Bangsa Indonesia memiliki bahasa asli yang menunjukkan rasa nasionalisme. Berkat pilihan yang bijak dari para pemuda dalam Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang mengikrarkan Sumpah Pemuda, sehingga bangsa Indonesia mempunyai bahasa nasional yang mempersatukan ratusan bahasa daerah dan dialek.

Pernyataan sikap bangsa Indonesia, yakni “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia” telah menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang menyatukan berbagai keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia pun nyatanya mampu menyatukan berbagai golongan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial budaya, bahasa, dialek, dan etnik yang berbeda ke dalam satu kesatuan bangsa Indonesia.

Bahasa Indonesia pun kemudian mendapat tempatnya ketika perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945. Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa negara yang merdeka dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36.

Lahirnya peraturan presiden Nomor 63 Tahun 2019 mengenai penggunaan Bahasa Indonesia merupakan wujud nyata semangat pemerintah dalam menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa utama yang wajib digunakan oleh segenap bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan suatu bentuk dari bela negara. 

Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa. Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi kepada NKRI melalui bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia harus digerakkan secara nasional sebab dengan adanya bahasa Indonesia telah memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini sejalan dengan salah satu butir isi sumpah pemuda 1928, yakni kami putra dan putri Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antar individu, kelompok, dan organisasi sosial dalam berbagai konteks kehidupan. Hal ini dapat dilihat bahwa penggunaan bahasa Indonesia di 33 provinsi yang ada di Indonesia ternyata berdampak positif sebagai alat pemersatu bangsa antarwilayah dan antarsuku yang tersebar luas di berbagai wilayahi Indonesia.

Kita sebagai warga negara Indonesia haruslah menanamkan kecintaan kepada bahasa Indonesia. Kecintaan terhadap bahasa Indonesia artinya harus mengenal, memahami, mencintai, dan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Penggunaan bahasa yang baik artinya sesuai dengan kaidah EYD dan tata bahasa baku yang diberlakukan oleh bangsa Indonesia melalui Badan Bahasa RI. Kemudian penggunaan bahasa yang baik, artinya kita harus menggunakan bahasa Indonesia secara komunikatif sesuai dengan konteks sosial, agama, budaya, pendidikan, dan lingkungan dimana pun kita berada.

Seluruh rakyat Indonesia harus bangga memiliki bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Dengan bahasa Indonesia, berbagai suku, ras, dan golongan menyatu dalam kebhinekaan tunggal ika. Segala perbedaan tidak dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat karena disatukan dengan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Sehingga dengan bangga kita harus menggunakan dan memberdayakan Bahasa Indonesia, sebab merujuk pada UU no 24 tahun 2009 mengenai bendera, lagu kebangsaan, dan bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai warga negara Indonesia yang taat dan patuh maka haruslah mewarisi segala nilai perjuangan pendahulu kita, marilah kita bersama menggunakan Bahasa indonesia sesuai kaidah dan aturan tata Bahasa yang baku sebagai wujud cinta tanah air dan semangat bela negara.

Kita  seringkali  mendengar konsep mengenai bela negara sebagai bentuk tertinggi dalam usaha mempertahankan negara.Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Hal tersebut adalah wujud kecintaan seorang warga negara pada tanah air yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hal ini terjadi sejak seseorang lahir, tumbuh dewasa serta dalam usahanya dalam mencari penghidupan.

Bela Negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Kesadaran bela negara pada hakikatnya ialah kesediaan berbakti pada negara serta kesediaan berkorban membela negara.

Cakupan bela negara itu sangatlah besar, dari yang paling sempit, hingga yang paling luas. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata dari musuh bersenjata. Proses pelaksanaan bela negara sudah diatur secara formal ke dalam Undang-undang. Diantaranya sudah tercantum ke dalam Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945, khususnya pasal 30. 

Didalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa membela bangsa merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Negara.

Dengan melaksanakan kewajiban bela bangsa tersebut, menjadikan bukti dan wujud kecintaan serta kepatuhan seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaan mereka dalam berbakti pada nusa dan bangsa, serta kesadaran untuk mengorbankan diri guna membela negara. 

Sejalan dengan tujuan bela negara yang diantaranya adalah Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara, Melestarikan budaya, Menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945, Berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara serta Menjaga identitas dan integritas bangsa/negara.