Setelah mengakhiri hubungan pacaran yang menemani kehidupan saya yang depresi, yang secara keajaiban merupakan titik balik di kehidupan saya, dari hidup sendiri lalu ditemani pacar kemudian kembali sendiri. Saya mencoba berbagai cara melawan kesepian, mencari kegiatan yang berguna, dan memperbaiki cara berpikir agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Berawal dari saya mencari bagaimana caranya tertawa untuk mengatasi rasa sedih setelah putus hubungan, yaitu dengan membaca cerita lucu, melihat video lucu dan mencari film komedi, lalu saya menemukan film serial ini, “The Good Place”.

Film serial komedi bercerita tentang kehidupan setelah kematian, dengan memuat tema filosofi. Di sinilah langka pertama saya tumbuh berpikiran dewasa, sama seperti pemeran utama dari film ini, yaitu Eleanor yang mempunyai sifat egois, selalu curiga dengan semua orang, menilai buruk semua orang, dan penyendiri yang tidak suka bekerja dalam tim.

Intinya, di masa hidupnya, nilai negatifnya lebih besar dari nilai positifnya. Itulah mengapa dia masuk di “The Bad Place” ketika dia meninggal.

Saya merasa banyak sekali persamaan sifat buruk Eleanor dengan saya, melihat tragedi cerita jalan hidupnya dan jalan kehidupannya setelah kematian. Cerita yang disusun dengan komedi dan pesan moral filosofi benar-benar membuat saya ketagihan menonton film serial ini bahkan sampai berulang-ulang, dan dengan karakter pemain lainnya yang gak kalah uniknya menjadikan film serial ini tontonan favorit saya.

Film ini mengambil tema dari buku T.M. Scanlon yang berjudul “What We Owe To Each Other”. Ini adalah pertanyaan yang ditanyakan karakter Michael kepada Eleanor ketika Eleanor mengeluh bahwa masalah menjadi orang baik itu adalah tidak ada yang peduli, mungkin ada beberapa orang yang peduli tapi menjadi orang baik itu tidak sebagus yang dia bayangkan

Kenapa Eleanor tiba-tiba menjadi orang baik? Karena dia mengalami satu kejadian yang membuatnya hampir meninggal. Dengan kejadian itu, hidup Eleanor berubah. Dia berusaha menjadi orang baik selama 6 bulan, kemudian jatuh kembali ke kehidupan lamanya. Setelah bersusah payah berusaha menjadi orang yang lebih baik, Eleanor pun mempertanyakan apa yang dia dapat setelah menjadi orang baik?

Kemudian pertanyaan ini dijawab oleh karakter Chidi yang memerankan profesor filosofi di dalam pidatonya “What We Owe To Each Other”. Ini adalah pertanyaan yang ditanyakan T.M.Scanlon beberapa dekade yang lalu, kita semua punya suara di dalam kepala kita. Suara itu tidak memberitahu kita tentang apa yang harus dilakukan, atau tidak dilakukan, tapi suara itu memperingatkan kita saat kita melakukan hal-hal yang tidak terasa baik atau benar, jadi mengapa memilih untuk menjadi baik setiap hari, jika tidak ada imbalan pasti yang bisa kita andalkan sekarang atau di alam baka? Saya berpendapat bahwa kita memilih menjadi baik karena ikatan kita dengan orang lain dan keinginan kita untuk memperlakukan mereka dengan terhormat, secara sederhana kita tak sendirian di sini.

Itu adalah kalimat pidato dari Chidi yang menggerakkan hati Eleanor kembali. 

Di film ini, saya melihat kegigihan Eleanor dan karakter lainnya berusaha menjadi orang baik walaupun tidak ada janji imbalan dan bahkan tidak punya harapan bisa masuk di “The Good Place”.

Di sini kita juga melihat bagaimana perkembangan setiap karakter berusaha menjadi lebih baik saat mereka mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari satu sama lain. 

Di episode akhir, kita juga diajarkan cara menghadapi perpisahan. 

Di sepanjang hidup Eleanor, dia selalu sendirian, menjadi anak yang terabaikan oleh orang tua setelah bercerai, lalu menjadi penyendiri dan egois yang benci hidup dengan melibatkan orang lain. 

Ketika dia berada di kehidupan setelah kematian, dia jatuh cinta dengan Chidi dan juga menjalani hubungan pertemanan dengan karakter lain. Kita bisa melihat perubahan Eleanor dari yang egois menjadi tidak terpisahkan dengan orang lain. Hingga saat perpisahan tiba, satu per satu temannya mengucapkan salam perpisahan, termasuk laki-laki yang dia cintai yaitu Chidi.

Karakter Chidi adalah karakter yang berperan besar untuk Eleanor. Chidi selalu sabar membantu Eleanor menjadi orang yang lebih baik, bahkan Chidi yang sangat benci berbohong rela berbohong untuk membantu Eleanor. 

Saat Chidi mengucapkan perpisahan kepada Eleanor, Eleanor menangis dan mengatakan dia selalu berpikir bahwa dia suka hidup sendiri tapi ternyata tidak, dia ingin selalu bersama dengan Chidi. Dan karena Chidi sangat mencintai Eleanor, Chidi mengiyakan permintaan Eleanor untuk tidak pergi walaupun Chidi ingin sekali pergi. 

Di akhir cerita, Eleanor melepaskan Chidi setelah mereka membahas pelajaran filosofi yang diajarkan Chidi pada Eleanor di awal film tentang buku T.M.Scanlon,, yaitu bagaimana kita membuat peraturan yang tidak bisa ditolak orang lain, dan pencarian aturan-aturan ini akan berlangsung selamanya.

Eleanor menciptakan peraturan bahwa Chidi tidak bisa pergi meninggalkan Eleanor karena itu akan membuat Eleanor sedih, dan itu akan berlangsung selamanya lalu pada akhirnya Eleanor tidak akan menemukan alasan yang benar agar Chidi tidak pergi, karena itu adalah aturan yang egois. Lalu Eleanor mengatakan bahwa dia berutang budi pada Chidi untuk melepaskannya. 

Setelah melihat film ini, saya mulai berdamai dengan diri saya sendiri, menerima kesendirian saya sendiri sehingga tidak merasa takut lagi untuk hidup sendiri, menjadi pribadi lebih baik lagi untuk orang-orang yang saya kasihi dan banyak lagi pelajaran moral dari  film “The Good Place” ini. 

Jadi untuk orang-orang yang ingin melihat tontonan untuk menghibur diri agar bisa tertawa terbahak-bahak dan juga mengedukasi tentang moral filosofi, maka serial film “The Good Place” adalah pilihan yang tepat.