73083_27664.jpg
linkedin.com
Gaya Hidup · 3 menit baca

Beberapa Sikap dan Kepribadian Positif Menurut Teori The Big Five Personality

Kita sering mendengar pernyataan bahwa pendidikan bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan seseorang. Ungkapan lain menyatakan bahwa IQ hanya menyumbang 10% untuk meraih kesuksesan. Sedangkan 90%-nya adalah sikap (attitude).

Sikap sangat penting dalam rangka membangun karier apa pun, baik itu sebagai bawahan atau pemimpin. Sikap dan kepribadian menjadi salah satu faktor yang akan ikut menentukan keberhasilan seseorang di samping pendidikan.

***

Mengacu ke tulisan di laman positivepsychologyprogram.com yang berjudul “The Big Five Personality Theory: The 5 Factor Model Explained” (23/06/2017), terdapat teori yang dikenal dengan nama The Big Five Personality, yang bisa gunakan untuk menganalisis sikap dan kepribadian diri kita masing-masing.

Berdasarkan teori tersebut, ada beberapa sikap dan kepribadian yang bisa dijadikan sebagai acuan bagi diri kita untuk membangun karier dan kesuksesan di masa depan. Berikut adalah lima jenis sikap dan kepribadian tersebut:

  • Extraversion (berorientasi keluar)

Sikap ini menunjukkan bahwa seseorang lebih menekankan terhadap hubungan interpersonal dan melakukan komunikasi langsung untuk menyampaikan ide dan gagasannya. Sikap yang mendorong untuk melibatkan diri dengan “dunia luar”.

Seseorang dengan sikap ini suka melakukan diskusi secara langsung dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi sebelum membuat satu keputusan. Juga, ia fokus pada keterlibatan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Misalnya saja jika berposisi sebagai bawahan, maka ia akan melibatkan diri dengan sesamanya di samping dengan pimpinannya. Sebaliknya, jika menjadi pemimpin, ia akan melibatkan bawahan dalam rangka membuat.

  • Opennes (terbuka)

Sesuai dengan sebutannya, ini adalah karakter terbuka yang dimiliki seseorang. Keterbukaan ini sering diwujudkan dalam bentuk mencari akar permasalahan yang dihadapi dengan langsung mendengar dan memperhatikan saran dari orang lain.

Dengan cara ini, ia terbuka dengan semua informasi tanpa melalui filter dari pihak ketiga. Cara ini cukup efektif juga dalam rangka mendekatkan diri ke orang sekitarnya dan akan menjadikan pribadi yang hangat dan diterima.

Bahkan, ia selalu terbuka dengan semua kritik yang dilontarkan oleh siapa pun. Dia tidak alergi dengan sindiran, ejekan atau caci-maki yang kadang diucapkan oleh orang yang tidak menyukainya.

  • Agreeableness (mudah bersepakat)

Karakter ini menunjukkan kualitas kepribadian yang mudah mendapatkan dukungan, kesepakatan dan persetujuan dalam segala keputusan yang diambil. Keputusan yang diarahkan keluar ketimbang kedalam diri sendiri.

Masalah sesulit apa pun, ketika disodorkan ide atau gagasan untuk penyelesaian, cenderung akan mendapatkan persetujuan dan dukungan. Tentu saja dukungan ini juga mempertimbangkan ide dan gagasan yang dikemukakannya.

Keputusan yang membawa solusi yang saling menguntungkan. Semua pihak akan menerima keputusan yang dihasilkan tanpa ada yang merasa dirugikan.

  • Conscientiousness (penuh kesadaran)

Ini adalah kepribadian penuh kesadaran. Satu sifat yang dapat digambarkan sebagai kecenderungan untuk mengendalikan impuls dan bertindak dengan cara yang dapat diterima secara sosial dan berperilaku yang diarahkan pada tujuan.

Orang dengan sifat ini unggul dalam kemampuannya untuk menunda kepuasan, bekerja dalam peraturan dan merencanakan dan mengatur secara efektif. Sikap disiplin ini akan membuatnya fokus pada agenda dan rencana yang telah dibuat.

Cermat dan penuh kesadaran akan membuat seseorang menjadi peka dengan keadaan di sekitarnya. Kepekaan seperti ini dibutuhkan untuk membuat diri menjadi lebih responsif dengan keadaan dan lingkungan sekitarnya.

  • Bukan Neuroticism

Jika empat jenis kualitas di atas merupakan kualitas positif yang ikut menentukan kesuksesan seseorang menjadi sukses, maka kualitas kelima ini adalah kualitas yang harus diusahakan untuk dikurangi dari dalam diri sendiri.

Neuroticism adalah sifat yang berkaitan dengan pengaruh dan pengendalian emosi. Individu dengan neuroticism tinggi memiliki sifat mudah gugup, sensitif, tegang, impulsif, mudah cemas dan rentan dalam menghadapi tekanan.

Sabar, tidak gampang marah dan tidak mudah cemas akan menghidupkan energi positif dari dalam diri. Energi positif dibutuhkan dalam rangka menghilangkan dan mengurangi pengaruh energi negatif yang akan menguasai diri sendiri

***

Demikianlah gambaran mengenai jenis sikap dan kepribadian yang harus ada dalam diri seseorang. Sikap dan kepribadian yang apabila terus dipupuk dan dilatih akan bisa menjadi sifat dan karakter diri.

Tulisan ini tidak berarti bahwa pendidikan tidak penting bagi kita ketika mau bersaing dalam meraih kesuksesan hidup. Namun pendidikan juga perlu disempurnakan dengan sikap mental dan kepribadian yang elegan dan menarik.

Kecerdasan rasional kognitif (pikiran) dan kecerdasan emosional afektif (sikap) merupakan dua kunci utama yang bisa membuka pintu-pintu peluang kesuksesan di masa depan.

Memperkaya diri dengan dua kecerdasan tersebut (kognitif dan afektif) akan membuat diri siap dalam menghadapi kompetisi untuk mengejar target dan capaian di masa depan, baik sebagai bawahan atau sebagai pimpinan.