Forensic Accountant
1 tahun lalu · 317 view · 4 menit baca · Gaya Hidup 14734.jpg
Please open your Mind!

Bahasa Inggris, Nasionalisme serta Perbedaan Komentar dengan Nyinyir

“Jangan terlalu lebay. Please open your mind! Berbahasa inggris di tanah Indonesia tidak haram. Ungkapan rasa cinta kepada bangsa ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengungkapkan rasa cintanya terhadap bangsanya. So, jika kamu merasa argumentasi mu benar, simpan saja. Jangan pernah memaksa orang lain untuk memakai kacamata mu sendiri, karena kacamata mu belum tentu lebih jernih dibandingkan dengan milik orang lain”

***

Zaman ini adalah zaman yang sudah benar-benar sangat maju. Kemajuan teknologi yang sudah semakin pesat benar-benar hampir menembus batas kepintaran maksimal manusia. Kini, teknologi sudah bisa membuat orang untuk saling bersentuhan hanya dengan menyentuh beberapa tombol pada papan ajaib, tekan Enter maka simsalabim semuanya akan terjadi. Tanpa ada asap, semua akan terwujud. Kecanggihan teknologi sudah benar-benar edan. So, allow me to say, it’s going to be awesome. 

Kemajuan teknologi tidak terlepas dari kemajuan daya pikir manusia. Dengan segala kemudahan akses yang dimilikinya, sel-sel otak dalam diri manusia sudah semakin ganas dan liar. Imajinasi semakin tak terkendali, manusia zaman sekarang memang sudah benar-benar sangat pintar. Tuhan memang benar-benar luar biasa. Kecanggihan otak manusia memang benar-benar tak memiliki daya banding. Apapun robot nya, otak manusia tidak akan pernah terkalahkan. So now, are you going to say human is stupid? Think it again. 

Dengan otak, manusia dapat berpikir. Kegiatan sehari-hari seperti writing, typing, reading, typing, speaking, bahkan berbahasa tidak pernah lepas dari peran serta dari otak manusia. Let me say, it’s the power of brain. Beratnya memang tidak seberapa, namun fungsinya benar-benar tak tertandingi.

Manusia memiliki otak, namun terkadang manusia sering Nyinyir terhadap status orang lain. Apakah itu namanya manusia itu tak menggunakan otak? Saya rasa kurang tepat mengatakan bahwa manusia tidak menggunakan otak, namun mungkin lebih sopannya adalah otaknya tidak terlalu maksimal untuk digunakan berpikir, sehingga tangannya sering gatal untuk nyinyir terhadap status orang lain. Yang kadang salah paham, bahkan baperan sendiri dengan jawaban komentar orang yang di nyinyirkannya.

Ingat ya, di sosial media seperti Facebook, Instagram, dan lain-lain itu kita diminta untuk komentar bukan diminta nyinyir. Jika komentar berarti isinya berbobot, berkualitas and then solving the problem. Diskusi itu saling menambah ilmu satu sama lain. Bukan malah sok memberikan saran yang padahal sebenarnya tujuannya untuk menjatuhkan orang lain kemudian selalu merasa benar (hidden mission), kalau itu namanya nyinyir. Tersinggung dengan balasan Nyinyiran lawan, eh kemudian langsung update status menyinggung lawannya. Lucu bukan? Bukan jiwa kesatria namanya.

Yang bikin tertawa terpingkal lagi adalah, apabila ia yang nyinyir malah terus merasa dirinya yang paling benar. Please open your mind, don’t be Baper easily. Everything’s going to be okay!

Kembali ke Laptop. 

Sel-sel dalam otak manusia itu liar. Hal ini menyebabkan imajinasi manusia seperti berlari. Manusia dibekali otak oleh sang maha kuasa agar ia bisa menjadi pintar, sehingga otak itu harus benar-benar dilatih agar kemampuannya benar-benar bisa maksimal.

Salah satu kemampuan ajaib yang bisa dilakukan oleh otak manusia adalah menguasai bahasa. Otak manusia bahkan bisa menghafal miliaran kosa-kata yang ada di dunia ini. Setiap benda yang ada di setiap sudut dunia ini bahkan bisa dihafalnya.

Lantas ketika kemampuan otak benar-benar sangat luar biasa, mengapa harus membatasi kemampuan otak itu sendiri? Tuhan itu maha kuasa, jadi mustahil baginya untuk menciptakan produk yang murahan. The point is, you can buy a book, but you can’t buy the argumentation that come up from the brain. You can’t buy inside the brain. You will never, take it please. 

Otak ini tidak cukup dengan hanya menguasai satu bahasa, seperti bahasa Indonesia saja. Otak ini bisa menguasai lebih banyak bahasa lagi selain bahasa Indonesia. Satu hal yang perlu diingat, mempelajari bahasa asing atau bahasa negara lain bukan berarti menghianati bangsa sendiri. Sama halnya dengan berbahasa inggris. Berbicara bahasa inggris di tanah Indonesia bukan berarti tidak mencintai bahasa Indonesia. Jadi mengapa harus bertindak sangat lebay? Please open our mind for it. Don’t make it tricky. 

Jangan pelihara sikap cinta tanah air yang berlebih namun tak berguna, itu bukan cinta lagi namanya, tetapi alay. Maksudnya adalah, bahasa inggris itu adalah bahasa Internasional. Lantas apabila kita melihat orang lain berbicara atau menulis menggunakan bahasa inggris, mengapa harus diteriaki sebagai orang yang tidak nasionalis.

Misalnya: “Junjunglah bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia adalah bahasa negara kita. Bahasa persatuan! Jadi tolong pakai bahasa Indonesia. Jangan sok Inggris”. Pertanyaannya adalah, apakah menjunjung dan mencintai bahasa Indonesia berarti kita dilarang untuk berbahasa Inggris atau berbahasa asing lainnya? Please open our mind! Definisi cinta bahasa Indonesia bukan seperti itu. Mencintai kekasih bukan berarti dalam waktu 24 jam kita peluki terus bukan?

So, setelah membaca artikel ini. Please open your mind! Jangan terlalu norak. Jangan pernah meragukan sikap nasionalisme sesorang karena mulutnya mengucapkan bahasa inggris, dan tangannya mengetik dengan bahasa inggris. Jangan lebay. Manusia itu mahluk pintar, jadi jangan membodohi diri dengan membatasi kemampuan otak yang luar biasa itu.

Otak manusia itu amatlah pintar. Jadi jangan pernah dibatasi hanya dengan satu bahasa. Biarkan otak itu menari-nari sesuka hati untuk menggunakan bahasa-bahasa yang ada di dunia ini. Dan kalaupun anda tak suka melihat orang yang suka berbicara campur aduk berbagai macam bahasa, jangan sewot. Itu hak nya, itu gayanya dalam memanfaatkan otaknya untuk menguasai bahasa. Lantas mengapa kita harus sewot dengan bahasa inggris? Tolong jangan lebay. Apa salah bunda mengandung! Ha-ha….