73 tahun sudah negara kita merdeka, tetapi sejatinya kita masih terjajah. Itulah kalimat yang sering kita dengar dari masyarakat kita. Sebagai bentuk ketergantungan kita terhadap segala macam modernisasi buatan barat. Ya, saat kita terjajah bukan sebagaimana kita terjajah pada masa kolonial dahulu. Kita terjajah secara tidak langsung. Kita dikendalikan oleh negara-negara maju melalui produk-produk buatan mereka yang merajai negara kita.

Pada masa penjajahan dulu, negara kita dijajah dan diambil sumber dayanya untuk dimanfaatkan negara barat. Indonesia yang terkenal kaya akan sumber daya alam menjadi sumber pemasukan yang tak ada habisnya bagi mereka. Di sisi lain sumber daya alam di negara mereka tidak melimpah seperti di negara kita. Sehingga kemudian mereka menjajah kita agar bisa mengambil sumber daya kita. Nantinya sumber daya tersebut akan diedarkan di eropa agar negara penjajah mendapat keuntungan yang besar.

Setelah negara kita merdeka, kita masih tetap dalam kondisi terjajah. Bukan terjajah seperti jaman kolonial, tetapi terjajah dengan cara yang berbeda. Kita dijajah secara non fisik, halus, dan pelan-pelan, sehingga tanpa disadari kita sudah terperangkap di dalamnya. Banyak yang tidak menyadari penjajahan model seperti ini. Sangat samar mana yang merupakan milik negara kita sendiri dan mana yang merupakan doktrin dari negara-negara penjajah.

Penjajahan pada zaman sekarang adalah dengan menguasai bidang-bidang tertentu dari sebuah negara, seperti ekonomi, budaya, teknologi, dan sistem-sistem yang lain. Penjajahan tersebut dilakukan oleh negara-negara maju terhadap negara berkembang. Negara maju menciptakan sistem atau sebuah teknologi yang kemudian ditawarkan kepada negara berkembang. Sistem tersebut terlalu canggih sehingga membuat negara berkembang mau tidak mau harus mengikutinya. Terutama karena negara berkembang memang belum mampu menciptakan semacam itu.

Penjajahan yang paling nyata adalah bidang teknologi. Negara maju menciptakan smartphone dan menawarkan berbagai fitur menarik di dalamnya. Negara-negara yang belum bisa menandinginya otomatis harus mengimpor produk tersebut dari negara lain. Melalui produk tersebut secara perlahan negara maju menanamkan perilaku-perilaku baru kepada konsumen untuk selalu mengikuti mereka. Sehingga kemudian negara maju bisa semakin maju karena terus berekspansi dan berinovasi. Sementara negara berkembang sulit untuk mengejar ketertinggalan dikarenakan sudah terbiasa dengan ketergantungan terhadap negara lain.

Sebenarnya dalam ketergantungan kita terhadap produk-produk impor terdapat sisi positif yang sangat bermanfaat. Hanya saja banyak yang tidak mengambil pelajaran penting darinya dan hanya memanfaatkan untuk kepuasan pribadi. Mereka yang cerdas seharusnya selain menggunakan produk tersebut juga memikirkan bagaimana agar negara kita juga bisa menciptakan yang seperti ini. Masyarakat harus termotivasi dengan adanya produk-produk tersebut. Mereka juga harus berfikir, sampai kapan mereka akan memakai produk asing tersebut dan kapan mereka akan membuat sendiri produk semacamnya.

Kebanyakan masyarakat tidak memikirkan ke depan dan merasa apa yang dilakukannya sudah cukup membuat mereka puas. Sehingga lama-kelamaan mereka terbiasa dengan keadaan seperti itu dan merasa itu adalah tindakan yang wajar-wajar saja. Hal ini tentu menghambat perkembangan negara indonesia di tengah maraknya ekonomi global. Terlebih dengan apa yang sekarang kita sebut dengan industri 4.0. Jika mereka terus-terusan bergantung kepada negara lain, maka mereka akan semakin terpuruk dan terlalu sulit untuk mengejar negara maju.

Sebagai masyarakat yang bisa berfikir kritis, mari kita mengembangkan produk lokal. Bagi mereka yang memiliki modal kuat, tingkatkan terus inovasi atas produk-produk kita. Bagi mereka yang hanya bisa bertindak sebagai konsumen, dukung produk kita agar semakin populer dengan memaksimalkan penggunaannya dan meminimalisir penggunaan produk impor. Dengan demikian, melalui dukungan masyarakat, produk buatan kita akan terus eksis menghadapi kerasnya persaingan dunia menuju industri 4.0.