Tanggal 17 Agustus adalah hari besar bagi bangsa kita di mana setiap anak bangsa merayakan hari kemerdekaannya, kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana tradisi, perayaan kemerdekaan itu pun biasa diwarnai dengan banyak event dari mulai upacara kemerdekaan, pawai kebudayaan dan berbagai lomba yang diperebutkan menjadi identitas bagi semaraknya perayaan yang dikenal sebagai Agustusan tersebut.

Setiap anak bangsa tentu memiliki keinginan untuk bisa turut meramaikan dan memberi sumbangsih bagi perayaan kemerdekaan tersebut, tak terkecuali bagi warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Dengan tema ‘Kerja Nyata Mengisi Kemerdekaan’ Jemaat Ahmadiyah di seluruh wilayah Indonesia telah menggelar berbagai event untuk mengisi HUT RI yang ke-71 tahun ini.

Salah satu yang menarik dari perayaan HUT RI tahun ini, telah dilaksanakan oleh Jemaat Ahmadiyah cabang Muara Bungo di mana perayaan HUT Kemerdekaan itu dilaksanakan di satu perkampungan warga Suku Anak Dalam di Sungai Banyu, Kabupaten Tebo. Dikatakan menarik karena kegiatan ini merupakan perayaan HUT RI yang pertama kalinya dilaksanakan bagi Suku Anak Dalam di kampung tersebut.

Suku Anak Dalam adalah masyarakat yang memarjinalkan dirinya dari pergaulan luar komunitasnya. Walau bagian dari Indonesia tapi mereka tidak direpotkan oleh berbagai aturan sebagaimana telah mengikat Warga Negara Indonesia pada umumnya.

Pola kehidupannya yang acuh dan sangat sangat sederhana ‘mengamankan’ mereka dari pergulatan politik yang kusut lagi sengit di luar sana. Dengan kondisi yang demikian maka minat juga partisipasi mereka telah memberi kesan dan makna tersendiri dari sebuah perayaan kemerdekaan RI kali ini.

Acara dimulai tepat pukul sepuluh, diawali sambutan tentang tujuan kegiatan dan makna memperingati Hari Kemerdekaan, dilanjut berbagai lomba hiburan yang diikuti oleh warga Anak Dalam dan juga warga datangan. Riuhnya gelak tawa menyaksikan lomba tampak jelas merobek sekat image perbedaan antara orang Dalam dan orang Luar, kebersamaan yang tercipta telah memberi kesan akan kesamaan kita sebagai Indonesia.

Dua jam setelah acara berjalan, pembagian hadiah dan pemberian bingkisan bagi warga Suku Anak Dalam menjadi penutup sebuah pagelaran agustusan. Satu kerja nyata berbagi kebahagiaan mengisi kemerdekaan, sekaligus menjadi momen penyadaran akan kebersamaan dan kesamaan kita dalam kesatuan Indonesia.