1 tahun lalu · 4474 view · 2 menit baca · Politik 61016.jpg

Benarkah Kasus Amien Rais Pembunuhan Karakter?
Tanggapan untuk Hidayat Nur Wahid-PKS

Hidayat Nur Wahid, seorang petinggi PKS berkomentar kasus Amien Rais adalah pembunuhan karakter. Kemudian Hidayat menggiring opini melalui pernyataannya dengan menyebut Amien Rais sebagai "tokoh yang selalu membela kepentingan umat Islam, kritis kepada pemerintah" yang saat ini menurut Hidayat "nama baiknya dicemarkan dan dikriminalisasi".

(Ehem... baiklah...)

Demikian komentar Hidayat Nur Wahid dan usaha kerasnya menggiring opini bahwa Amien Rais adalah korban, bukan sebagai penerima uang tak halal dari fakta persidangan yang termaktub dalam dakwaan Jaksa KPK dalam kasus korupsi Siti Fadilah.

Soal komentar Hidayat Nur Wahid terkait kasus korupsi, saya ingin mengajak anda mengingat kembali pernyataan ngawur Hidayat terkait kasus Luthfi Hasan Ishaq yang saat itu masih sebagai Presiden PKS yang dicokok KPK dari Kantor PKS nan megah di Jalan TB Simatupang.

Kasus Luthfi Hasan Ishaq sampai saat ini masih memegang rekor nasional (atau internasional?), satu-satunya ketua partai yang digelandang langsung dari kantor partainya!

Saat itu Hidayat Nur Wahid mencoba mengalihkan isu dan membentuk opini, bahwa Luthfi Hasan Ishaq adalah korban konspirasi zionis. 

Pernyataan Hidayat Nur Wahid pun diamini oleh Mardani Ali Sera, Jubir PKS saat itu yang menegaskan bahwa kasus Luthfi Hasan Ishaq adalah "konspirasi program zionis" 

(O yee.... Konspirasi zionis!)

Padahal penangkapan Luthfi Hasan Ishaq adalah kelanjutan dari kasus tangkap tangan Ahmad Fathonah, yang disebut ustadz di PKS.

Artinya, KPK sudah punya bukti yang kuat saat menangkap Luthfi Hasan Ishaq, tapi Hidayat Nur Wahid masih nekat saja, seperti sudah hilang kewarasannya dengan menyebut ditangkapnya Luthfi Hasan Ishaq sebagai konspirasi zionis.

Banyak yang merespon komentar Hidayat saat itu dengan menyebutkan "inilah modus jahat Hidayat Nur Wahid yang mau menggiring opini bahwa KPK adalah bagian dari konspirasi zionis."

Akhirnya dalam Persidangan Tipikor, Luthfi Hasan Ishaq divonis 16 tahun, bahkan saat dibawa ke MA, hukumannya malah ditambah 18 tahun dan denda Rp 1 Miliar!

Apakah Hidayat Nur Wahid pernah meralat atau mencabut komentarnya itu? Atau meminta maaf ke KPK yang menyebut kasus Lutfhi Hasan Ishaq sebagai konspirasi zionis? TIDAK PERNAH!

Jelas-jelas sekali komentar Hidayat Nur Wahid soal kasus Luthfi Hasan Ishaq penuh dusta, jahat dan mau membentuk opini yang palsu, untuk membela sejawatnya sendiri dengan melempar fitnah ke orang lain.

Harusnya, Hidayat Nur Wahid tak lagi bisa dipercaya. Seperti kata pepatah, "Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya!" Sekali terungkap berdusta, jahat dan khianat, maka tak perlu dipercaya lagi!

Kembali ke kasus Siti Fadilah yang menyeret nama Amien Rais, apakah ini bagian pembunuhan karakter?

Penyebutan nama Amien Rais adalah fakta persidangan, masuk dalam dakwaan Jaksa KPK, setelah membeberkan bukti-bukti bahwa Siti Fadilah menyalahgunakan wewenangnya dengan menunjuk langsung tanpa tender soal alat-alat kesehatan, di mana saat itu ada wabah flu burung (inilah korupsi paling jahat, korupsi alat kesehatan di musim wabah penyakit), maka KPK harus membuktikan kemana uang itu mengalir.

Dengan bukti-bukti yang kuat, Jaksa KPK menyebut nama Amien Rais yang disebutkan ada enam kali transfer ke rekeningnya! Kalau KPK tidak punya bukti yang kuat, tidak lah mungkin nama Amien Rais disebut-sebut.

Ucapan Hidayat Nur Wahid soal "pembunuhan karakter Amien Rais" itu ibarat ujaran pepatah "buruk muka cermin dibelah", keburukan adalah yang melakukan dan terlibat korupsi, kok malah KPK yang sedang memberantas dan menegakkan hukum yang dituduh dan dicerca!

Dan ingatlah, bahwa siapa pun yang melakukan korupsi dan terlibat korupsi, serta menerima suap, sebenarnya mereka sedang melakukan bunuh diri terhadap karakter mereka sendiri!