masker dan diberhentikan oleh petugas satpol PP. Saat diberhentikan yang bersangkutan menolak diberikan sanksi dan ngotot jika corona itu sudah tidak ada. Di DKI Jakarta tingkat kedisiplinan warga memakai masker saat ini hanya 25%.

Protokol kesehatan adalah pelindung utama di masa pandemi. Jika protokol kesehatan tidak diterapkan dengan baik, sebanyak apapun penambahan fasilitas bed di rumah sakit akan percuma saja, tidak ada gunanya. Ibarat menampung banjir bah dengan ember.

Berita hoax seputar vaksinasi covid-19 menyebabkan masyarakat tidak mau divaksin. Misalnya berita hoax jika vaksin bisa menyebabkan kemandulan, vaksin tidak aman atau vaksin bisa menyebabkan autisme dan kanker. Padahal dalam proses pembuatan vaksin telah dilakukan serangakain prosedur untuk memastikan keamanannya dan mitos seputar vaksin itu tidak pernah terbukti kebenarannya.  Vaksin adalah salah satu usaha untuk meningkatan herd imunity (kekebalan kelompok).

Berita hoax jika rumah sakit mengambil untung jika pasien didiagnosis covid menyebabkan masyarakat tidak mau berobat ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut di-covid-kan. Seperti postingan seseorang berinisial N di instagramnya yang menceritakan ayahnya berobat ke rumah sakit karena mengeluhkan badan sebalah kanannya lemah dan didiagnosis CVD, dia mengira yang dimaksud adalah covid. Padahal CVD yang dimaksud adalah cerbro vascular disease atau penyakit stroke. Berita hoax seperti ini membuat masyarakat takut dan tidak mau dibawa ke rumah sakit padahal mereka bergejala. Sehingga banyak dari mereka yang terlambat mengalami penanganan dan akhirnya meninggal. 

Seperti yang di alami oleh saudara RFN yang bercerita melalui akun twitternya. Ayahnya terpengaruh oleh berita hoax supaya tidak berobat ke rumah sakit karena nanti di-covid-kan. Saat itu ayahnya mengalami sakit dan tidak mau berobat, pada akhirnya dilakukan swab di rumah, hasilnya menunjukkan positif covid. Lalu ayahnya dibawa ke rumah sakit, namun tidak berapa lama meninggal, karena kondisi sudah parah.

Sama halnya yang dialami oleh saudara X, di kota bandung. Karena terpengaruh berita hoax, mamanya tidak mau dibawa ke rumah sakit, dilakukan pemeriksaan rapid atau swab, meskipun sudah mengalami gejala. Pada akhirnya saat sudah sesak baru mau diperiksa dan hasilnya positif lalu dirawat di rumah sakit. Namun, beliau hanya bertahan beberapa hari di rumah sakit lalu meninggal.

Berita hoax memecah belah bangsa bahkan keluarga. Di satu keluarga ada yang tidak  percaya pada hoax tentang covid dan ada yang percaya. Seperti pengalaman sejawat dokter di suatu rumah sakit di DKI Jakarta, ada keluarga pasien yang memarahi adiknya karena melarang ibunya sendiri untuk berobat ke rumah sakit karena nanti akan di-covid-kan, padahal kondisi ibunya saat di rumah sakit sudah dalam kondisi sesak dan gelisah.

Menyebarkan berita hoax adalah perbuatan yang keji. Semakin banyak orang yang terpengaruh berita hoax, semakin sulit pandemi ini dikendalikan. Berita hoax bisa menjadi pembunuh secara tidak langsung, secara tak kasat mata.

Jadi mari kita lebih selektif dalam memilih informasi, terutama seputar covid-19 ini. Jangan sampai informasi yang tidak benar ini menambah beban pikiran kita. Jangan sampai kita menyesal di kemudain hari karena kita menerima informasi yang tidak benar. Cari informasi di sumber terpercaya. Jangan langsung percaya pada informasi yang anda lihat di sosial media atau group WhatsApp, lakukan pengecekan ulang dan tanyakan langsung pada tenaga kesehatan di sekitar anda.