Waktu berjalan kian cepat. Rasanya baru kemarin duduk dibangku SMA. Menikmati masa muda yang penuh dengan perjalanan memanglah begitu mendebarkan. 

Menurut sebagian orang, beranjak dewasa merupakan perpindahan yang sempurna, tapi sadarkah bahwa di dalamnya penuh dengan rintangan yang ada. 

Bagaimana bisa?

Masa muda merupakan masa di mana kita dituntut untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya. 

Masa di mana emosi  jiwa mulai meluap ingin menjadi yang terhebat, ingin menjadi orang yang tak dipandang sebelah mata, bahkan ingin mencoba kisah asmara yang kata orang dewasa kisah asmara sewaktu muda itu luar biasa.

Nah, di sinilah tantangan terbesarnya.

Tantangan di mana kita sebagai anak muda selain dituntut untuk menemukan jati diri kita, kita juga dituntut untuk bisa memilah dan memilih mana yang terbaik untuk masa depan.

Mengapa begitu?

Karena salah sedikit saja kita melangkah, masa depan menjadi taruhannya. 

Maka dari itu, sebagai anak muda yang kini sedang beranjak dewasa, mari bersama-sama kita mulai menata masa depan. 

Sebab, cemerlangnya masa depan itu berada di tangan kita, tidak di tangan kedua orang tua kita sekalipun. 

Jangan takut melangkah! Apa pun rintangannya kita pasti bisa lalui. Asal kita mau berusaha dengan tekad kuat. 

Ingat di setiap kemauan pasti ada jalan. Nah di setiap rintangan juga pasti ada cara untuk menyelesaikan.

Berani menentukan langkah itu baik.

Tapi langkah yang tidak disertai dengan nalar dan pikiran yang matang juga bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri, loh. 

Semangat untuk kita anak muda!  Meski dalam kenyataannya beranjak dewasa tak seindah yang kita kira. Tapi dari dewasa kita bisa menemukan banyak hal yang tidak kita jumpai dimasa remaja. 

Baca Juga: Beranjak Dewasa

Salah satunya adalah dengan menjadi dewasa kita mampu berkelana ke mana-mana. Ke tempat yang mungkin dulu hanya sebatas angan semata, sewaktu dewasa bisa kita wujudkan dengan mudah.

Bukannya sewaktu remaja juga bisa? 

Yap! Sewaktu remaja memang kita bisa melakukannya, namun pasti ada statement atau anggapan yang menghambat kita melangkah, seperti:

"Jangan berkelana sendirian, belum dewasa lo, masih muda. Besok kalau sudah besar saja"

Terkadang hal seperti ini membuat kita berfikir sejenak, "Apakah kelak jika sudah dewasa aku diperbolehkan untuk bermain? Lalu apakah diriku yang sekarang ini masih sangat kecil?"

Tapi, terlepas dari fikiran itu, menjadi dewasa itu seru,loh! Apalagi kalo kita punya ilmu. 

Mempersiapkan masa remaja yang cemerlang, agar kelak dimasa dewasa bahkan jika sudah senja, kita mempunyai banyak hal baik untuk dikenang dan bukan sebuah penyesalan yang tiada pengakhiran.

Seperti halnya jika kita ingin menjadi seorang perenang yang handal, maka dari sekarang kita harus mempersiapkan bekal untuk menjadi seorang atlet renang.

Apakah seorang atlet renang hanya membutuh bekal secara fisik saja? Bukankah tujuannya adalah menang? 

Iya. Seorang atlet pasti tujuannya adalah menjadi pemenang. Namun bukan itu tujuan utamanya. Percayalah bahwa seorang atlet tidak pernah berharap lebih kepada sebuah medali. Mereka akan lebih bersujud kepada pengalaman mahal yang bisa mereka dapatkan. 

Dari situ bukankah yang kita perlukan untuk menggapai semua angan adalah persiapan yang matang bukan? Mulai dari persiapan fisik, keahlian yang baik, serta penguasaan materi yang baik pula. 

Jika kita lihat lagi semua hal di atas yang sedang kita bahas menjerumus pada kata belajar bukan? Tak hanya belajar tapi cara menghadapi tantangannya juga.

Pastinya bagi anak muda itu bukanlah hal yang berat. Karena saya yakin ambisi anak muda yang kuat, meski dihadapkan dengan badai yang besar. Pasti akan mudah diterjang. Contoh nyatanya adalah para atlet muda kita yang mampu mengharumkan nama bangsa.

Meski banyak musuh hebat namun berkat kerja keras, usaha dan kegigihan dalam berjuang yang kuat, sehebat apa pun lawan mampu dihadapi dengan tenang. Sudah sepatutnya, kita sebagai generasi muda mencontoh hal-hal baik yang sudah banyak ditorehkan oleh mereka-mereka yang mempunyai prestasi baik akademik maupun non akademik.

Seperti semangat berjuang, kegigihan dalam berusaha. Serta masih banyak hal lainnya. Sekali lagi masa muda adalah tolok ukur menentukan bagaimana kita nanti. Maka berusahalah dengan baik. Tidak ada usaha yang menghianati hasil. Anggap saja rintangan itu seperti duri kecil. Meskipun diinjak sakit tapi ia tak akan melukaimu dalam.

Jika kau mampu menghindar dengan benar. Anggap saja pula rintangan itu seperti api kecil. Dimana ketika api itu kecil mampu kita kendalikan dengan baik, akan banyak manfaat baik yang akan kita dapatkan pula. Seperti halnya rintangan, jika kita mampu melewatinya. Ada banyak pesan baik di dalamnya.

Sebagai salah satu contoh adalah melatih kesabaran kita, gagal coba lagi. Gagal lagi kita coba lagi sampai berhasil. Itulah gunanya tekad yang baik dari berjuang. Tantangan itu mudah jika kita punya cara penyelesaian yang terarah. Tapi tantangan juga bisa menjadi bencana, bagi kita yang tidak mampu menghadapinya.

Maka belajarlah dengan baik. Persiapkan bekal sebaik mungkin pula. Karena bisa jadi akan banyak kegagalan yang kita jumpai. Kegagalan yang kadang menghentikan langkah kita untuk bergerak maju. Sebab itu, buatlah jalan lain. Jika jalan satu buntu, kamu masih punya banyak jalan-jalan lain yang akan mengantarkanmu pada mimpi-mimpimu.

Jadi kamu tidak akan kesulitan dalam mencari jalan keluar. Yakin dan percayalah, Kita mampu.