Melansir dari World Atlas, sepak bola menjadi cabang olahraga paling populer di dunia dengan jumlah penggemar mencapai 4 miliar orang, bagaimana tidak sepak bola dapat dinikmati oleh semua kalangan umur dan gender.

menonton pertandingan sepakbola sangatlah seru karena kita dapat melihat strategi menyerang dan bertahan. Menyerang memanglah menarik namun bermain bertahan jugalah strategi terbaik dalam memenangkan pertandingan, dengan mengandalkan kualitas terbaik dari pemain bertahan tim tersebut.

'parkir bus' adalah sebuah istilah  yang terkenal bagi tim sepakbola yang melakukan strategi bertahan dengan memposisikan hampir seluruh pemainya di area pertahananya. strategi 'parkir bus' pertama kali dipopulerkan oleh Jose Mourinho atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'the special one'.

kesuksesan Jose Mourinho tidaklah tanpa alasan, yang dimana Chelsea saat itu dihuni oleh bek-bek tangguh seperti John Terry dan R.Carvalho, ada hal unik pada saat kejayaan Jose Mourinho itu, yaitu postur badan R. Carvalho yang tidak begitu tinggi dibandingkan dengan bek-bek tangguh Premier League lainnya yang hanya 183cm.

lalu, apakah postur tinggi badan akan mempengaruhi kualitas seorang bek dalam berkompetisi dengan bek-bek tangguh lainnya? tidak juga. Manchester United baru saja meresmikan bek anyar mereka yang bernama Lisandro Martinez yang sebelumnya bermain di Ajax Amsterdam.

Liasandro Martinez, banyak orang membicarakan postur pemain ini hanya 175 cm. Tingginya tidak ideal untuk bermain sebagai bek tengah di Liga Inggris. Namun, Opta telah merilis data yang menunjukkan bahwa Lisandro Martinez bukan tinggi ideal untuk bermain di Liga Premier, tetapi bukan bek tengah kalengan.

Jika melihat postur badan yang tidak tinggi tentu akan sangat mudah untuk menebak bahwa Martinez memiliki masalah di udara. Tapi kenyataannya tidak. Berdasarkan Opta, Martinez adalah duel paling sukses di Eredivisie untuk pemain yang memiliki lebih dari 100 duel musim lalu.

Tingkat keberhasilan duel udara Martinez musim lalu adalah 70,2%, yang dianggap sangat mengesankan. Kemampuan ini berguna saat mengikuti Liga Inggris, di mana Martinez sangat bergantung pada faktor fisik. Kemampuan Martinez menangani bola sangat cocok dengan gaya pelatih Belanda.

Di Eredivisie musim lalu, tidak ada pemain yang sesukses Martinez dalam operan 90 menit dalam lebih dari 10 pertandingan. Performanya mencapai 82,3 persen. Manchester United sadar akan kekurangan dengan bek tangah yang kuat pada kaki kiri, dan Martinez memiliki kekuatan yang dibutuhkan Manchester United.

bek tengah selain menghadang serangan lawan, bek di pertandingan sepakbola modern juga harus bisa memberikan umpan yang dapat membantu serangan efektif dan efisien. Lisandro Martinez dengan kelemahanya di postur tubuh namun dia memiliki kekuatan di passingnya yang dapat membantu penyerangan tim.

berikut adalah nama bek-bek hebat dengan postur yang tidak begitu tinggi namun sangat berkontribusi bagi timnya sendiri hingga mereka pun meraih penghargaan individual terbaik di sepakbola dunia.

F. Cannavaro adalah bek tangguh Real Madrid pada tahun 2006 yang memenangkan Ballon d'Or. Cannavaro memiliki tinggi yang sama dengan Lisandro Martinez yaitu hanya 175cm. Namun, dia adalah satu dari banyak bek terbaik sepanjang masa. 

Carles Puyol atau julukan terkenalnya adalah El Tiburon yang merupakan sosok penting dari Barcelona. Carles Puyol, tidak hanya kapten terlama Barcelona antara 2002 dan 2014, tetapi dia juga memimpin klub selama periode kesuksesan terbesar mereka. 

Puyol memiliki tinggi 178cm namun itu bukanlah sebuah halangan untuk memberikan hasil terbaiknya. Puyol menjalani tahun yang luar biasa di tahun 2010, dia berada di puncak kariernya dan bahkan membantu Spanyol memenangkan Piala Dunia pertama mereka di perhelatan sepakbola ter-akbar sedunia.

Franco Baresi, a one-club man, ia berada di urutan kedua di belakang rekan setimnya di Milan Marco van Basten dalam pemungutan suara untuk Ballon d'Or pada tahun 1989, ia menjadi kapten Milan untuk yang pertama dari tiga Piala Eropanya. Dia juga memenangkan enam gelar Serie A dan Piala Dunia 1982.

Permainan sepak bola tidak hanya menggerakkan tubuhnya, tetapi juga menggunakan otaknya. Sepak bola adalah permainan cepat yang melatih untuk menentukan pola dengan cepat. Bahkan jika permainannya lambat, pemain mencari cara untuk meletakkan bola dan menendang atau memposisikan diri. 

Oleh karena itu, sepak bola juga menguji kecepatan dan ketepatan berpikir, yaitu penyesuaian antara mata, pikiran, dan bagian tubuh lainnya untuk menentukan apa yang harus dipilih di lapangan hijau. khususnya pemain bertahan yang dimana mereka memiliki kemampuan untuk melihat ruang yang lebih luas.

Postur tubuh memang tak terlalu tinggi, tetapi ini tak bisa dijadikan sebagai patokan untuk menjadi bek tengah yang handal. Yang harus dilakukan adalah disiplin dan tujuan ketika bermain, fokus, dan menikmati permainan dengan kemampuan terbaik.

Setiap pemain sepakbola tentunya memiliki sebuah kelemahan yang tidak bisa dihindari, namun untuk menggapai sebuah potensi terbaik dari seorang pemain adalah dengan percaya terhadap diri sendiri. Jangan pernah menyerah, karena pemenang tidak pernah menyerah dan orang-orang yang menyerah hanyalah mereka yang tidak pernah menang.