Bahasa merupakan ciptaan umat manusia yang terbaik, digunakan untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Seiring berjalannya waktu, bahasa sudah berkembang menjadi berbagai jenis bahasa di seluruh dunia. Dengan berbagai macam bentuk penggunaan.

Bahasa sastra dan bahasa sehari-hari merupakan dua bentuk dari penggunaan bahasa. Sastra memberikan sebuah gambaran tentang kehidupan, di mana kehidupan itu terdiri dari kenyataan sosial. Artinya kehidupan manusia mencakup hubungan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Lalu, bagaimana beda bahasa sastra dengan bahasa yang sering digunakan di kehidupan sosial?.

Karya sastra tercipta dari hasil proses kreatif seseorang. Proses kreatif tersebut adalah kegiatan imajinatif seseorang dengan cara menyatukan ide. Konsep dari ide akan diwujudkan dalam sebuah bahasa yang mengandung nilai estetik dan nilai seni yang tinggi. 

Selain bersifat imajinatif, karya sastra juga dihasilkan dari kehidupan nyata seseorang di kehidupan masyarakat. Bahasa sastra merupakan suatu bahasa yang khas di dalam dunia sastra. Sastra tentunya tidak akan lepas dari nilai estetik atau nilai keindahan. 

Sastra bisa memberikan sinar keindahan yang tidak hanya dari bentuk saja, melainkan yang paling utama adalah bahasa yang digunakan di dalamnya. Melihat dari penggunaan bahasa sastra yang khas, seseorang juga harus bisa membedakan bahasa sastra, bahasa sehari-hari, serta bahasa ilmiah. 

Permasalahan mengenai perbedaan bahasa sastra dengan bahasa sehari-hari cukup sulit untuk bisa dipecahkan. Hal tersebut disebabkan karena sastra berbeda dengan seni lain. Apalagi sastra yang selalu mengalami perubahan. Membedakan bahasa sastra dengan bahasa sehari-hari memang cukup sulit. 

Bahasa sastra dan bahasa sehari-hari cukup sulit untuk diselesaikan, karena dilihat dari bahasa sehari-hari bukan hanya sebuah konsep yang sama, tetapi adanya variasi yang luas. Misalnya pada bahasa percakapan, bahasa perdagangan , dan lain sebagainya.

Setiap bahasa juga memiliki fungsi yang ekspresi meskipun bervariasi. Pada bahasa sastra, sumber-sumber bahasa banyak yang dieksploitasi dengan sengaja dan juga secara sistematis dibandingkan dengan bahasa sehari-hari. Dengan begitu, bahasa sastra sangatlah unik.

Bisa dilihat pada bahasa puisi yang merupakan hasil dari pemadatan bahasa sehari-hari, pemadatan tersebut bertujuan agar bisa menarik para pembaca. Bahasa sastra mempunyai sifat yang penuh ambiguitas. Mempunyai kategori yang tidak beraturan dan tidak rasional, misalnya pada kata gender

Bahasa sastra juga mempunyai sifat yang penuh dengan asosiasi atau pergeseran makna, yang di mana asosiasi itu mengacu pada sebuah ungkapan ataupun sebuah karya yang telah diciptakan sebelumnya. Selain dari sifat yang sudah disebutkan di atas. 

Bahasa sastra juga mempunyai sifat yang konotatif. Artinya memiliki makna yang sebenarnya dan berkaitan dengan nilai rasa. Bahasa sastra bukan hanya sekadar bahasa yang berfungsi untuk mengungkapkan sesuatu saja yang bertitik fokus pada hal tertentu. 

Bahasa sastra memiliki fungsi yang mampu memberikan gambaran. Bahasa sastra berhubungan lebih dalam dengan sebuah struktur sejarah bahasa dan lebih ditekankan adanya kesadaran atas tanda. 

Bahasa sastra mempunyai segi yang ekspresif. Maksudnya bahasa sastra mampu memberikan gambaran, gagasan, serta perasaan seseorang, di mana sebisa mungkin harus dihindari dari berbagai bahasa lainnya, seperti bahasa ilmiah dan bahasa sehari-hari.

Lantas, bagaimana bedanya dengan bahasa sehari-hari?

Bahasa sehari-hari atau disebut bahasa percakapan bukanlah sebuah konsep yang seragam. Bahasa sehari-hari mempunyai konsep yang bersifat tidak selaras atau irasional dan mengalami perubahan yang sesuai dengan adanya perkembangan historis bahasa. 

Walaupun bahasa sehari-hari juga berusaha memberikan ketepatan sama halnya dengan bahasa yang lainnya, seperti bahasa ilmiah. Bahasa sehari-hari merupakan salah satu bentuk bahasa yang paling umum dipakai di kalangan masyarakat. 

Dengan demikian, bahasa sehari-hari terdiri atas frasa dan kosakata yang umum, sehingga dapat mudah untuk dipahami. Bahasa sehari-hari mempunyai beberapa kategori, seperti penggunaan yang formal, penggunaan informal, serta penggunaan nonformal.

Bahasa memiliki tujuan untuk saling berkomunikasi dengan sesama. Salah besar jika fungsi bahasa sehari-hari dibatasi pada komunikasi saja. Misalnya anak kecil yang berbicara sendirian dan ucapan orang yang tidak bermakna menunjukan adanya penggunaan bahasa yang tidak ditujukan untuk berkomunikasi. Maka dari itu, gunakanlah bahasa dengan baik sesuai dengan kebutuhan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan mendasar antara bahasa sastra dengan bahasa sehari-hari atau bahasa percakapan. Bahasa sastra memiliki sifat yang lebih konotatif dan tercipta dari hasil proses penciptaan yang bersifat kompleks.

Sedangkan bahasa sehari-hari memiliki sifat yang apa adanya atau disebut denotatif. Bahasa sehari-hari diwujudkan hanya dalam bentuk lisan dan tidak menghasilkan sebuah proses yang dapat diubah ke dalam kata agar bisa menjadi nilai yang lebih estetik. Tetapi, hanya diucapkan dalam berkomunikasi.

Daftar Pustaka

Wellek, Rene dan Austin Warren. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1989.