Tahun ini lulus SMA ya mba? Masuk kuliah jurusan apa?

Iya Tante, masuk Agribisnis.

Lho kerjanya jadi apa? Petani ya?

Pertanyaan seperti itu akan selalu ada, terutama bagi kami mahasiswa dengan jurusan yang dianggap sepele dan sebelah mata. Stereotipe tentangnya juga sudah melekat di masyarakat luas. Masyarakat selalu memberikan respon yang kurang baik setelah mendengar jurusan apa yang kita pilih.

Kebanyakan orang jika kuliah selalu di jurusan kedokteran, arsitektur, keguruan, teknik, TNI dan Polri. Jurusan ini dianggap memiliki prospek kerja yang jelas dan memiliki masa depan yang terang. Berbeda dengan fakultas pertanian yang hanya akan dipandang sebelah mata, padahal nyatanya jurusan ini sangat penting.

Begitulah yang terjadi, masyarakat akan melihat kita sebagai mahasiswa yang kurang kerjaan karena kuliah di fakultas pertanian, dan menganggap bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi pegawai bank saja.

Ucapan tersebut sudah menjadi makanan para mahasiswa pertanian. Dulu kita yakin memilih jurusan ini atas keyakinan dan pengetahuan kita mengapa mendapatkan respon yang kurang baik. Hingga akan ada masa di mana kita resah dan akan berpikir apakah kita masuk di sini karena tersesat?

Tegas saya menjawab "tidak", kita tidak tersesat masuk ke fakultas pertanian. Kuliah di jurusan pertanian tidak semata-mata menjadi petani yang mencangkul, membajak sawah, kotor-kotoran. Fakultas pertanian memiliki banyak cabang ilmu yang dapat dipilih seperti agribisnis, agroteknologi, agronomi, ilmu tanah, dan lainnya.

Ilmu pertanian memiliki cakupan yang besar dalam pembahasannya. Di perkuliahan kita diajari agar bisa memperoleh hasil produksi yang maksimal, menemukan benih unggul melalui pemuliaan benih,  teknik pertanian berkelanjutan serta terpadu, urban farming, membuat pupuk, hidroponik, pengendalian OPT, dan masih banyak lagi.

Mereka yang memandang sebelah mata dan meremehkan tidaklah benar ucapannya. Melalui jurusan ini mereka akan menikmati hasil yang lebih maksimal. Karena fungsi dari jurusan pertanian kita akan mendapatkan hasil yang unggulan dengan upaya-upaya yang diberikan.

Masyarakat perlu disadarkan bahwa pandangan bahwa kami hanya kurang kerjaan, menghabiskan uang orang tua, tidak ada prospek kerja merupakan salah adanya. Pertanian merupakan salah satu bidang ilmu yang paling penting karena bergerak dalam bidang pangan, di mana akan dibutuhkan seumur hidup.

Pangan menjadi bagian yang tidak bisa terlepas dari kehidupan, seluruh makhluk hidup perlu makan untuk menjaga kesehatan, sumber energi, dan menopang kehidupannya. Pangan dapat menjadi hal yang sensitif, seperti contohnya apabila sedang terjadi naiknya harga cabai karena gagal panen maka banyak masyarakat akan menunjukkan protes. Melalui jurusan pertanian kita akan diajarkan untuk memperoleh hasil yang maksimal dan mencegah dan mengurangi gagal panen pada komoditas yang ditanam.

Menghadapi era digital industry, sektor pertanian akan semakin menarik dan makin digeluti generasi muda. Era digital industry ini membuktikan bahwa pertanian tak lagi bisa diremehkan. Apalagi, digitalisasi untuk pertanian selalu digencarkan pemerintah dan menjadi salah satu program utama yang harus dicapai , di mana akan selalu berusaha untuk mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.

Perlu disadari bahwa pertanian harus dijadikan sebagai pandangan hidup, karena manusia dan pertanian benar-benar tak bisa dipisahkan bahkan sektor ini bagian dari kehidupan itu sendiri. Untuk itu, sebaiknya Anda memiliki kemampuan bertani, setidaknya untuk bertahan hidup dan kembali ke alam.

Tidak semua lulusan pertanian akan masuk ke dunia perbankan. Banyak dari mereka menjadi penyuluh, ASN, peneliti, bahkan entrepreneur. Tetapi pada kenyataannya dalam meraih pekerjaan itu tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang relatif tidak sebentar.

Tetapi mayoritas mahasiswa yang baru lulus itu membutuhkan pekerjaan dengan cepat, mereka ingin segera mendapatkan hasil dan dapat mengembalikan modal kuliah yang selama ini telh dikeluarkan. Menghadapi fenomena ini pihak perbankan merupakan salah satu solusi yang dapat mengatasinya. Pihak perbankan menawarkan dan membuka lowongan dengan persentase diterima yang lebih besar pasti akan menggiurkan, terlebih untuk jurusan agribisnis.

Melihat dari kejadian tersebut, disebabkan karena masih kurangnya pemerintah dalam membuka lowongan pekerjaan untuk bidang pertanian, khususnya mahasiswa baru yang sangat membutuhkan pekerjaan. Jadi, jangan salahkan mahasiswa semata karena memang wadah yang diinginkan sangat terbatas jumlah dan kapasitasnya.

Menghadapi hal tersebut, bahkan dalam perkuliahan mahasiswa sudah di doktrin untuk bisa menjadi seorang entrepreneur. Menghadapi persaingan yang sangat ketat, mahasiswa juga dituntut untuk bisa mandiri dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Menciptakan lapangan kerja juga akan membawa dampak yang baik pada masyarakat sekitar, terutama dalam pemberdayaan petani sekitar yang termasuk golongan tua sehingga kurang mampu untuk mengikuti perkembangan zaman dan semakin tergerus pula ekonominya. Lulusan pertanian diharapkan juga mampu membantu dan membawa menuju kebaikan.

Maka dari itu, mari kita buktikan bahwa lulusan pertanian memiliki andil yang sama dan kesempatan yang sama dengan fakultas lainnya. Buktikan bahwa materi serta praktik yang telah kita pelajari, tidak akan kalah dengan kuliah laianya seperti kedokteran, arsitek. Banggalah menjadi mahasiswa dan orang yang memahami dunia pertanian, karena kitalah penyangga pangan.