Di era globalisasi saat ini, diplomasi menjadi suatu media yang memiliki peran penting dalam melakukan kerjasama dengan negara lain agar kepentingan nasional suatu negara dapat tercapai. Salah satu diplomasi yang dilakukan Indonesia adalah diplomasi budaya, yang dimana pada kegiatan diplomasi Indonesia selalu mengusung konsep nation branding, dengan tujuan untuk memberikan citra yang baik dan positif terhadap seluruh entitas kebangsaan Indonesia.

Diplomasi budaya yang dilakukan Indonesia salah satunya dengan mengangkat Bahasa Indonesia sebagai suatu hal yang diperkenalkan pada dunia internasional. Pemerintah Indonesia sendiri telah memiliki program pengajaran terhadap Bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tujuan pemerintah Indonesia dari program BIPA ini adalah menyebarluaskan Bahasa Indonesia di kancah Internasional, menyampaikan berbagai informasi tentang Indonesia, memperkenalkan budaya Indonesia, dan berperan sebagai penunjang keberhasilan diplomasi kebahasaan Indonesia.

Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 pasal 44 menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional. Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa di dunia yang memiliki progres perkembangan yang cukup signifikan saat ini.

Dapat diketahui dalam 6 tahun terakhir telah ada 142.484 pemelajar Bahasa Indonesia melalui program BIPA di seluruh dunia. Badan Bahasa Kemendikbud telah mendirikan lembaga belajar Bahasa Indonesia kurang lebih di 47 negara.

Program BIPA ini mengajarkan Bahasa Indonesia dengan berbagai cara contohnya mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah di beberapa universitas luar negeri, seperti di Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Contoh lain yaitu dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Copenhagen, merangkap Republik Lithuania menjalankan program BIPA ini secara daring melalui zoom meeting.

Berfokus pada program BIPA yang dijalankan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Copenhagen, merangkap Republik Lithuania sudah menjalankan program BIPA dengan baik. Beberapa kegiatan BIPA di update langsung di official instagram account Kedutaan Besar Indonesia di Copenhagen, merangkap Republik Lithuania (@indonesiaincopenhagen).

Mulai dari periode registrasi, KBRI Copenhagen telah mengunggahnya dengan penjelasan yang berisi informasi seperti, cara, timeline pendaftaran, penjelasan apa itu BIPA, dan lain-lain yang dituliskan secara detail sebagai berikut :

- BIPA adalah singkatan dari Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing

- Ini adalah bagian dari upaya mempromosikan bahasa Indonesia di luar negeri dengan menyediakan kursus dan kurikulum untuk pemelajar asing.

- Tujuan program adalah memfasilitasi pemelajar untuk belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia mereka, dalam bentuk lisan dan tulisan, dan dalam konteks situasi formal dan informal.

- Kursus ini GRATIS untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia yang tinggal di Denmark dan Lithuania.

- Para tutor (pengajar) telah disertifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

- Kursus terdiri dari 7 level (BIPA - BIPA VII).

- Meskipun umumnya tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti program ini, tes penempatan diperlukan untuk menempatkan siswa di kelas pada tingkat yang benar. Jika Anda memilih untuk tidak mengikuti tes penempatan, Anda akan secara otomatis terdaftar di kelas BIPA I.

- Jika Anda lulus BIPA 2022 Batch 1 sebelumnya, Anda otomatis berada di level atas.

- Program ini akan membahas 4 kompetensi keterampilan berbahasa, yaitu : membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.

- Kursus dibuka untuk anak-anak (usia 7-16 tahun) dan masyarakat umum (di atas 16 tahun). Kelas untuk anak-anak akan dibuka hanya jika ada minimal 10 anak.

- Kursus akan dilakukan secara online, dua kali seminggu (setiap sesi akan berlangsung selama 90 menit). Jadwal akan diinformasikan kemudian.

- Bahasa pengantar kursus adalah bahasa Inggris.

Informasi yang diberikan KBRI Copenhagen sudah cukup jelas bagi para calon pemelajar yang tertarik mengikuti program BIPA ini, dan jika ada pertanyaan mereka dapat menghubungi KBRI Copenhagen melalui direct message Instagram. Program BIPA KBRI Copenhagen dapat dibilang cukup berhasil, karena setiap periode pendaftaran pemelajar baru, selalu ada yang mendaftar.

Bukti keberhasilan lain juga diketahui adanya 2 atlet bulu tangkis kelas dunia asal Denmark yang lancar dalam menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi, bahkan berani melakukan wawancara secara langsung after match ketika event Indonesia Master dan Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta beberapa bulan lalu. Mereka adalah Hans-Kristian Solberg Vittinghus dan Mathias Christiansen yang telah mengikuti kelas belajar Bahasa Indonesia oleh KBRI Copenhagen.

Hans pun sering melakukan komunikasi dengan penggemarnya melalui Instragram dan Twitter pribadinya. Pecinta bulu tangkis Indonesia bahkan memiliki sapaan akrab yaitu "Om Hans" di sosial media.

Mathias juga beberapa kali mengunggah video di Instagram yang sedang berbicara menggunakan Bahasa Indonesia dan dapat dibilang lancar, beberapa netizen pun mengapresiasi hal tersebut juga memujinya.

Keberhasilan lain dari program BIPA di KBRI Copenhagen yaitu ditunjukan dengan diunggahnya video youtube yang menampilkan para pemelajar BIPA KBRI Copenhagen menyanyikan lagu Indonesia Jaya, dengan arahan tutor Anggi Saputra Simorangkir. Dapat dilihat pada video tersebut tidak hanya orang dewasa saja, namun ada beberapa anak-anak yang lancar menyanyikan lagu Indonesia Jaya.

Program BIPA ini berupaya untuk menyebarkan bahasa bahkan budaya Indonesia di berbagai negara, rancangan pembelajaran yang dipilih untuk menerapkan BIPA adalah rancangan yang bersifat komunikatif. Melalui rancangan ini, pelajar dari BIPA memilki kesempatan yang cukup untuk mengenali budaya dari masyarakat Indonesia dan berlatih untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia secara langsung dan nyata.

Dengan ini diharap program BIPA dari Kemendikbud bisa berjalan dengan baik di semua negara yang telah mengadakan program BIPA. Dan juga dapat menyebarkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia ke pemelajar-pemelajar baru di seluruh dunia.