Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa lepas dari benda bernama plastik. Segala macam "diplastikin”, bahkan makanan pun bersentuhan langsung dengan plastik. Ada berbagai jenis plastik, namun yang paling sering kita gunakan adalah plastik kresek.

Dalam satu tahun, setiap orang menggunakan plastik kresek sebanyak 700 buah. Kalau satu orang menggunakan plastik kresek sebanyak 700 buah per tahun, maka bisa dibayangkan sendiri berapa banyak plastik kresek yang digunakan masyarakat Indonesia dalam satu tahun dan sampah yang dihasilkan dari plastik kresek tersebut. Hal ini sungguh mengerikan, bukan?

Plastik kresek merupakan plastik sekali pakai, jadi kalau sudah digunakan ya dibuang. Tahukah anda apa dampak yang ditimbulkan oleh plastik kresek dengan penggunaannya yang sebanyak itu?

Penelitian menyebutkan bahwa plastik kresek memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai. Jenis plastik kresek tersebut membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk terdekomposisi secara alamiah. Plastik kresek diperkirakan memerlukan waktu 500 sampai 1000 tahun untuk terurai di alam bebas.

Maka, selama itu pasti plastik akan berserakan dan menyebabkan berbagai masalah bagi lingkungan, baik darat maupun laut. Selain mengancam lingkungan, plastik kresek juga mengancam kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di dunia.

Suatu hari, saya melihat kebun kopi yang keadaannya sangat miris. Awalnya pohon-pohon kopi itu tumbuh subur, dan berbuah lebat tiap musimnya. Akan tetapi, setelah beberapa orang tidak bertanggung jawab membuang sampah plastik kresek ke kebun itu, tanah kebun itu menjadi tidak subur. Akhirnya pohon-pohon kopi itu menjadi kering dan tidak berbuah lebat seperti dulu lagi.

Dari peristiwa ini, kita tahu bahwa plastik kresek mengganggu kesuburan tanah dan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Apakah anda tahu kenapa plastik kresek mengganggu kesuburan tanah?

Jadi, partikel plastik kresek mengandung racun yang akan masuk ke dalam tanah dan membunuh cacing. Terhalangnya sirkulasi udara dan sempitnya ruang gerak di bawah tanah akibat adanya partikel plastik kresek juga menyebabkan matinya cacing-cacing tersebut. Jika cacing-cacing mati, maka tidak ada lagi hewan yang membantu menyuburkan tanah.

Selain itu, plastik kresek yang dibuang di sembarang tempat akan mengganggu jalur meresapnya air ke dalam tanah. Oleh karena itu, air akan terus mengalir dan terbuang sehingga tanah menjadi kering dan bahkan menyebabkan terjadinya banjir.

Pembakaran plastik yang dianggap menjadi solusi paling mudah untuk mengatasi timbunan sampah plastik yang ada ternyata juga menimbulkan masalah. Hal ini dikarenakan plastik kresek yang dibakar di area terbuka akan menyebabkan polusi udara, dengan menimbulkan emisi karbon dioksida (CO2).

Ada lagi masalah di perairan yang disebabkan plastik kresek ini. Hewan-hewan di area laut mengira kalau plastik kresek adalah makanan mereka. Mengapa mereka mengira plastik kresek itu makanan mereka? ini merupakan pertanyaan yang bagus.

Plastik kresek menjadi media sempurna untuk ganggang hidup, ganggang ini memancarkan suatu aroma yang disebut DMS. Aroma inilah yang menarik perhatian burung laut untuk memakannya. Sialnya plastik kresek jelas tidak bisa dicerna hewan tersebut, hingga akhirnya mereka yang memakan plastik kresek pun mati.

Kemudian plastik yang berada di tubuh hewan yang mati itu tetap tidak akan hancur, sehingga bangkainya akan meracuni hewan lain. Setiap tahunnya, hampir 1 juta burung laut mati akibat menelan sampah plastik di laut. Banyak pula penyu yang mati akibat mengira bahwa plastik kresek adalah ubur-ubur, makanan yang mereka sukai. Belum lagi mamalia laut dan ikan-ikan yang mati, itu tak terhitung jumlahnya.

Dampak plastik kresek bagi lingkungan memang sungguh besar dan berbahaya. Plastik kresek dapat mencemari sampai merusak lingkungan. Dengan lingkungan yang telah rusak seperti ini, apakah kita bisa hidup dengan sehat?

Tentu kita tidak bisa hidup sesehat kakek-nenek kita yang terbebas dari “bau-bau” plastik. Hidup kita sangat terancam dengan adanya plastik kresek ini. Mengapa?

Karena pada dasarnya sampah plastik berpotensi terbelah menjadi partikel-partikel kecil. Partikel kecil ini berbahaya karena dapat masuk ke tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti kanker, stroke, dan penyakit pernapasan.

Banyaknya plastik kresek yang ada di laut jelas mengotori air laut, padahal kita tahu bahwa dalam siklus perjalanan air, air di lautan akan menguap menjadi air hujan yang mungkin nanti kita konsumsi. Dengan mengonsumsi air yang tercemar, maka kesehatan kita menjadi taruhannya.

Beberapa waktu lalu, saya membaca berita kematian seorang anak akibat bermain-main dengan plastik kresek. Anak tersebut memasukkan kepalanya ke dalam plastik kresek sampai mati lemas (asfiksia), anak itu pastinya kekurangan oksigen untuk bernafas dan kita ketahui pula bahwa plastik kresek mengandung zat beracun pula yang pasti mempengaruhi kematian anak itu.

Dengan membaca tulisan ini, anda pasti tahu dampak dari penggunaan plastik kresek. Apa anda masih akan menggunakannya? atau anda memiliki pengganti plastik kresek? Semoga tulisan ini menjadi ilmu untuk kita dan menjadi motivasi perubahan kebiasaan serta dapat melindungi lingkungan sekitar dan kesehatan kita sendiri.