Karyawan Swasta
1 bulan lalu · 134 view · 3 menit baca · Lingkungan 19335_63107.jpg
RCLK Area PT OKI Pulp and Paper

Bark Gasification, Pengolahan Kulit Kayu Ramah Lingkungan

Keterikatan industri dan limbah bukan hal yang asing lagi. Setiap industri akan menghasilkan limbah. 

Sisa produksi lebih dikenal masyarakat sebagai limbah industri. Makin besar industri, maka makin banyak pulalah limbah yang dihasilkannya. Fakta itu tidak dapat dihindari.

Tetapi tidak berarti bahwa semua sisa produksi yang tidak digunakan dalam sebuah indusri hanya akan menjadi limbah semata. Pemanfaatan teknologi untuk mengolah limbah industri menjadi barang guna pakai sudah banyak digalakkan.

Kita sudah mengetahui tentang produk olahan daur ulang yang memanfaatkan limbah. 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sedang sangat kencang dipromosikan untuk alasan tingkat kerusakan alam yang makin tinggi seiring pesatnya kemajuan dunia industri.

Baca Juga: Bubur Serat Kayu

Tapi tahukah kita bahwa limbah juga bisa dimanfaatkan untuk proses industri itu sendiri? Teknologi inilah yang diterapkan di PT OKI Pulp and Paper, salah satu unit industri APP Sinar Mas, perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) terbesar se-Asia.

Bahan baku yang digunakan adalah batang kayu tanpa kulit. Kulit kayu yang tidak terpakai menjadi limbah dengan jumlah yang sangat besar jika tidak diolah. Karenanya, pengolah limbah kulit kayu dilakukan untuk mendapatan beberapa keuntungan.

Kulit kayu (bark) yang telah dipisahkan dari batangnya harus melalui proses pencucian dan pengeringan terlebih dahulu sebelum diolah menjadi bahan bakar. Ukuran kulit kayu dibuat hampir seragam agar mempermudah proses pengolahan.

Kulit kayu dipanaskan dalam ruangan khusus yang dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga kulit kayu kering sempurna. Pengaliran udara panas dan udara dingin secara tepat akan membantu proses pengeringan kulit kayu.

Kulit kayu yang belum kering sempurna akan dikembalikan ke ruang pengeringan dan dilakukan proses berulang. Dalam proses ini juga dilakukan screening, yakni memisahkan kulit kayu dari benda-benda asing yang mungkin terbawa bersamanya.

Hal ini sangat penting. Karena jika kulit kayu tidak dalam kondisi kering sempurna, maka gas yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak maksimal. Dan jika ada materal lain yang tidak diinginkan, dikhawatirkan dapat merusak proses atau hasil produksi yang ada.

Setelah dipastikan yang tersisa hanya kulit kayu dengan kekeringan sempurna, barulah kulit kayu dipindahkan ke tempat pembakaran. Proses pembakaran yang dilakukan menggunakan metode gasifikasi.

Gasifikasi adalah proses perubahan bahan bakar padat menjadi gas. Karena bahan padat yang digunakan adalah kulit kayu, maka metode ini disebut dengan bark gasification. Gas yang dihasilkan dapat digunakan untuk memproduksi tenaga listrik atau sebagai penghasil panas.

Gas yang diolah untuk menghasilkan listrik harus melalui beberapa proses lagi. Energi yang dihasilkan setelah pengolahan tersebut mampu menggerakkan keseluruhan industri. Sedangkan gas penghasil panas dapat digunakan dalam proses pemasakan bubur kertas.

Tanpa teknologi bark gasification, proses perubahan energi ini juga tetap bisa dilakukan. Bahan bakar yang digunakan adalah batu bara atau minyak. 

Dinilai dari sisis ekonomis, penggunaan bahan bakar batu bara dan minyak jelas tidak murah. Apalagi batu bara dan minyak adalah hasil alam yang sulit terbarukan, sehingga penggunaannya tidak ramah lingkungan. Limbah kulit kayu yang digunakan ini bertujuan untuk meminimalisasi penggunaan bahan bakar tersebut.

Untuk proses gasifikasi, biasanya digunakan MFO (Marine Fuel Oil), bahan bakar minyak jenis solar yang biasa dipakai untuk mesin diesel. Dengan menggunakan kulit kayu sebagai penggantinya, industri bisa menghemat hingga tujuh belas kilo liter MFO setiap jamnya.

Selain lebih ekonomis, pemanfaatan limbah kulit kayu sebagai bahan bakar penghasil gas juga dinilai sangat ramah lingkungan. Karena proses gasifikasi ini, abu sisa kulit kayu menjadi limbah yang sangat aman untuk alam.

Limbah sisa pembakaran ini disebut fly ash. Masa jenis abu yang rendah membuatnya beterbangan di area produksi. 

Cyclone digunakan sebagai alat penghisap khusus untuk mengumpulkan fly ash. Alat ini mampu menghisap material sesuai masa jenisnya. Juga dibuat bak penampung khusus agar abu tidak mengotori udara.

Selain unsur karbon, abu bakaran kulit kayu juga mengandung kalium, kalsium, dan magnesium. Sehingga abu sisa pengolahan sangat cocok dijadikan pupuk alternatif untuk tanah ber-PH asam. Abu ini juga dapat memengaruhi bentuk fisik tanah agar menjadi lebih gembur.

Sayangnya, teknologi sehebat hanya ada satu di Indonesia. Untuk saat ini, hanya PT OKI Pulp and Paper yang menggunakan teknologi ini untuk industrinya. Teknologi ini dinilai sangat berhasil, baik dari segi industri, ekonomi, maupun lingkungan.

Melihat kesuksesan yang diperoleh PT OKI Pulp and Paper dalam menerapkan teknologi ini, bark gasification akan segera diterapkan di unit industri APP Sinar Mas yang lain, yang juga melakukan proses gasifikasi dalam industrinya. Saat ini, PT OKI Pulp and Paper menjadi contoh keberhasilan penggunaan teknologi ramah lingkungan itu.