Memiliki kualitas tidur yang baik adalah cara agar tubuh tetap sehat dan bugar. Tidur tepat waktu dan bangun di pagi hari dengan tubuh fresh merupakan kenikmatan tersendiri, namun ternyata masih banyak dari kita yang mengalami sulit tidur dan insomnia.

Beberapa orang masih memahami sulit tidur dan insomnia adalah dua hal yang sama. Padahal keduanya cukup berbeda menurut kebiasaan yang kita alami.

Sulit tidur tidak selalu menjadi insomnia, sulit tidur adalah gangguan kenyamanan susah terlelap saat anda sudah berada pada waktu tidur. Orang dengan gangguan sulit tidur membutuhkan waktu untuk bisa terlelap.

Ada faktor yang menjadi pemicu sulit tidur, antara lain kebisingan, suhu ruangan yang terlalu panas, cahaya ruangan yang menyilaukan mata, cahaya biru yang dari televisi, handphone atau komputer yang digunakan sebelum tidur, perubahan hormon pada wanita, serta kecemasan yang situasional.

Sulit tidur biasanya hanya terjadi sementara waktu dan sesekali ketika ada faktor pemicu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Terapkanlah suasana yang nyaman, juga atasi kecemasan anda jika itu yang menjadi gangguan sulit tidur. Sulit tidur yang dibiarkan terus menerus dapat merusak pola tidur dan mengakibatkan kelelahan psikologis.

Jika terjadi berkepanjangan dan anda membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa terlelap meski anda ingin tidur, waspadalah bisa jadi anda sedang mengalami insomnia. Mengutip medical dictionary, insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan jumlah atau kualitas tidur yang memadai. Kesulitan untuk bisa tertidur, tetap tertidur, atau keduanya.

Pengidap insomnia tidak merasa segar saat bangun tidur. Insomnia adalah gejala umum yang mempengaruhi jutaan orang yang mungkin disebabkan oleh banyak kondisi, penyakit, atau keadaan.

Insomnia seringkali membuat pengidapnya terjaga sepanjang malam hingga dini hari atau bahkan tidak tidur sama sekali. Sebagai contoh, anda baru tertidur pukul 3 dini hari meski sudah berbaring cukup lama dengan suasana yang nyaman sejak pukul 11 malam dan ini terjadi berulang.

Para wanita dan orang dewasa yang lebih tua lebih sering mengalaminya. Dalam jangka pendek, atau sementara, insomnia adalah kejadian umum dan biasanya hanya berlangsung beberapa hari.

Insomnia jangka panjang, atau kronis berlangsung lebih dari tiga minggu dan meningkatkan risiko cedera di rumah, di tempat kerja, atau saat mengemudi karena kantuk di siang hari dan penurunan konsentrasi. Insomnia kronis juga dapat menyebabkan gangguan suasana hati seperti depresi.

Faktor-faktor yang menjadi penyebab insomnia adalah stress, kecemasan, kebiasaan tidur yang buruk, terlalu banyak makan sebelum tidur, efek samping konsumsi obat, konsumsi kafein dan alkohol berlebih serta penyakit penyerta tertentu seperti gerd dan arthitis.

Dr. Michael Breus, pakar tidur, menyatakan ada 3 aturan dalam mendefinisikan insomnia yaitu, bila butuh lebih dari 30 menit untuk tertidur, seseorang terbangun lebih dari 3 kali dalam semalam dan lebih dari 3 kali seminggu maka kondisi tersebut adalah insomnia.

Insomnia sementara akan hilang jika penderita sudah mampu beradaptasi atau menyelesaikan pemicunya. Namun untuk insomnia kronis yang terjadi lebih dari 6 bulan penderitanya memiliki bahaya yang sebanding dengan penderita penyakit jantung, diabetes atau arthitis sehingga membutuhkan penanganan yang tepat agar bisa segera diatasi.

Beberapa tips berikut dapat anda coba untuk mengatasi insomnia:

  • Tetaplah aktif di siang hari
  • Batasi konsumsi kafein terutama jelang sore hari
  • Jaga pola tidur agar konsisten
  • Cek berkala kondisi medis yang menjadi penyebab insomnia anda, terutama obat obatan yang terkait sebagai pemicu
  • Lakukan relaksasi sebelum tidur misalnya, mandi dengan air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan atau membaca beberapa buku ringan agar otak anda tidak terlalu aktif

Selama memperbaiki pola tidur usahakan hindari makanan yang jadi pencetus insomnia

  • Kurangi makanan yang mengandung protein tinggi
  • Hindari Minuman atau obat obatan yang mengandungi kafein
  • Hindari konsumsi karbohidrat olahan terutama gula
  • Tidak mengkonsumsi makanan berpengawet dan perasa tambahan

Hampir semua orang memiliki malam tanpa tidur sesekali. Tetapi risiko insomnia Anda lebih besar jika:

  • Anda Wanita. Pergeseran hormonal selama siklus menstruasi dan menopause dapat memainkan peran. Selama menopause, keringat malam sering mengganggu tidur. Insomnia juga umum terjadi pada kehamilan.
  • Berusia diatas 60 tahun. Karena perubahan pola tidur dan kesehatan, insomnia meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Memiliki gangguan kesehatan mental atau kondisi kesehatan fisik. Banyak masalah yang berdampak pada kesehatan mental atau fisik Anda dapat mengganggu tidur.
  • Pola hidup tidak teratur. Misalnya, mengubah shift di tempat kerja atau bepergian dapat mengganggu siklus tidur-bangun Anda.

Jika anda mengalami insomnia lebih dari sebulan dan dibarengi dengan gejala fisik seperti heart burn dan nyeri otot, temui spesialis agar anda mendapatkan solusi tidur malam yang baik. Hal ini menjadi penting karena umumnya insomnia disebabkan banyak faktor, terutama untuk mengetahui apakah anda memiliki penyakit fisik tertentu yang menjadi pencetusnya.

Penanganan yang tepat dapat memperbaiki kualitas hidup penderita insomnia. Tak lupa jaga asupan makan dan minum anda, bila perlu tambahkan vitamin B complex, kalsium, tuna, kurma atau minuman yogurt dalam asupan harian untuk memberi manfaat tambahan dalam mengembalikan pola tidur yang baik.