Aku ingin hidup sesederhana genus Marchantia, yang merupakan bagian dari kingdom plantae atau kerajaan tumbuhan. Meskipun berada pada tataran kelas rendah, setidaknya dapat dikatakan bahwa hidup hari ini dalah cerminan masa depan. Dalam hidup kita diajarkan tidak boleh sombong dan harus senantiasa tawadhu’ (rendah hati) baik dengan atasan, orang yang sepantaran maupun orang yang ada dibawah kita.

Tanpa akar, mengapa dikau bisa menopang tubuhmu dengan baik dan seimbang? Barangkali kau tak pernah protes pada Tuhan atas diciptakannya dirimu dengan kondisi seperti itu. Dan aku yakin Tuhan menciptakan makhluk dalam kondisi sesempurna mungkin, terdapatnya kelebihan dan kekurangan adalah supaya kita bisa mengabil hikmah ataupun pelajaran yang ada.

Tergoyang angin, menantikan sesuatu yang abstrak dan belum pasti mungkin seringkali kau lakukan. Namun dengan kegigihanmu untuk bertahan hidup dan senantiasa berharap untuk menjadi makhluk bermanfaat yang membuatnya bagaikan angin yang berlalu.

Setia, kamu yang senantiasa memilih dan berprinsip hanya pada satu hal. Tidak ingin berpaling terhadap ruang kehidupan yang lain. Bahkan aku bisa mengatakan kamu tidak mungkin berkhianat terhadap kehidupan yang telah kamu pilih.

Iya, seringkali aku menemukan keberadaanmu menempel pada bebatuan, tanah, dinding tua yang lembab. Belum pernah sekalipun aku menemukan pada bebatuan, tanah, dinding tua yang memiliki kondisi kering kerontang. Barangkali kondisi yang lembab adalah taraf ideal yang paling teratas di kehidupanmu.

Marchantia polymorpha, bisakah kau menjelaskan lebih detail lagi mengenai dirimu? Belum cukup kiranya, kalau aku hanya menulis dirimu dalam satu dua paragraf saja. Lebih-lebih aku heran dengan morfologi yang kamu punyai, coba dihitung punya berapa bagian tubuh saja dirimu jikalau dilihat dalam perspektif morfologi?

Ah, aku minta kau tak usah susah-susah untuk menghitungnya, jawab saja pertanyaanku dengan tegas “yang butuh dan ingin tau mengenai diriku itu sebenarnya siapa?”. Baiklah, aku harus menyadari bahwa aku lah yang harus menyuruh diriku sendiri jikala ada kepentingan yang ingin diwujudkan, minimal ada usaha dari diri sendiri seberapapun besarnya. Orang bijak pasti akan menasihatiku bahwa usaha tidak akan berkhianat pada hasil akhir. Aku tahu itu. Aku ingin mencoba.

Marchantia polymorpha, betapa kompleks sistem yang ada dalam kehidupanmu. Setiap hari kamu bisa melakukan koordinasi antar masing-masing bagian tubuh yang kau miliki. Membatasi seta dan sporongium dengan menggunakan apotitis.

Menghasilkan spora dengan sporangium yang kau miliki. Menghasilkan gamet jantan atau spermatozoid dengan anteridiummu. Menghasilkan gamet betina dengan arkegoniummu. Terlebih dengan kepunyaan rhizoid dalam dirimu yang membantumu sehari-hari untuk menyerap makanan yang kamu butukan. Rumit dan kompleks, bukan?

Marchantia polymorpha, seringkali sebagian dari banyak orang akan berpendapat bahwa salah satu penyebab dari peristiwa ‘terpeleset’ adalah karena ulah dan kehadiran lumut. Apakah hal itu juga terjadi pada dirimu? Dan seberapakah sering hal itu terjadi pada dirimu?

Pikirku panjang sambil menghela nafas sebentar. Kalau di bahasa Indonesia kan dirimu itu adalah lumut hati. Bukankah yang berkaitan dengan hati itu selalu mengedepankan perasaan yang berujung pada lubuk paling dalam. Sambil tersenyum, aku bisa mengambil nasihat lagi bahwa sebaik-baiknya orang yang memiliki hati adalah dia yang senantiasa menjaga perasaannya.

Marchantia polymorpha, diluar dari segala aspek yang telah dibahas tadi setidaknya ada hal yang luput dalam pembahasan ini. Iya, aspek kebermanfaatan dari kehadiran dirimu di muka bumi ini. Dari beberapa literatur yang aku baca, aku takjub melihat tulisan yang ada disana.

Kaget yang tak seperti kaget sebelumnya. Ternyata hadirmu dalam setiap sudut bebatuan, tanah dan bangunan yang memiliki kondisi lembab adalah sangat dirindukan oleh banyak orang. Itu karena setidaknya kamu memiliki dua manfaat utama bagi kehidupan manusia utamanya.

Adalah erosi, pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan benda-benda, seperti air mengalir, es, angin dan gelombang atau arus. Dirimulah menjadi bagian untuk menahan erosi tersebut. Bahkan, salah satu nama penyakit hati yang banyak dari kita telah mengenalnya yaitu radang hati, kamu menjadi salah satu pilihan untuk menawarnya. Tentu bukan persoalan yang sepele akan hal ini.

Marchantia polymorpha, terakhir mungkin aku perlu mengingatkan kepada dirimu, bahwa sebentar lagi musim kemarau. Musim dimana kita harus menerimanya, jikalau sudah tiba gilirannya. Musim itu akan ditandai dengan keringnya beberapa daun, ranting, bunga yang ada dalam tumbuhan, terbakarnya rumput-rumput di lapangan karena panas matahari yang begitu terasa.

Dan tak sedikit tumbuhan akan mengalami fase kematian, entah mati sementara atau bahkan mati untuk selamanya. Ketakutanku adalah akan berkurangnya ruang-ruang kehidupan untuk generasi-generasimu di masa mendatang. Mungkin akan berdampak pada jumlah populasimu.

Meskipun di luar itu kamu akan senantiasa berdoa dan berharap pada Sang Pencipta bahwa di suatu masa akan tumbuh pioner-pioner baru. Seketika itu pun banyak orang akan merindukanmu, duhai Marchantia polymorpha.