Masa lalu merupakan sebuah realita yang harus dihadapi dan diterima oleh setiap orang. Setiap orang memiliki masa lalunya masing-masing yang mungkin hanya dia dan tuhan yang mengetahuinya. 

Kebanyakan orang membagi masa lalu menjadi dua bagian, yaitu masa lalu yang bahagia dan masa lalu yang kelam. Rasa bahagia, suka, sedih, dan kecewa semuanya ada di masa lalu. Masa lalu berbeda dengan masa depan yang masih menjadi misteri, masa lalu justru menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi sebagian orang. 

Kenyataannya, hidup tidak pernah berjalan dengan mulus. Rasa kecewa atau patah hati pasti pernah dirasakan setiap orang. Kehadirannya akan meninggalkan rasa sakit bagi orang yang mengalaminya. Namun, tetap ingatlah bahwa semua itu hanyalah sementara. Tiada hari atau kejadian buruk yang berlangsung selamanya.

Baik buruknya masa lalu tergantung bagaimana seseorang menyikapinya. Apapun itu, ambilah hal positif dari masa lalu untuk dibagikan pada orang lain. Kubur dan buanglah hal negatif dari masa lalu untuk kemudian dijadikan sebagai pelajaran hidup.

Jadikan masa lalu sebagai pembelajaran untuk hidup di masa depan. Jangan terpaku pada masa lalu sehingga langkahmu tertahan. Melangkahlah bebas kedepan dengan berfokus pada masa yang akan datang karena hidup akan terus jalan ke depan bukan ke belakang.

Berhentilah berlari dan cobalah berdamai dengan masa lalu. Berdamai memang bukan hal yang mudah bagi sebagian orang, tetapi cobalah untuk melakukannya. Berikut ini tujuh cara yang mungkin bisa membantu kalian berdamai dengan masa lalu.

Pertama, menerima semua yang telah terjadi di masa lalu. Menerima adalah salah satu cara terbaik untuk berdamai. Apakah mudah untuk melakukannya? Jawabannya adalah sulit, tetapi bukan berarti mustahil.

Kedua, fokuslah pada masa depan dan diri sendiri. Mengingat masa lalu  yang kelam hanya akan menimbulkan rasa sakit. Fokuslah pada masa depan dan diri sendiri untuk menemukan hal baru yang lebih indah.

Ketiga, senantiasa bersyukur. Masa lalu tidak akan pernah bisa dihilangkangkan. Namun, kita harus selalu bersyukur dan menjadikan masa lalu sebagai cerminan untuk dijadikan pelajaran agar tidak terjatuh lagi di kesalahan yang sama.

Keempat, memaafkan diri sendiri dan mereka yang pernah menyakitimu. Setiap orang, termasuk kita pasti pernah berbuat salah. Jika kita ingin mendapat pengampunan dari Tuhan dan orang yang pernah kita sakiti, maka ampunilah juga orang yang menyakiti kita.

Kelima, cobalah bersikap bodo amat. Coba untuk bersikap bodo amat dan biarlah yang lalu berlalu. Ada hal yang lebih penting untuk dipikirkan dibandingkan terus memikirkan masa lalu. 

Keenam, berhenti mengingat kesalahan di masa lalu. Merenungkan kesalahan dan kegagalan di masa lalu hanya akan memupuk rasa kecewa yang semakin mendalam. Oleh karena itu, berhentilah memikirkan apa yang sudah terjadi.

Ketujuh, alihkan pikiran dengan melakukan hal-hal positif dan produktif. Salah satu cara untuk tidak memikirkan masa lalu yaitu dengan mengalihkan konsentrasi dan pikiran pada pekerjaan, sekolah, atau aktivitas apa pun yang positif dan produktif.

Setiap hari yang kita lalui ibarat sebuah lembaran baru. Mungkin kita tidak bisa menghapus kesalahan di masa lalu, jadi mulailah hidup dengan damai. Ikhlaskan apa yang tidak bisa diubah dan betulkan apa yang masih bisa diperbaiki.

Otak manusia tidak didesain untuk melupakan. Melupakan akan lebih memforsir kinerja otak dibandingkan mengingat. Tidak perlu terlalu memaksakan untuk lupa. Cukup relakan dan anggap masa lalu sebagai hal yang biasa sebagai bentuk damai dengan diri sendiri.

Jangan paksakan orang lain untuk menyembuhkan lukamu yang bahkan bukan mereka penyebabnya. Cobalah berdamai terlebih dahulu dengan masa lalumu. Jika belum bisa, coba damailah dengan diri sendiri. Berdamai bukan berarti melupakan, tetapi mencoba belajar untuk mengikhlaskan.

Damai dengan masa lalu memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Walaupun kejadiannya sudah lampau terlewatkan, tetapi lukanya masih membekas diingatan.

Berdamai dengan masa lalu, memaafkan diri sendiri ataupun seseorang yang pernah menyakiti kita, artinya adalah kita telah menerima semua itu. Kita sudah bisa menerima apa pun yang terjadi di masa lalu dan menyadari bahwa tak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya.

Damailah dengan masa lalu, karena tanpanya kita tidak akan jadi sekuat dan sehebat sekarang ini. Orang lain tidak akan pernah mengerti sehancur dan serapuh apa dirimu. Tetaplah kuat dan mulailah berdamai dengan keadaan.

Berikanlah apresiasi terbesar pada diri sendiri yang sudah bisa ikhlas serta berdamai dengan masa lalu. Tidak ada yang perlu di benci atau di lupakan. Ambil hikmah dan sisi positifnya. Anggaplah masa lalu sebagai salah satu cara mendewasakan diri.

Sembuhkanlah diri sendiri dan damailah dengan masa lalu, karena psikologi terbaik adalah dirimu sendiri