Kenapa sih kebahagiaan selalu diukur dari kekayaan? Padahal kebahagiaan bisa dari kesederhanaan. Bicara tentang kesederhanaan, kalian pasti tidak asing lagi dengan konten YouTube seorang laki-laki yang sering naik turun gunung. Ia pernah membuat quotes “uang dan kekayaan tiba-tiba tidak seberarti dikota” kalimat tersebut diucapkan oleh Fiersa Besari yang sering disapa dengan sebutan Bung. Arti dari kalimat tersebut adalah bahwa ketika kita di dalam hutan uang yang kita yang bawa sudah tidak ada artinya.

Bung Fiersa merupakan laki-laki kelahiran Kota Bandung yang memiliki hobi naik gunung, dia adalah seorang musisi yang sudah meluncurkan banyak karya yang sudah terbit di platform seperti Spotify dan YouTube. Selain itu Bung Fiersa juga gemar menulis novel dan sangat laku di pasaran.

    Menurut saya bahagia sederhana adalah kita harus percaya diri, optimis dan merasa bahwa diri kita istimewa, kita harus bisa bersyukur dengan apa yang kita punya dan yang telah diberikan oleh Allah, maka kebahagiaan selalu akan selalu mengalir di kehidupan kita.

Banyak anak muda laki-laki atau perempuan yang mengidolakan Bung Fiersa karena kontennya yang melakukan pendakian gunung. Memang terlihat berat membawa tas yang begitu besar dan belum tau apa saja yang bisa mengancam dirinya di dalam hutan. Banyak anak muda sekarang yang gemar naik gunung untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan.

Saat ini banyak orang masih mencari arti bahagia dan menjadikan tujuan hidup utama. Banyak orang yang bekerja pagi-pagi petang lalu pulang larut malam untuk mencari uang dan sedikit demi sedikit ia kumpulkan untuk kelak di hari tua agar bisa bahagia di hari tuanya. Disisi lain saat masa mudanya, ia terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya dan lebih mementingkan pekerjaannya padahal masih, ada keluarga, sahabat dan teman yang bisa diajak untuk liburan.

Semua orang pasti memiliki cara tersendiri untuk mau bahagia, ada yang ingin memiliki mobil mewah yang membuat semua orang di jalan menoleh. Kita terbiasa menjadikan hal-hal besar sebagai milestone kebahagiaan seolah- olah bahagia itu hanya soal kekayaan, namun melupakan bahwa kebahagiaan pun dapat ditemukan dari hal tersederhana.

Saya pun masih belajar memaknai kebahagiaan dalam hidup. Hingga suatu hari, saya menyaksikan sebuah tayangan YouTube Fiersa Besari yang menceritakan saat ia melakukan pendakian menyusuri hutan. Memang terlihat sulit medan yang berat cuaca tidak menentu, semua perjuangannya akan terbayarkan ketika sudah mencapai puncak. Ketika di dalam hutan rasanya seperti keluarga saling bertukar bercerita tanpa ada sinyal, kebersamaan memang sangat terasa ditambah saling berbaur cerita serta canda tawa satu dengan yang lain.

Rasa ketertarikan saya untuk melakukan pendakian mulai muncul. Pada saat itu juga temannya mengajak mendaki, sedikit ragu karena saya belum pernah berjalan vertikal dengan medan yang sulit. Dibekali dengan peralatan dan pengetahuan saya menyetujui ajakan teman saya.

Pengalaman saya ketika melakukan pendakian gunung yaitu saya merasa semua orang terasa seperti keluarga sendiri, saling berbagi makanan tidak ada perbedaan satu sama lain. Di dalam hutan semua terlihat sama, lalu yang paling penting adalah saling tolong menolong satu sama lain.

Saat pertama kali naik gunung, ada banyak hal yang membuat saya ragu ketika di jalur pendakian, karena pada saat itu juga turun hujan dan kabut tebal.

Pendakian gunung bukan sekedar perjalanan wisata, tapi juga bagian dari perjalanan spiritual. Ketika kita sedang mendaki bukan hanya mempersiapkan logistik tetapi pengetahuan, mental dan fisik juga harus disiapkan.

Beruntung saya mempunyai teman berkelana yang bisa menemani dan terus menyemangati agar terus berjalan pos demi pos. Bertemu orang baru di sepanjang jalan juga memberikan kekuatan ketika harus berjalan dalam waktu panjang. 

Semakin dekat dengan puncak, semakin berat perjalanan. Berjalan dengan menggendong tas besar juga sangat melelahkan, kita menempuh pendakian ini bukan hanya soal medannya, tetapi juga mental kita.

Semakin tinggi kaki berpijak, semakin dingin udara yang berhembusan. Keinginan untuk menyerah semakin besar, keadaan semakin tidak stabil tubuh terasa kaku dan sangat menggigil. 

Lalu teman saya membuatkan secangkir gelas yang berisi teh hangat, ketika ingin melanjutkan perjalanan kaki terasa sakit dan pegal sulit untuk berjalan, lalu teman saya memutuskan untuk membuka tenda dan perjalanan dilanjut esok hari.

Pagi tiba sang mentari menyinarkan cahaya kuning yang menghiasi cakrawala, menatap keindahan danau di atas gunung yang hanya bisa dilihat di Gunung Semeru. Sambil menyeruput kopi hangat dan mengabadikan momen yang langka. 

Bagi saya, perjalanan tidak cukup di titik ini saja, masih banyak rintangan yang harus dihadapi agar sampai puncak. Medan juga semakin berat sedikit memaksakan diri karena puncak gunung sudah terlihat.

Selesai beberes saya dan teman saya melanjutkan pendakian. Akhirnya saya berhasil mencapai puncak Gunung Semeru untuk pertama kalinya. 

Sedikit terharu melihat orang- orang saling berpelukan dan menangis bahagia, melakukan selebrasi di puncak gunung juga terlihat menyenangkan. Mungkin ini arti bahagia sederhana cukup dengan berkelana.