Semasa duduk di bangku SMP saya sering mendengarkan lagu-lagu bernada Reggae. Selain karena faktor lingkungan, genre Reggae memang nyaman untuk didengarkan dengan alunan yang santai tapi tetap bergairah. Dari banyak koleksi lagu waktu itu ada beberapa grup musik Barat yang kurang saya kenal.

Salah satu di antaranya adalah grup Soldiers of Allah (tentara-tentara Allah). Tentu saja cukup menyita perhatian saya waktu itu, saya pikir ini grup musik yang tidak biasa, dengan lirik bahasa Inggris tetapi menyarakan Islam lewat alunan musik.

Tentu ini saya pahami dari judul dan beberapa liriknya, yang sangat saya ingat hingga sekarang adalah lirik “Allah had said in suratul Maidah ayah three: this day I have perfected for you your religion and completed my favor upon you and have appoved for you Islam as religion.” Lirik ini belum saya pahami betul waktu itu, namun yang jelas saya tahu lirik yang didendangkan ini mengutip Q.S. al Maidah tepatnya pada ayat 3.

Soldiers of Allah adalah grup rap muslim yang lahir di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Dengan jumlah personel empat orang. Dari masa kemasyhurannya hingga saat ini keempat personil tersebut tidak pernah memperlihatkan wajah. Lagu-lagu mereka hanya diunggah lewat situs resmi mereka (sekarang off) untuk disebarluaskan ke khayalak ramai.

Kemungkinan mereka menyembunyikan identitas ini karena grup ini berdiri dan eksis di tengah-tengah penikmat musik nonmuslim. Tentu akan banyak pertentangan yang muncul waktu itu jika mereka sedikit fulgar. Meskipun agama bukan masalah besar dalam keragaman apalagi di negara maju, tetapi jika telah menyusup ke dalam lagu-lagu yang konsumennya beragam, dan kemudian menjadi penikmatnya berlarut-larut akan menjadi sedikit masalah bagi kalangan agamawan.

Grup musik bergenre rap dan sedikit hiphop ini menyerukan agar umat Islam untuk bersatu di bawah satu bendera. Dan memang dari banyak lagu-lagunya bernada penyemangat, semisal “Muslim For Life” dan “Rise For Islam”. Selain itu di lagu-lagu yang lain, mereka menyebut tokoh-tokoh seperti Salahudin al-Ayubi, Khalid bin Walid, Harun ar-Rasyid di beberapa lagunya.

Dan kalau dilihat dari sejarah, tokoh-tokoh tersebut adalah yang berusaha mempertahankan Islam saat ada rezim yang berusaha menenggelamkannya. Serta kurang lebih tokoh-tokoh inilah yang menginspirasi visi dari grup rap ini.

Grup rap ini cukup populer di kalangan muslim Barat, kemudian di Timur Tengah hingga ke Asia Tenggara. Dan dari popularitas tersebut banyak yang mengklaim bahwa grup ini adalah grup musik Islam yang paling modern saat itu. Tentu dengan banyak peminat dan klaim tersebut grup ini semakin populer dari hari ke hari.

Album mereka yang paling sukses berjudul 1924---termasuk lirik di atas---yang menceritakan jatuhnya khilafah di Turki, dari sebelumnya Kerajaan Islam Turki (ottoman) jatuh menjadi Republik Turki pada 3 maret 1924. Tentu banyak yang berubah saat dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk. Banyak bidang yang diganti secara drastis.

Di antaranya, azan dan membaca Al-Qur'an dipaksa menggunakan Bahasa Turki, pelarangan berhijab, penggantian hukum Al-Qur'an dengan  hukum konstitusi, penggantian hari libur dari Jumat menjadi Minggu, penggantian Kalender Hijriyah menjadi Masehi, dan masih banyak lagi.

Kembali ke Soldiers of Allah, album 1924 berusaha mengingatkan kembali bahwa jika umat Islam bersatu untuk membentuk sesuatu sendiri dengan hukum yang dimilikinya sendiri tidak akan ada yang mampu menggoyangkannya. Soldiers of Allah berusaha mengingatkan kelamnya masa depan jika islam tidak bersatu padu.

Album 1924 adalah album mereka yang terakhir yang ditulis sebelum peristiwa 11 September. Setelah peristiwa tersebut grup ini menjadi kontroversial di Amerika. Sebenarnya pada tahun 2005 album ini pernah diumumkan akan ada album yang bertajuk Soldiers of Allah 3 yang berjudul “The Return Islam”. Namun hingga saat ini belum lagi ada kabar tentang album tersebut. Ada juga rumor bahwa mereka telah bubar dan fokus berkeluarga.

Sebagai apresiasi yang cukup, selama ini belum ada grup yang berusaha menyuarakan Islam di kancah dunia, tentu dengan ciri khas yang sangat bagus sebagaimana yang dimiliki Soldiers of Allah ini. Jika dibandingkan dengan Maher Zein yang  melankolis dan beberapa grup atau penyanyi lain, yang jelas Soldiers of Allah memiliki nilai lebih, selain berusaha memberikan perenungan tentang semangat beragama dan pemersatuan, grup ini memiliki rap yang khas.

Tentu di tengah-tengah masa milenium yang sedang banyak hujat-hujatan dan perang di antara sekte-sekte agama, kita semua berharap ada yang dapat memberikan semangat bersatu dalam perdamaian. Dan dengan adanya semua itu kita semua berharap Islam didendangkan dengan ramah dan penuh kedamaian.

Tidak akan ada salahnya Islam didakwahkan melalui lagu. Melihat salawat burdah diiringi dengan rebana dan beberapa alat lain. Pantaslah jika lagu-lagu islami modern dikembangkan menjadi berbagai genre. Toh pada akhirnya selera yang menentukan siapa penikmat lagunya. Dan jika hakim selera telah bicara, usaha adalah sebuah kewajiban dalam menyuarakan Islam yang damai melalui musik atau yang lain. Demikian.