Pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Kalimantan menjadi salah satu fokus Presidan Jokowi pada periode keduanya. Percepatan pemindahan Ibu kota diyakini bisa meningkatkan dan memeratakan ekonomi di Indonesia.

Tentu saja upaya pemindahan Ibu Kota memang bukan perkara yang mudah. Namun kita tentu harus yakin bahwa semua tantangan bisa dilewati.

Upaya pemindahan lokasi Ibu Kota tentu merupakan langkah baik dalam menatap Kalimantan yang gemilang dan Jakarta yang lebih baik, tanpa beban.

Jika kita cermati, rencana pemindahan Ibu Kota RI ini sebagai bentuk pengamalan sila kelima dalam Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga dengan adanya pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, diharapkan akan terjadi pemerataan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di Kalimantan.

Berikut ini adalah Beberapa Negara yang pernah memindahkan Ibu Kotanya :

Inggris

Inggris memindahkan ibu kotanya dari Winchester ke London pada 1066. Kala itu, proses pemindahannya berjalan mulus dan tidak menimbulkan gejolak sosial. Sebab London sendiri sudah memiliki populasi cukup besar, dan kini London menjadi salah satu Ibu Kota yang memiliki tingkat kemajuan cukup pesat.

Australia

Melbourne merupakan Ibu Kota pertama sejak berdirinya negara Australia. Namun pada 1911, pemerintahanya melakukan sayembara internasional karena ingin memilih Ibu Kota Baru. 

Syaratnya, kota tersebut harus memiliki taman kota dengan dana besar di pusat kotanya. Hanya Canberra yang memenuhi syarat tersebut. Alhasil, pada 1927, Ibu Kota Australia berpindah dari Melbourne ke Canberra.

Canberra sebagai ibu kota negara, bukan merupakan kota dagang atau industri. Dari awal, Canberra merupakan pusat administrasi pemerintahan. Hal tersebut dimaksudkan supaya warga yang membutuhkan layanan administrasi akan mengalami kemudahan. Tidak perlu bersusah payah karena kemacetan.

Pakistan

Pemerintah Pakistan, pada tahun 1959, memutuskan untuk memindahkan Ibu kotanya dari Karachi di wilayah selatan ke Islamabad di sisi utara negeri tersebut.

Islamabad baru mulai dibangun pada 1961. Mengacu pada master plan, kota tersebut dibagi atas 8 zona, yakni administrasi, diplomatik, pemukiman, pendidikan, industri, perdagangan, serta daerah pedesaan dan ruang terbuka hijau.

Islamabad menjadi kota paling mahal di Pakistan dengan penduduk yang sebagian besar berstatus ekonomi warga menengah ke atas. Kota tersebut juga merupakan kota teraman di Pakistan, didukung oleh pengawasan yang mengandalkan 1900 kamera CCTV di berbagai penjuru kota.

Myanmar

Nama Ibu kota baru Myamar, Naypidaw, secara resmi diumumkan pada 27 Maret 2006, tepat di hari ulang tahun angkatan bersenjata Myanmar. Kota yang terletak 320 kilometer sebelah utara Yangoon tersebut resmi menjadi Ibu Kota Administratif.

Harian The Guardian menyebutkan bahwa kota ini sebagai proyek mercusuar pemimpin junta militer Than Shwe. Letak Naypidaw relatif berada di tengah-tengah Myanmar sehingga menjangkau wilayah lain.

Brazil

Negara yang terkenal dengan banyak bintang sepak bola dunia ini juga pernah memindahkan Ibu Kotanya. Pada 21 April 1960, pemerintah Brazil meresmikan sebuah kota baru yang dinamakan Brasilia untuk menjadi pusat pemerintahan negeri itu, menggantikan Rio De Janeiro.

Kini, Brasilia menjadi tempat institusi pemerintah federal, termasuk kongres, presiden, dan Mahkamah Agung. Brasilia menjadi tempat untuk 124 kantor kedutaan besar negara-negara sahabat Brasil. 

Brasilia saat ini juga menjadi kota terpadat keempat di Brazil dan sudah ditetapkan menjadi situs warisan dunia UNESCO karena arsitekturnya yang unik.

Kazakhstan

Sejak masih berada di bawah kendali Uni Soviet hingga merdeka pada 1992, Almaty selalu menjadi Ibu Kota Kazakhstan. Namun, pada 1997, pemerintah negeri itu memindahkan Ibu Kota ke Astana, sebuah kota modern baru di sebelah utara Almaty. 

Pemindahan dilakukan lantaran Almaty dianggap terlalu sempit, rawan gempa, serta berlokasi terlalu dekat dengan perbatasan negara lan.

Oleh karena itu, kita juga tidak perlu khawatir jika nantinya Ibu Kota akan Pindah dari Jakarta. Meskipun akan ada kekhawatiran ekonomi Jakarta akan melambat, namun dengan kondisi ekonomi Jakarta dengan perputaran uang yang besar, Jakarta masih tergolong sangat kuat dan mandiri untuk menopang kehidupannya sendiri.

Artinya, upaya pemindahan Ibu Kota Baru di Indonesia merupakan itikad baik pemerintah untuk menjadikan Indonesia makin maju.