1 week ago · 25 view · 3 menit baca · Politik 20241_63857.jpg
AsiaNews

Bencilah Oknum, Bukan Negaranya

Berbincang-bincang tentang Indonesia, pastilah kita akan menyoroti siapa yang menjadi pemimpin di suatu negaranya dan juga tidak lepas kita bertanya juga seperti apa sistem yang digunakan di dalam suatu pemerintahan tersebut. Kata orang, pemerintah harus memberi kenyamanan bagi masyarakatnya, baik kenyamanan di bidang transfortasi, mencari kerja, dan lain sebagainya.

Memang lumrahnya di Indonesia sangatlah menjunjung yang namanya demokrasi. Kita berbicara tentang Indonesia, pastilah kita akan berbincang pula tentang apa itu yang dinamakam demokrasi. Sebab negara kita ini yang katanya demokrasi, negara yang menjunjung tinggi hak-hak dari rakyatnya.

Lantas, apa dan seperti apa yang disebut dengan negara demokrasi? Apakah Indonesia sudah sepenuhnya menjalani negara yang demokrasi?

Dalam hal ini kita mengingat kembali apa itu demokrasi. Secara pengertiannya, kita tahu bahwa negara demokrasi itu ialah sering kita pergunakan untuk memilih pemimpin kita. Hal ini bersinggungan juga dengan dikatakannya demokrasi ialah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dari rakyat, maksudnya di sini ialah kita melakukan suatu keputusan pastilah dari rakyat. Misalkan presiden itu kita pilih dari rakyat dan suara pemilihannya pun dari rakyat. Yang pastinya rakyat Indonesia. 

Oleh rakyat, maksudnya di sini ialah segala tindakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah ialah dilakukan untuk rakyat sepenuhnya, bukan untuk kepentingan pribadi. Dan untuk rakyat, maksudnya di sini ialah apa pun segala peraturan yang dibuat semata-mata hanya untuk rakyat.

Dari hal di atas, sangatlah terbuktikan bahwa negara yang beratasnamakan negara yang demokrasi selalu menjunjung tinggi hak-hal masyarakatnya. Semua itu adalah tentang keputusan bersama, bukan keputusan perseorangan atau pribadi. Jadi dalam hal ini siapa sebenarnya orang penting di negeri ini? Kalai toh yang sangat dipentingkan adalah rakyat yang menjadi titik tolaknya suatu negara.

Kita tak dapat mempungkiri bahwa negara kita masih dalam tahap menyempurnakan kedemokrasian negara Indonesia. Kenapa saya bilang seperti ini? Sebab kenyataan di negara kita ini masih banyak angka kemiskinan di mana-mana. Masih banyak kesenjangan terjadi di negara ini. Hukum pun saat ini masih banyak tidak meyakini hati masyarakat Indonesia, terbukti bahwa negara kita menegakkan hukum sangat banyak mengecewakan masyarakat Indonesia.

Contohnya saja, masih ingatkah kota dengan kasus pencurian beberapa bilah kayu oleh seorang nenek tua? Berapa vonis yang diberikan oleh bapak pemimpin sidangnya? Sangat mengecewakan, bukan? 

Sedangkan kita bandingkan dengan orang-orang yang duduk di singgahsana pemerintahan, memakan uang hak rakyat Indonesia, melakukan korupsi dengan memanfaatkan jabatannya, tapi mereka terkadang lolos di mata hukum, lolos di ranah peradilan Indonesia. Walaupun tertangkap, apakah setimpal hukumannya untuk mereka? Kita tahu bahwa yang melakukan hal ini sama saja dengan mencuri, dan yang lebih parahnya lagi adalah mencuri hak rakyat.

Apakah hal ini membuktikan sudah demokrasikah Indonesia? Jawabannya pasti ada di dalam benak kita semua. Sudahkah rakyat diberi haknya dengan semestinya? Semua hal ini pastilah Anda bisa jawab sendiri dengan pandangan anda semua. Banyak perihal masih tentang demokrasi ini.

Pernah tidak kita memikirkan tentang keadilan yang sesungguhnya bagi rakyat Indonesia? Kita lihat banyak sekali masih kesenjangan di mana-mana. Masih banyak masyarakat bawah terkhususnya komplain terhadap kebijakan pemerintahnya. Tidak jarang mahasiswa turun aksi ke jalan untuk menyuarakan hak rakyat bawahan.

Namun ada hal yang sangat saya sayangkan kepada sebagian masyarakat. Entah kenapa di saat ada oknum-oknum yang menjadikan kesempatan dalam kesempitan di suatu masa jabatannya untuk memperkaya pribadi, yang dicaci-maki masyarakat sebagian adalah katanya "negara ini tidak adillah". 

Hal seperti ini sangat disayangkan sekali. Padahal yang melakukan tindakan seperti itu bukan negaranya, namun oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukannya. Hal seperti ini patut diluruskan dalam pandangan semua rakyat.

Namun ketika hal ini sudah kita pahami keadaan negara ini, apakah kita harus diam dan hanya menerima keadaan apa adanya saja? Pastinya tidak, kan?

Kita harus punya tindakan untuk negara ini, untuk semua rakyat yang merindukan yang namanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua pilihan ada di tangan rakyat, rakyat yang akan memegang dan mencetuskan siapa yang akan menjadi pemimpin Indonesia. Bukan sekadar hanya memimpin satu golongan saja, bukan hanya memimpin satu etnis, suku, budaya, bahasa, dan lain sebagainya saja, namun memimpin semua masyarakat yang ada di Indonesia, baik mereka yang ada di pelosok negeri ini sekalipun.

Jangan harap Indonesia akan sejahtera kalau masih banyak angka kemiskinan dan kemelaratan masyarakat rasa. Jangan pula salah pilih pemimpin yang akan menyebabkan Anda menjadi sesal dan mengata-ngatakan kesalahan pemimpin yang Anda pilih. Kenali pemimpin yang mencalon, baik dari kubu mana pun ia, sebab mereka juga rakyat biasa yang termasuk rakyat Indonesia.

Mereka juga Ingin merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat semua, dan pilih ia yang tidak selalu memprioritaskan satu pihak saja, baik hanya satu golongan, ras, suku, dan lain sebagainya, namun ia yang bisa menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia.