Mengapa ada pekerjaan yang sama, tapi dikerjakan oleh orang yang berbeda, maka hasilnya bisa sangat berbeda? Boleh jadi perbedaannya terletak pada penggunaan hati saat bekerja. 

Apa sebenarnya arti dari bekerja menggunakan hati? Mengapa jika bekerja menggunakan hati hasilnya bisa lebih baik dibandingkan jika bekerja tanpa menggunakan hati?

Sebagian orang mungkin pernah merasakan kerja dengan keterpaksaan. Bekerja hanya fisiknya saja tanpa menyertakan hati dan pikiran. Sebagian lagi mungkin juga pernah mengerjakan sesuatu dengan suka cita, bekerja dengan menghadirkan cinta dan segenap pikiran. Maka hasilnya akan beda. 

Percayalah, kebahagiaan bekerja tidak hanya bergantung seberapa besar penghasilan yang didapat, melainkan juga bagaimana cara menjalankannya.

Mungkin kita perlu mencontoh negeri sakura dalam hal melakukan segala jenis pekerjaan dengan menggunakan hati. Bagi yang pernah berkunjung ke negara ini, pasti mengetahui bahwa di sana, apa pun akan dilakukan dengan segenap hati dan cinta. 

Sampai hal-hal kecil sekalipun dilakukan dengan menumpahkan segala rasa cinta dan dilakukan dengan totalitas penuh. Tidak heran apa pun produk dari negara ini dikenal sebagai produk dengan kualitas premium.

Dalam melakukan pekerjaannya, orang Jepang memegang teguh prinsip bekerja keras dengan semangat, kejujuran, dan ketulusan. Kalimat Ganbarimasu adalah kata-kata penyemangat yang kerap diucapkan orang Jepang, yang dalam konteks bekerja berarti semangat pantang menyerah sampai tujuan tercapai.

Secara umum, ada prinsip-prinsip yang dipegang tegur oleh rata-rata orang Jepang dalam  bekerja dan bisa diuraikan sebagai berikut:

1. Prinsip Bushido

Bushido yang mengandung arti ‘ksatria’ ini merupakan kode etik golongan samurai pada masa feodal Jepang. Seorang samurai memiliki loyalitas dan totalitas terhadap tuannya. Ia bahkan rela melakukan harakiri (bunuh diri dengan menusuk perut) untuk mengembalikan kehormatan dirinya.

Nah, semangat bushido ini ternyata mengakar dalam etos kerja masyarakat Jepang. Mereka memiliki loyalitas dan pengabdian tinggi terhadap perusahaan dan bekerja dengan penuh kehormatan dan totalitas. Hal ini membuat orang Jepang cenderung loyal dan jarang berpindah-pindah perusahaan.

2. Prinsip Makoto dan Ganbarimasu

Makoto bisa diartikan sebagai kejujuran dan ketulusan. Dalam melakukan pekerjaannya, orang Jepang memegang teguh prinsip ini, yaitu bekerja keras dengan semangat, kejujuran, dan ketulusan. 

Sementara, ganbarmasu adalah kata-kata penyemangat yang kerap diucapkan orang Jepang, yang dalam konteks bekerja berarti semangat pantang menyerah sampai tujuan tercapai.

3. Prinsip Keishan

Keishan berarti kreatif, inovatif, dan produktif. Lewat prinsip ini, orang Jepang tidak takut untuk berkarya secara kreatif dan melakukan inovasi-inovasi yang berbeda. Inilah mengapa kita kerap menemui hal-hal yang unik di Jepang. Selain itu, konsep ini juga membuat orang Jepang selalu terbuka mempelajari hal-hal baru saat bekerja.

4. Prinsip Kaizen

Prinsip kaizen menekankan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Artinya, kamu harus fokus dan tidak boleh menunda-nunda agar pekerjaanmu selesai sesuai jadwal yang ditentukan. Keterlambatan akan menjadi sebuah kerugian bagi diri sendiri, perusahaan, dan konsumen. 

Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, waktu dan biaya haruslah optimal. Makanya, jarang kita lihat ada orang Jepang yang datang terlambat ke tempat kerja. Mereka juga umumnya malu pulang lebih awal dan disiplin dalam membedakan waktu kerja dan istirahat.

5. Tidak ada pekerjaan yang remeh

Sekecil apapun, orang Jepang tidak pernah menganggap remeh suatu pekerjaan. Faktanya, perusahaan Jepang mendidik karyawannya untuk bekerja mulai dari tingkat terbawah. Tanpa pandang bulu, karyawan baru di sana bisa saja diminta untuk mengelap meja, merapikan dan memfotokopi berkas, maupun hal-hal lain yang sering kita anggap sebagai pekerjaan sepele.

Lewat prinsip ini, karyawan di sana diajarkan tentang kemandirian dan mengenal semua lini produksi perusahaan dengan baik. Bagi perusahaan di Jepang, karyawan adalah sebuah investasi berharga. Makanya, ia harus mengenal perusahaannya dengan baik dari level terendah.

Dalam melakukan pekerjaannya, prinsip-prinsip tersebutlah yang mereka pegang teguh. Mereka menjadikan semua prinsip tersebut mandarah daging di diri mereka, sehingga output manusianya sesuai dengan seluruh prinsip tersebut. Itu yang saya maksud bekerja menggunakan hati. Dengan bekerja menggunakan hati (baca:menggunakan 5 prinsip di atas), maka hasil pekerjaan –apapun jenis pekerjaannya—akan menjadi luar biasa.

Ada sebuah kutipan menarik, ”Ada banyak hal yang menarik mata kita, tetapi sedikit sekali yang menarik hati kita”. Maka Kejarlah apa yang menarik hati itu. Cinta terhadap sesuatu, termasuk pekerjaan atau hobi dapat mewujudkan sebuah prestasi yang gemilang dalam bidang pekerjaan atau hobi tersebut. 

Lakukan segala sesuatu dengan penuh rasa cinta, maka akan diperoleh hal-hal terbaik dalam bidang tersebut. Bekerja dengan penuh rasa cinta akan jauh berbeda dengan mereka yang bekerja karena uang semata. Hampir semua orang sukses adalah mereka yang mencintai apa yang mereka kerjakan.

 "Dan jika engkau tak bisa bekerja dengan cinta, tetapi dengan rasa enggan, maka sebaiknya kau tinggalkan tempat kerjamu, lalu duduk di pinggir jalan sambil mengemis sedekah..." (Kahlil Gibran).