Belenggu merupakan suatu ikatan yang menghambat seseorang atau sesuatu untuk maju. Contohnya di masa pandemi Covid-19 semua proses belajar mengajar mau tidak mau dilakukan melalui online atau daring, maka sebagai seorang pelajar tidak bisa belajar sebagaimana mestinya saat belajar di kelas dengan guru yang mengajar dan teman-teman yang menemani waktu belajar. Banyak pelajar tidak bisa pergi atau berkembang lebih maju karena ada pandemi Covid-19 yang menjadi penghambatnya.

            Salah satu belenggu yang bisa dikendalikan oleh diri sendiri adalah rasa takut, perasaan ini paling sering membuat seseorang tidak bisa berkembang. Meskipun tidak terlihat, tapi belenggu ini bisa membahayakan kehidupan seseorang. Bayangkan saja, ketika kamu ingin melakukan sesuatu tapi kamu belum juga memulai dan mencari cara untuk bisa mencapainya, karena rasa takut dan tidak percaya diri yang berlebihan. Perasaan seperti itu memang wajar dan pasti dirasakan oleh semua orang, namun jangan sampai hal itu membuatmu gagal.

            Pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap kesehatan mental jutaan orang, termasuk kesehatan mental para pelajar. Kualitas kesehatan mental peserta didik yang tidak bisa menjalani pembelajaran tatap muka adalah isu penting. Adapun di antara kelompok peserta didik yang cukup rentan menjadi masalah kesehatan mental adalah mahasiswa. Banyak mahasiswa menghadapi masalah depresi, kecemasan, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

            Memang benar bahwa kuliah secara daring juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan kuliah biasa seperti pada umumnya. Dengan kuliah daring mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan di mana pun dan kapan pun sesuai dengan keinginan, tanya jawab dalam perkuliahan bersifat fleksibel karena bisa ditanyakan melalui media sosial baik dengan dosen maupun teman sekelas. Kelebihan kuliah daring lainnya yaitu mahasiswa bisa melihat kembali materi yang diajarkan karena materi biasanya berupa modul yang bisa diunduh dan disimpan di laptop atau komputer sehingga bisa dilihat kapan pun. Namun di samping kelebihan itu terdapat banyak sekali kekurangan dari kuliah secara daring.

            Akibat dilakukannya perkuliahan secara daring, segala informasi didapatkan melalui media sosial. Hal tersebut justru merupakan sebuah masalah baru, karena banyak individu yang menemui kesulitan untuk bisa mengatasi begitu banyaknya informasi dan meninggalkan media sosialnya sebab hal ini terkait dengan kebutuhan akademis untuk belajar di rumah selama pandemi Covid-19. Banyak yang mengeluh merasa lelah, jengkel, marah, kecewa, dan kehilangan minat, atau motivasi berinteraksi dengan media sosial karena banyaknya konten yang ditemui. Kendala jaringan juga kerap kali menjadi sebuah masalah yang dihadapi mahasiswa selama perkuliahan daring, hal itu bisa menyebabkan kecemasan dan rasa takut apabila terdapat sesuatu yang tidak diketahui seperti tugas maupun materi yang disampaikan.

            Mahasiswa yang belajar di rumah karena pandemi rentan mengalami kejenuhan terhadap media sosial karena media sosial yang biasa digunakan sebagai pereda stres dalam kasus ini justru menjadi sumber stres baru. Masalah yang paling banyak dialami mahasiswa karena pembelajaran online adalah kecemasan. Perkuliahan daring membuat mahasiswa sulit berinteraksi dengan dosen maupun sesama mahasiswa. Berinteraksi lewat media sosial sering membuat cemas karena apa yang diungkapkan mengundang pemikiran yang berbeda-beda sehingga takut menimbulkan pro dan kontra. Etika dalam bersosial media sering menjadi sebuah permasalahan, karena setiap individu memiliki tafsirannya sendiri-sendiri.

            Akibat dari perkuliahan daring lainnya adalah merasa kurang sesuainya metode pembelajaran yang membuat mahasiswa menjadi susah untuk menguasai materi yang diberikan oleh dosen. Hal ini berdampak kepada para mahasiswa menjadi merasa cemas dan kurang percaya diri sehingga mengganggu kesehatan mentalnya. Para mahasiswa dihimbau untuk selalu bisa beradaptasi dengan kondisi yang bisa berubah kapan saja seperti ini, padahal tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan mudah.

            Hanya diri sendiri yang dapat mengatasi permasalahan ini, melalui evaluasi diri dan menjernihkan pikiran. Tingkatkan rasa percaya diri bahwa kamu mempunyai kemampuan untuk bisa mencapai semua yang diinginkan. Lepaskan belenggu yang mengikatmu, keluarlah dari zona nyaman dan hilangkan segala rasa ketakutan yang membuatmu hanya terdiam tanpa melakukan apapun. Tidak ada salahnya juga meminta bantuan kepada orang yang ada di sekitarmu untuk melepaskan belenggu yang mengikatmu. Bisa dilakukan dengan cara mengobrol, kumpul-kumpul, berbagi motivasi, saling menyemangati, dan yang lainnya.

            Ada beberapa langkah untuk menjaga kesehatan mental saat kuliah daring. Diantaranya yaitu mempunyai pola hidup yang teratur, Selain hidup jadi lebih teratur, kamu akan merasa lebih produktif karena kamu tahu dengan jelas kegiatan yang setiap harinya akan kamu lakukan. Meminimalisir informasi buruk berlebih dari internet dan medsos. Jangan lupa kontak sosial, karena manusia sebagai makhluk sosial sehingga butuh bersosialisasi. Langkah yang lainnya yaitu, perhatikan waktu di depan layar, lakukan hal-hal yang membuatmu bahagia, dan berbuat kebaikan. Kalahkan belenggu mental kalian demi masa depan yang lebih gemilang.