Sebagai seorang pelajar, memang wajar jika tekun belajar. Namun, belajar menjadi tak wajar jika waktu jam belajar sangat berlebihan. Sejatinya seorang pelajar memang wajib belajar. 

Namun kita sering kali lupa bahwa selain menjadi seorang pelajar kita juga berkedudukan sebagai makhluk Tuhan (hamba Allah) yang wajib untuk beribadah dan seorang anak yang sudah seharusnya berbakti kepada orangtua.

Untuk itu, dalam melaksanakan kewajiban, sering kali seorang pelajar mengabaikan kewajiban sebagai makhluk ciptaan Tuhan untuk selalu beribadah sholat lima waktu di awal waktu.

Selain itu, seorang pelajar juga sering mengabaikan kewajiban sebagai seorang anak untuk membantu orang tua. Jadi, ada dua hal yang kebanyakan disepelekan dan relate banget dengan kehidupan remaja millennial sekarang ini.

Yang pertama, menunda melakukan ibadah. Saya sebagai pelajar juga ikut tertampar dengan pernyataan tersebut. Karena dalam belajar, saya sering menunda-nunda kewajiban saya untuk beribadah. Alhasil saya sering merasa tidak tenang. 

Meskipun  sudah tau jika menunda-nunda ibadah adalah hal yang tidak baik, saya masih sering melakukannya terutama ketika ibadah sholat Isya.

Saya seringkali merasa bahwa, waktu sholat isya masih panjang, nanti jam sepuluh juga bisa sholat isya. Saya yang terlalu semangat mengejar kesuksesan dunia pun seakan lupa, bahwa menunda sholat akan merugikan diri saya sendiri.

Eits, ternyata saya tidak sendiri. Cukup banyak teman saya yang juga suka menunda ibadah. Alasannya cukup simpel, kebanyakan mereka itu lebih baik selesaikan tugas sekolah dulu baru sholat. Okay, disitu udah nggak bener kan ya. But, kenyataannya masih banyak orang termasuk saya sendiri yang ngeyel.

Yang kedua, mengabaikan orang tua. Seorang pelajar yang begitu sibuk belajar dan sibuk dengan berbagai tugasnya sering mengabaikan orang tua. Fenomena itu terjadi tanpa disadari oleh diri sendiri.

Hal tersebut terjadi pada teman saya, karena ketika sedang sibuk mengerjakan tugas, dia sering kali pura-pura tidak mendengar apabila dipanggil orang tuanya dengan cara memasang earphone di kedua telinga saya.

Hal itu tindakan jahat dan tidak terpuji jadi jangan ditiru ya. Setelah melakukan hal buruk itu, dia pun bercerita bahwa sering kali menyesal karena telah mengabaikan panggilan orang tua.

Tidak dapat dipungkiri bahwa menunda apapun itu, entah itu pekerjaan rumah, tugas-tugas kuliah ataupun pekerjaan kantor, merupakan perilaku yang sangat tidak baik. Pada awalnya ketika menunda pekerjaan dan hanya leyeh-leyeh saja memang terasa santai dan enak-enak saja.

Namun, pasti nanti akan tiba waktunya, akan merasa terbebani ketika mendekati tenggat waktu atau boleh dibilang akan kerepotan saat mengerjakan semua hal dalam waktu yang bersamaan, dengan deadline yang sangat mepet.

Dalam masalah duniawi saja saya merasa keteteran karena telah menunda semua pekerjaan saya. Sedangkan masalah penundaan ibadah karena berbagai pekerjaan yang terkait dengan masalah dunia, saya tidak berani membayangkan bagaimana risiko akhirnya.

Saya tahu bahwa saya wajib untuk beribadah dan saya juga tahu jika saya adalah seorang pelajar yang wajib untuk belajar. Oleh karena itu, tidak pantas bagi saya untuk mengesampingkan salah satu dari kedua hal tersebut. Namun, kenyataannya saya telah menunda kewajiban untuk beribadah demi menyelesaikan kewajiban belajar.

Saya sadar ketika saya terlalu sering menunda ibadah demi belajar dan buku, semua urusan dan kegiatan apapun yang saya hadapi itu terasa melelahkan, tidak menenangkan, dan selalu merasa ada yang kurang karena saya tidak menikmatinya.

Dan di balik sebuah jendela akhirnya saya merenung, melihat bintang yang ditemani bulan di awan yang gelap pada malam itu, akhirnya menyadarkanku akan pelita dan sandaran hidupku. Ya, yang dimaksud itu adalah ibadah.

Pada akhirnya saya sadar bahwa saya tidak boleh menunda ibadah apabila menginginkan semua urusan, masalah, dan kegiatan yang saya hadapi itu penuh keberkahan, terasa nikmat, tidak merepotkan, dan menyenangkan.

Sedangkan dalam mengabaikan siapapun itu, entah itu orang tua, guru, teman, tetangga, bahkan mengabaikan perintah Tuhan merupakan suatu tindakan yang tidak baik. Ketika sudah mengetahui hal itu merupakan sesuatu yang buruk dan boleh dibilang haram untuk dilakukan, namun entah mengapa masih banyak yang sering melakukannya.

Seperti apa yang sudah dilakukan oleh teman saya, pada awalnya ia malas untuk memenuhi panggilan orang tuanya dan terkesan ogah-ogahan  saat dipanggil oleh orangtua sehingga ia pun akhirnya mengabaikan panggilan orangtuanya.

Ia mengabaikan panggilan orang tuanya dengan berbagai cara, seperti pura-pura sibuk mengerjakan tugas, pura-pura tidak mendengar karena memakai earphone dan sebagainya. Cara tersebut ampuh dilakukan untuk mengabaikan perintah orang tuanya.

Alasan dia tidak mau memenuhi panggilan orang tuanya adalah ia sedang malas, tidak mau diganggu, sedang ingin rebahan, dan sedang tidak ingin diperintah untuk melakukan suatu hal. Sebenarnya cara yang dilakukan oleh teman saya ini merupakan hal yang buruk dan tidak dianjurkan untuk dilakukan.

Awalnya dia biasa saja setelah mengabaikan panggilan orang tuanya. Namun, setelah beberapa kali ia melakukannya, ia pun menyesal. Hingga pada akhirnya ia tersadar juga karena tidak mau diabaikan juga oleh orangtuanya dan tidak mau menjadi anak durhaka.

Berdasarkan pengalaman yang telah saya alami dan teman saya alami, saya tidak mau lagi menunda apapun itu, entah itu tugas, kewajiban, maupun hal lainnya dan saya tidak akan pernah mau mengabaikan siapapun itu, entah itu orangtua, teman, saudara, dan Tuhan.

Adanya hukum alam yang masih berlaku dalam kehidupan ini, yakni ketika kita melakukan apapun itu entah baik maupun buruk pasti akan mendapat balasan yang setimpal, membuat saya berpikir berulang kali sebelum melakukan suatu tindakan buruk dan menerapkan pola hidup yang buruk seperti menunda dan mengabaikan sesuatu.

Selain itu, bahaya akan perilaku menunda kewajiban dan mengabaikan seseorang akan berdampak buruk pada masa depan saya, entah itu masa depan di dunia maupun masa depan di akhirat nanti. Pada intinya, kebiasaan buruk yang telah saya lakukan di masa lalu dapat sirna ketika ada niat untuk berubah dan adanya hidayah yang telah Allah berikan.