Ada sebuah pertanyaan yang menarik perhatian

“Bahagia itu dicari atau dibentuk?”. Saya sendiri adalah orang yang meyakini bahwa ukuran dan standar kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Namun saya juga tidak dapat menafikan bahwa semakin kesini, masyarakat kita banyak yang memandang bahwa kebahagiaan itu berkaitan erat dengan materi, popularitas, kekayaan, dan seterusnya. Jadi sebetulnya bahagia itu dicari atau dibentuk?

Sebelumnya saya ingin bertanya, menurut pendapat teman-teman bahagia itu apa sih? Tentunya pendapat setiap orang beragam, namun yang perlu kita garis bawahi adalah “Don’t judge each other”. Tidak ada baiknya juga kita me-judge kebahagiaan satu dengan yang lainnya.

Karena mungkin ada yang bahagia ketika dekat dengan keluarga, ada yang bahagia kita mempunyai jabatan atau profesi. Semua itu normal kok, namun supaya kita dapat merasakan happiness secara sehat dan berlevel, saya sudah menyiapkan setidaknya ada 2 definisi dan pandangan ahli tentang apa itu kebahagiaan yang sehat

Pendapat yang pertama, menyebutkan bahwa happiness  atau kebahagiaan pada dasarnya adalah perasaan senang dan puas yang melibatkan emosi positif. Sehingga menurutnya ada 2 kata kunci dalam kebahagiaan yaitu energi positif dan kepuasan hidup.

Sedangkan pendapat yang kedua adalah pendapat dari Sonja Lyubomirsky dalam bukunya yang berjudul “ The How Of Happiness”. Dimana disitu kebahagiaan didefinisikan sebagai pengalaman merasakan kesenangan yang membuat kita merasa bahwa hidup ini terasa baik, meaningful, dan berharga.

Dari dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kita bisa bersama-sama memahami sejatinya kebahagiaan  itu lagi-lagi adalah  soal emosi, dan bagaimana cara kita memandang hidup dengan cara yang lebih positif. Sedangkan materi, jabatan, kekayaan, dan popularitas itu bisa menjadi nilai tambah dalam kebahagiaan kita. Namun, yang harus kita akui adalah bahagia itu sendiri adalah tentang emosi positifnya bukan tentang materi, kekayaan ataupun popularitas.

Apakah bahagia itu ketika kita tertawa saja?

Menarik, dalam sebuah buku dituliskan bahwa bahagia itu tidak selalu di ekspresikan dengan tertawa ataupun tersenyum saja. Dituliskan bahwa tanda ketika kita bahagia itu ada tiga:

  • Kita merasa tenang dan cukup dengan hidup kita, karena orang yang merasa bahagia adalah mereka yang bisa menerima hidupnya dan seakan-akan itu adalah hidup yang memang mereka inginkan.
  • Kita bisa merasakan emosi positif yang lebih dominan dibanding emosi negatif, namun ini bukan berarti bahwa orang yang bahagia tidak pernah merasa sedih ataupun marah. Karena marah ataupun kecewa adalah rasa yang manusiawi. Akan tetapi bagi orang yang bahagia, kejadian itu merupakan hal yang kecil dalam presentase di kehidupan mereka.
  • Kita merasa hidup ini baik-baik saja, artinya sebesar apapun masalah yang saat ini sedang kita lalui itu tidak akan mengurangi porsi bahagia kita. Karena dia percaya bahwa setiap masalah yang datang pasti ada solusinya.

Dan dari hal di atas ada sisi menariknya, bahwa sebenarnya bahagia itu bisa kita ciptakan dan kitalah yang menghadirkan pikiran positif,  kita yang menghadirkan rasa syukur itu, dan kita yang tetap melangkah kecil dalam proses mengejar target. Karna itu semua dalah bukti bahwa kita baik-baik saja dan kita percaya bahwa setiap masalah mempunyai solusinya masing-masing. Dengan kata lain, kita bukan fokus pada masalah namun pada solusinya.

Alasan bahagia?

Setidaknya ada 3 alasan mengapa menjadi bahagia itu sangatlah penting, yaitu:

  • Seseorang akan merasa cukup, karena sadar atau tidak sadar ketika kita merasa tidak cukup, maka kita akan mudah iri dengan pencapaian orang lain. Kondisi seperti ini akan rentan menjebak kita pada suatu perasaan yang mungkin terus-menerus sedih, gagal, kurang, dan merasa tidak layak berada dalam hidup ini.
  • Be an independent person, saat kita tidak bahagia maka besar potensinya untuk kita menggantungkan diri pada orang lain. Mungkin perasaan tersebut kadang muncul karena rasa tulus kita kepada mereka, namun mari mulai sesuatu agar tidak berlebihan. Karena bukan berarti kita harus menggantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain. Temukan bahagia itu pada diri kita sendiri.
  • Happy life actual to happy and wealthy life, hidup bahagia ternyata membuat tubuh semakin sehat. Ada hormon Endorphin dan Dopamin yang bisa meningkat ketika kita bahagia. Jadi, kedua hormon ini dapat membuat tubuh kita bekerja dengan lebih baik lagi.

Sedangkan dalam sisi mental, bahagia itu membuat kita lebih mudah mengusir emosi negatif.

Tips agar kita bahagia

  • Lakukanlah apa saja kegiatan yang kita suka, hal-hal sederhana hobi, kesukaan, atau sejenisnya itu sebenarnya sudah cukup untuk meningkatkan kebahagiaan kita.
  • Simple lifestyle
  • Connect and sharing,  kebahagiaan bisa kita rasakan ketika kita melakukan kebaikan. Maka jangan ragu-ragu untuk melakukannya. Dan berbagi pengalaman juga dapat membuat manusia menjadi lebih bahagia.

Jadi, jadilah manusia yang baik dan biarlah dunia melihat dengan jelas raut bahagiamu!