“Kamu harus banget deh dengerin lagu ini, enak banget gilaaa, terngiang ngiang terus, percaya deh” Ucap salah satu teman saya yang sedang menyetel lagu salah satu lagu yang sedang viral viralnya.

Sebagaimana yang kita ketahui belakangan ini, banyak sekali lagu lagu yang sangat sering diputar dimanapun, yang pastinya membuat terus menerus berputar di kepala kita. Entah itu lagu dalam negeri maupun luar negeri sekalipun. Nyatanya memang tidak bisa bersikap munafik, musik tersebut memang sangat menyenangkan jika didengarkan secara terus menerus. Nah, dari situlah, berbagai kalangan terutama kaum milenial seperti kita ini, dengan senang hati mengidolakan sang musikus, solois, ataupun band yang sudah menyanyikan lagu lagu tersebut.

Sepertinya, tidak perlu mengatakan siapa siapa saja musikus yang telah berlebihan menggunakan autotune, kalian pasti sudah tahu sendiri.

Tapi pernahkah kita berpikir, apakah sang penyanyi memang memiliki suara yang sebagus rekaman atau mereka hanya mampu mengandalkan kecanggihan autotune saja?

Memang, musik dan lagu yang banyak menggunakan autotune lebih dapat diterima ditelinga masyarakat, karena lagunya yang easy listening. Dengan banyaknya masyarakat yang menyukai aliran musik tersebut, maka otomatis lagu lagu tersebut akan menjadi viral dan disukai banyak masyarakat. Untuk melihat penyanyi dan lagunya yang sedang viral, tentu saja kita dapat melihatnya secara langsung di aplikasi seperti youtube, tinggal klik kolom trending musik, munculah lagu lagu yang sedang viral saat ini, bahkan saking viralnya, pemirsa youtube nya dalam sehari bahkan mencapai ratusan juta kali ditonton. Tidak hanya Youtube, ada pula platform musik seperti Spotify, Itunes, Joox dan berbagai aplikasi musik lainnya.

Autotune sendiri merupakan Perangkat lunak yang dikembangkan, memiliki kemampuan untuk memperbaiki suara yang sumbang menjadi selaras dengan nada, stabil, dan jadi lebih merdu. Siapapun akan bisa menjadi penyanyi yang suaranya enak didengar apabila menggunakan auto-tune.

Menurut pendapat para ahli musik, sebenarnya memakai autotune itu memang boleh dan cukup disarankan untuk memperbaiki kualitas vokal lagu tersebut. Namun dalam persaingan pasaryang memiliki vokal asli tanpa autotune akan kalah dengan keviralan semata, semestinya sudah seharusnya kita dapat menghargai vokal asli dari sebuah lagu.

Sayangnya perangkat lunak ini mulai disalahgunakan. Yang kemudian digunakan oleh mereka yang ingin namanya cepat dikenal di dunia musik dan kalangan biasa, padahal sebenarnya mereka kurang dalam bernyanyi. Bahkan yang kemudian membuat prihatin ada juga yang menggunakannya pada saat pertunjukan live.

“Kehadiran perangkat lunak auto-tune ini disebut salah satu penemuan yang buruk. Auto-tune atau yang disebut musik robot ini dianggap pembawa pengaruh buruk di dunia musik. Banyak penyanyi yang melakukan protes terhadap penggunaan auto-tune yang mulai berlebihan” Komentar salah satu warga di pekan Grammy tentang penggunaan autotune.

Ada beberapa dari mereka (Penyanyi terkenal) yang sangat membenci dan menyayangkan aksi para musisi karena penggunaan autotune yang berlebihan. mereka di antaranya Jay Z dengan lagunya yang berjudul "Death of Auto-tune (DoA)". Corey Taylor, vokalis Slipknot kesal terhadap festival terkenal yang diisi musisi yang menggunakan auto-tune. Band indie Amerika, Death Cab for Cutie merasa penggunaan auto-tune saat ini sudah berlebihan. Sudah cukup.

Protes warga di Pekan Grammy tentu menarik dan menjadi ajang perhatian publik. Apalagi ada nama-nama penyanyi yang tampil atau menjadi nominasi di ajang tersebut yang diduga bernyanyi menggunakan bantuan perangkat lunak tersebut.

“Menurutku penyanyi sebaiknya percaya diri dengan kemampuan bernyanyinya, ketika ada kesalahan, ada nada sedikit sumbang, maka itu wajar”.

Kualitas asli vocal dari dalam musik itu sendiri sangatlah penting, maka dari itu betapa pentingnya kita untuk dapat menghargai seorang penyanyi maupun band/grup yang mengandalkan kualitas aslinya, dengan tanpa atau minim autotune.

Sebenarnya, sudah dibahas diatas, tanpa menggunakan autotune pun, para musisi dapat membuat ciri khas lagu sendiri yang unik dan dapat diterima masyarakat luas.

Bisa kalian pikir juga, para musikus jaman dahulu belum mengenal adanya autotune, namun kualitas musik mereka tidak diragukan lagi, selain digemari oleh kalangan dan menjadi trend pada masanya, musik tersebut juga seharusnya dapat menjadi panduan untuk musikus di generasi selanjutnya agar menciptakan dan menyanyikan lagu lagu yang berkualitas tanpa mengurangi kuantitas dari musik sendiri tersebut.

Banyak dari kalian yang pasti masih bertanya tanya "Kenapasih, emangnya kenapa kalau pakai autotune? Iri? yang penting kan enak didengar dan bisa masuk ke telinga masyarakat"

Kembali lagi ke pendapat dan selera orang masing masing, kita semua berhak untuk menilai bagaimana musik yang seharusnya ada dan tidak ada.

Jadi, bagaimana menurut kalian tentang penggunaan autotune pada lagu lagu yang lagi viral belakangan ini? Apakah kalian setuju dengan banyaknya penggunaan autotune daripada kualitas vokal?