Musik bawah tanah (underground) atau biasa disebut Musik Metal, bagi sebagian orang awam tentu adalah musik yang bising, keras, sembrono, begitu juga liriknya. Namun tahukah anda bahwa ada 100 pertanyaan di otak kita yang belum dapat diaplikasikan soal budaya musik dari barat tersebut?

Begitu banyak kesalahpahaman pandangan dan persepsi orang tentang genre metal, dan dengan hal itu adalah cukup sebagai alasan untuk membuat orang lebih tahu tentang betapa mereka salah menilai. Mitos dan kebenaran yang sebenarnya ada dan ini hanya pendapat saya bukan untuk lucu-lucuan.

Heavy Metal

Musik yang disebut penggagas semua subgenre: Thrash Metal, Death Metal, Progressive Metal, Power Metal, dan lain-lain. Kebanyakan orang menganggap bahwa nama musik yang terdengar dengan jeritan keras dan distorsi yang berat adalah Heavy Metal. Genre ini ternyata masih memiliki ratusan subgenre dari tulisan tadi.

Band seperti Led Zeppelin dan Black Sabbath membuka jalan bagi band-band metal lain untuk berkreasi serta menciptakan suara yang unik dan khas. Vokalis band Thrash Metal Machine Head, Robb Flynn mengaku ia adalah pria berperawakan seram namun ia memiliki sisi yang romantis

Aliran Kaum Bar Bar

Musisi metal adalah orang yang aneh tidak bependidikan dan tidak dapat menyusun kalimat. Ini persepsi dangkal, kebanyakan orang memandang lirik dan musik metal sederhana dan terkesan bodoh. Pakaian compang-camping. Pada kenyataannya musisi metal adalah musisi yang sangat cerdas dan berbakat.

Mereka orang yang sangat fokus (bukan ketika melihat wanita seksi) serta mampu menulis lirik yang dalam dan rumit. Namun seiring perkembangan zaman ada juga musisi yang memakai kemeja rapi bukan jaket tebal dan aksesoris nan seram lagi. Sekarang saya tantang anda dengarkan band seperti Nile, Necrophagist, Suffocation, Cannibal Corpse dan mainkan lagunya, saya yakin anda akan stres dan rambut anda rontok semua.

Aliran Antiagama

Mitos: semua aliran metal antireligi menentang ajaran agama. Ini salah besar. Pada sebagian besar pendapat non-metalhead, band metal menganggap agama layak dibenci (antipati pada agama), tapi itu bukan kasus yang terjadi pada aliran metal.

Dalam kebanyakan kasus genre metal tidak antiagama secara umum, justru melawan anti agama contoh band Dimmu Borgir (Norwegia) dan dari Indonesia band death metal Jasad (Bandung).

Pemuja Setan

Mitos: metal mempromosikan satanisme. Meskipun beberapa dari genre Death Metal dan Thrash Metal seperti Cannibal Corpse, Morbid Angel, dan Slayer menggunakan embel-embel satanisme, namun mereka hanya memasukkannya sebagai tema lagu (tidak serius) bahkan orang-orang ini cenderung untuk tidak mempromosikannya.

Identik dengan Kriminal

Mitos: musik metal mempromosikan aktivitas kriminal seperti pembunuhan. Sementara beberapa komunitas metal terjadi pernah ditangkap karena kejahatan, dan terdapat satu kasus yang dominan saja.

Kebanyakan band metal memiliki lirik kekerasan, kenyataannya itu pun hanya curahan hati mereka pada sebuah lagu. Cannibal Corpse contohnya band yang terkenal karena liriknya yang sering mengangkat tema soal pembantaian, kematian, dan fetisisme seksual.

Aliran Seksisme

Mitos: metal adalah seksisme, meskipun tampak bahwa dari genre ini konon ceritanya di tahun 80-an dirancang untuk meremehkan seks dan wanita, namun sekarang tema itu sudah dibuang jauh-jauh karena dianggap tidak etis dan menghindari topik tersebut sepenuhnya.

Pengaruh Buruk untuk Anak Anak

Mitos: musik metal buruk bagi anak-anak? Banyak musik ini berorientasi terhadap anak-anak dan rema sebagai cara yang santai untuk mengatasi stres daripada menggunakan cara lain. Walaupun ada persepsi mengatakan kepada anda bahwa metal meracuni pikiran anak-anak kita, perlu diingat bahwa orang tersebut umumnya berpikiran tertutup dan tidak sepenuhnya paham.

Menurut penelitian terbaru yang dilansir oleh Sciencedaily menyebutkan bahwa penggemar musik Heavy Metal ternyata lebih pandai, dapat meredam emosi negatif, dan lebih ekspresif (penelitian tersebut melibatkan 1.057 murid National Academy dari usia 11-18 tahun).

Musisi aliran Heavy Metal juga memiliki tingkat intelejensi tinggi seperti vokalis Iron Maiden, Bruce Dickinson. Selain sebagai musisi juga beliau seorang novelis dan pilot handal.

Musisi Tak Berbakat

Tak berbakat ya? Apa karena karyanya tak laku di pasaran? Ini yang bikin saya nyengir (masalah rezeki di tangan Tuhan). Setiap musisi profesional akan memberitahu anda bahwa Metal dan Jazz adalah genre musik yang paling rumit untuk dimainkan.

Sementara kedengarannya musisi metal hanya bersembunyi di balik efek distorsi, riff yang cepat, dan perkusi ekstrim yang hampir selalu 100% asli tanpa menggunakan efek disentis musik. Namun ada juga subgenre musik yang cenderung untuk mengedit lewat musik digital. Dan yang lain hampir semua murni

Hanya Bisa Berteriak

Ya vokalis band metal hanya bisa berteriak layaknya suara jeritan ibu kos yang kesal menagih iuran bulanan. Jika suka lagu metal anda mungkin pernah mendengar seseorang berkata, "Wah. Tidak bisakah dia menyanyi dengan benar?"

Ini membuat para metalheads mengernyitkan dahi. Ya memang kenyataan menjadi vokalis metal sangatlah sulit, Bung. Dan meski itu tampaknya mudah namun ada beberapa teknik vokal dalam genre metal, seperti yang sering digunakan: Scream, Growl (pada genre Thrash Metal, Death Metal, dan lain-lain), Pig Squeals (Grincore, Deathgrind, dan lain-lain), Grunt, dan sejenisnya.

Catatan: Tulisan ini tidak untuk menyinggung kelompok tertentu dalam memahami genre \m/etal. Salam satu jiwa.