Saya seorang gadis, anak pertama dan berusia 18 tahun. Banyak yang berkata “anak pertama perempuan lagi, bahunya dikuatin yaaa!!” . Sebenernya kalo menurut saya tidak harus anak perempuan anak pertama tapi semua anak harus menjadi kuat ketika sudah memasuki usia 17 keatas lah dimana kita akan dipontang pantingkan oleh keadaan. Jelas harus bersikap dewasa baik fisik maupun psikis. Apalagi saat ini  saya  sudah menjadi seorang mahasiswa harus menyiapkan matang-matang soal masa depan. Yahhhh, sambil berjalan. 

Saya tipe orang yang introvert, apasih introvert itu? Banyak orang mengira introvert ialah seseorang yang pemalu atau malas bergaul. Tapi saya pernah search, dalam psikologi introvert berarti fokus  pada hal-hal yang ada didalam dirinya untuk mendapatkan energi seperti pikiran, perasaan dan mood dibanding mencari keluar. Mereka cenderung lebih diam dan kontemplatif, tapi bukan berarti seorang introvert itu tidak butuh orang lain. 

Malah saya sering merasa “NO ONE CARES ABOUT ME” nyesek rasanya ketika posisi kita sedang down banget tidak ada satu manusia yang menguatkan kita. Tapi saya ingat bahwa saya masih punya Allah SWT. Saya curahkan semua disujud saya sampai dada saya merasa sakit karena menangis tanpa henti. Setelah semuanya saya serahkan kepada yang diatas terasa lega pastinya  tanpa lupa mengucap syukur saya masih bisa berdiri melipat mukena dan sajadah setelah selesai mengadu pada yang Kuasa. 

Malam sudah tiba saat nya  istirahat, jangan lupa baca doa! Eh ketika menarik selimut dan mengejamkan mata saya memikirkan sesuatu yang membuatku tidak bisa tidur, “sembari membolak balikkan badan mencari posisi tidur ternyaman”  terus menghantui pikiran saya seolah olah saya bisa tidak bisa melewati hal ini. Saya takut gagal, saya tidak percaya diri, saya bingung,saya pusing, bagaimana dengan masa depanku.  Yeayyyyy saya memasuki jam-jam overthinking, sudah tidak asing lagi dengan kata itu. Apa sih overthinking itu? Overthinking adalah istilah untuk perilaku memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Hal ini bisa dipicu oleh adanya kekhawatiran akan suatu hal, mulai dari masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari, masalah besar, hingga trauma di masa lalu, yang membuat kamu tidak bisa berhenti memikirkannya.

Overthinking juga berdampak negatif pada fisik dan mental yang mengganggu, parah kann dan itu selalu terjadi pada diri saya. Jadi tidak kaget ketika bangun tidur mata sembab badan terasa berat karena pikiran yang begitu berat, tapi keesokan harinya harus mengeluarkan tawa  lebar seolah olah tadi malam saya tidur sangat lelap dan baik-baik saja. Capek yaa harus pura-pura baik baik saja padahal sedang hancur.

Di usia saat ini  memang  teman teman kita satu persatu menghilang, mungkin yang tadinya sedekat nadi menjadi sejauh matahari, yang tadinya sering nanyain kabar sekarang hanya penonton story. Sekarang saya semakin tau arti kata sahabat dan teman itu beda. 

ingin sekali rasanya kembali ke masa kecil, dimana kegiatan sehari-hari teramat indah dan bahagia.  Bangun pagi, mendengar suara burung-burung kenari yang berkicau memandang gunung-gunung yang indah sekali.. Subhanallah   

Sambill membawa handuk  dan berjalan sambil bernyanyi lagu daerah, ya...  

Gundul Pacul adalah lagu favorit saya. Dirumah, saya termasuk manusia yang paling lama ketika mandi karena saya suka air . Sebelum menyiram badan, yang saya lakukan ialah bermain perahu-perahunan menggunakan gayung. Hmmmm aneh yaa  

Sebelum  Mbah saya memanggil saya dengan nada tinggi karena beliau keburu mau buang hajat, saya belum keluar dari kamar mandi.

Waktu SD saya tak pernah lupa yang namanya wajib sarapan sebelum berangkat sekolah, harus bawa bekal dan uang saku pun tidak boleh ketinggalan. Walaupun ibu saya hanya menggoreng telur dadar, tapi saya bahagia sekali tanpa ada rasa bosan. Kadang juga ibu suka lupa kasih garam, bahkan sampai rasanya asin banget pun udah tidak kaget. Berangkat sekolah jalan kaki  bergandengan dengan teman ku Inka, kadang juga berangkat sendiri sambil bergaya gaya di pinggir jalan.

Kangen sekali masa masa-masa  Saat sudah masuk jenjang SMA saya selalu bangun kesiangan,sholat subuh terburu-buru,jarang sarapan bahkan bawa bekal pun sering ketinggalan.  

Ketika masuk jenjang SMA saya sudah merasa hidup saya berbeda dari yang dulu, bangun  sering kesiangan, sholat subuh terburu-buru, bahkan mau sarapan saja tidak sempat dan bawa bekal pun jarang kebawa karena sering lupa. 

Tapi saya selalu bersyukur mau dalam keadaan saya seperti apa. Karena dibalik susahnya saya masih banyak orang lain yang lebih susah.  Jadi yaaa, ini hidup saya yang harus saya nikmati dan saya syukuri.


 Self reminder : 

Jangan terlalu bergantung pada siapapun di dunia ini, bahkan bayanganmu akan meninggalkanmu saat berada di kegelapan.” -Ibnu Tamiyah


Temanggung, 15 Maret 2021